jump to navigation

Ngangkot.. 22009vUTC11bUTCTue, 17 Nov 2009 21:13:17 +0000 21,2008

Posted by aisyahkecil in PeradaBan.
4 comments

Hmm.. banyak orang menganggap bahwa sarana tempat mendapatkan informasi adalah televisi dan internet..
Tetapi, menurut agtri ada satu lagi sarana yang bisa membuat kita bisa mendapatkan buanyakk sekali informasi
Apakah itu?
Jawabnya angkot..
alias angkutan kota

Kenapa gitu?

pengen tahu apa lagu terbaru yang lain nge-trend? naiklah angkot
pengen tahu skor bola tadi malam? naiklah angkot
pengen tahu gimana trend baju anak muda yang lain marak? naiklah angkot
pengen tahu gimana model jilbab yang lagi digandrungi? naiklah angkot
pengen tahu tempat nongkrong paling digemari anak jaman sekarang? naiklah angkot

Yuph, naiklah angkot, maka kita akan menemukan realita yang tengah berkembang..

Bisa dilihat, gimana ‘ngotot’nya orang-orang untuk duduk dekat pintu masuk tanpa sadar menghalangi orang yang baru akan naik..
Bisa ditemui, gimana perilaku orang-orang ketika ibu2 dengan bawaan kardus dan keranjang sayur yang segitu banyak tak dibantu tapi hanya diterima melalui kerlingan mata..
Bisa dijumpai, gimana perilaku penumpang dan supir yang saling bersitegang karena perkara duit 500 perak..
Bisa diperhatikan, gimana tingkah laku remaja putri dengan pakaian pendek yang menyulitkan diri sendiri ketika akan naik, duduk, dan turun angkot. Tangan yang satu sibuk membawa tas sembari tangan lainnya sibuk menarik pakaian seolah bisa membuatnya menjadi lebih layak..
Bisa dirasakan, gimana perilaku para pengemudi angkot yang saling kebut untuk mendapatkan penumpang lebih banyak, dilain waktu saling berlama-lama berhenti ditepi jalan tanpa terlihat siapa yang sebenarnya yang ditunggu..

Huffh.. tak adakah ibrah indah yang bisa ditemui dari angkot?
terutama pengemudinya?
Ndak juga ternyata,,

Beberapa hari yang lalu dalam perjalanan menuju tepat aktivitas yang hanya 10 menit perjalanan itu..

di belokan sumur bandung, simpang dago, “Ibu, ini kembaliannya, 2.500 saja kalau dari sana mah..”
tak hanya sekali itu,
digerbang belakang kampus ketika dua orang mahasiswa turun..

“Udah Den, seribuan aja kalau dari gandok..” dan dari 3 lembar uang seribuan itu, hanya dua lembar yang diambil beliau..
dan.. lebih terenyuh lagi ketika di gerbang depan kampus ketika turun dan memberikan ongkos yang tak seberapa itu, aku terdiam menunggu apa yang akan bliau katakan.. apakah kurang? bukan..
Beliau mengatakan
“Hatur nuhun Neng..”

Uang tak seberapa yang bisa jadi sangat berharga bagi mereka..

Dan terlebih, sikap Bapak sopir itulah yang memberikan pesona hingga tulisan ini ter-publish juga

Subhanallah..
Mungkin bapak sopir tersebut tidak tahu bahwa aura positif yang beliau keluarkan di pagi hari itu menjadi energi positif bagi orang-orang disekitarnya termasuk untukku..

Dan memang seperti itu, kadang senyuman ramah dari kita menjadi cahaya bagi yang sedang berduka..
Kadang jabat tangan erat tanda persaudaraan menjadi penguat bagi yang sedang lemah
kadang ciuman di pipi dengan sepenuh hati bisa menjadi energi bahwa kita tak sendiri

Intinya,
1. sebarkan aura positif dimana-mana.. Jauhi mengeluh..
dan
2. GUNAKANLAH PUBLIC MASS TRANSPORTATION

contohnya ya pakai angkot ini..
Bumi ini sudah terlalu jenuh dengan manusia-manusia yang egois membuang logam berat setiap harinya hanya untuk keperluan dirinya sendiri..
Mosok mobil pribadi dengan kapasitas 5-8 orang digunakan hanya untuk 1 orang?
Sayangkan..
Lagian banyakkan  ‘informasi’ yang bisa didapatkan dari angkutan umum :)

*Hm.. jadi pengen bikin tulisan tentang public mass transportation

[Duh.. nulis apa siy agtri..  Gini nih kalau udah lama nggak nulis..
Semua hal ingin ditulis tapi jadi malah bingung sendiri..]

S P A S I 62009vUTC11bUTCSat, 07 Nov 2009 21:34:09 +0000 21,2008

Posted by aisyahkecil in Dapet Dari Luar, Simfoni Hati.
add a comment

Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda?
dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?

Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak?
dan saling menyayang bila ada ruang?

Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan,
tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.

Napas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak dibagi.
darah mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali.

jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah.
jadi jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.

Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat.
janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.

pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat,

karena aku ingin seiring bukan digiring

-dee @Filosofi Kopi-

Negeri Merah Jambu: Memilih Reptil.. 22009vUTC11bUTCTue, 03 Nov 2009 11:51:51 +0000 21,2008

Posted by aisyahkecil in PeradaBan.
add a comment
cicak-versus-buaya

Cinta-an mana? Sama CICAK atau BUAYA?

Hufhh..
Kenapa kondisi memaksa untuk memilih?
Seolah ketika yang satu benar maka yang lain pasti salah

Bukankah, Pendapat saya mungkin benar, tetapi bisa salah
Pendapat dia salah, tetapi mungkin saja benar
?

Jadi… Mana ini wasitnya?
Yach, jangan tanya MANA wasitnya..
Pertanyaan SIAPA wasitnya saja belum terjawab!

(Lagi-lagi “dalang”nya  makin keras  tawanya melihat kita tanpa sadar saling menggembosi satu sama lain.. oh, negeri merah jambu.. Kapan warnamu akan kembali sesuai hakikatnya..)

===================================================

Takkala tak ada lagi kesempurnaan

dimana Merah-nya tak lagi menyala

dan Putih-nya yang tak lagi bersuci

Paling tidak perpaduan keduanya

kuharapkan bisa menghadirkan warna cinta, Merah Jambu

dihati rakyat dan pemuda

taklupa juga beserta para penguasanya

Mencari ukhuwah? 22009vUTC10bUTCTue, 27 Oct 2009 07:48:46 +0000 21,2008

Posted by aisyahkecil in Simfoni Hati.
8 comments

Dimanakah letak ukhuwah?
Apakah ketika kita sedih maka ada saudara-saudara disamping kita setiap saat?
Apakah ketika kita gundah maka ada saudara-saudara disekitar kita yang mampu untuk mengerti?
apakah ketika kita menangis maka ada saudara-saudara disekitar kita yang akan hapus lara itu?


Ya, ukhuwah memang menawarkan hal itu
Ya, ukhuwah memang menjanjikan hal tersebut

Tapi apakah kita akan menjadi lemah ketika hal tersebut ternyata tak seindah impian?
Tapi apakah kita akan menjadi lelah dan larut dalam kesedihan berkepanjangan?
Tapi apakah kita akan menuntut orang lain untuk tunaikan kewajiban?
Tapi apakah kita akan kalah dalam keterbatasan?

setiap kita pasti pernah merasakan lemah
Setiap kita pasti pernah merasakan gundah
setiap kita pasti pernah merasakan sedih

ukhuwah memang cara ampuh untuk bantu percepat kesembuhan semua itu
Tapi..
Jangan,
jangan berharap kasih
jangan berharap pengertian
jangan berharap perhatian
jangan berharap kemudahan
jangan mengharapkan semua itu pada manusia dengan dalih persaudaraan
berharap kepada manusia hanya akan membuat kita kecewa..

Mungkin itu adalah ujian dari-Nya
agar kita tak lagi menuhankan selain Ia

bahwa mungkin kita terlalu bersandar kepada manusia dan melupakan
bahwa Ia lah yang menggenggam seluruh jiwa
yang mengikatkan semua hati-hati kita

Mintalah petunjuk dari-Nya tentang ukhuwah..
dan niscaya engkau akan mendapatkannya..

“dan Dia(Allah) yang mempersatukan hati(orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua(kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Maha Perkasa, Maha Bijaksana” (Al-Anfaal: 63)

Ia adalah tentang hati-hati yang terikat
tentang do’a-do’a yang rumit kait mengait

Ia rumit, namun nyata dalam ungkapan sederhana
Ia rumit karena ia adalah iman yang merupa makna

Dari Hudzaifah.org, dalam surat Al Hujurat (QS 49) Allah SWT memaparkan 7 kiat bagi kita untuk menangkal virus-virus ukhuwwah yang bisa menghancurkan shaf ukhuwwah yang telah dibina:

1. Tabayyun
mencari kejelasan informasi dan mencari bukti kebenaran informasi yang diterima (QS 49:6)

2. ‘Adamus Sukhriyyah
tidak memperolok-olokkan orang atau kelompok lain(QS. 49:11)

3. ‘Adamul Lamz
tidak mencela orang lain  (QS. 18:28)

4. Tarkut Tanabuz
meninggalkan panggilan dengan sebutan-sebutan yang tidak baik terhadap sesama muslim (QS 49:11)

5. Ijtinabu Katsirin minadzdzan
Pada dasarnya seorang muslim harus berbaik sangka terhadap sesamanya, kecuali jika ada bukti yang jelas tentang kesalahan tersebut (QS 49:12)

6. Adamut Tajassus
tidak mencari-cari kesalahan dan aurat orang lain (QS 49:12)

7. Ijtinabul Ghibah
Ghibah sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah SAW adalah menceritakan keburukan dan kejelekan orang lain. Ketika seseorang menceritakan kejelekan orang lain, maka ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, jika yang diceritakannya benar-benar terjadi maka itulah ghibah. Kedua, jika yang diceritakannya itu tidak terjadi berarti ia telah memfitnah orang lain. Begitu besarnya dosa ghibah, sampai Allah SWT menyamakan orang yang melakukannya dengan orang yang memakan bangkai saudaranya sendiri

Karena pada dasarnya give and give.. Ketika ita merasakan kecewa dengan kesendirian, tanyalah kembali kepada hati.. Apa yang sudah kamu berikan sehingga layak untuk mendapatkan??

Saudara kita bukan ahli pembaca pikiran orang lain, jika memang membutuhkan sesuatu, maka beritahulah..

Karena sulit menemukan yang seperti Imam Syafi’i di masa kini.. yang menangis ketika ada saudaranya yang meminta bantuan.. yang beliau berkata “tidak seharusnya saudaraku meminta langsung padaku, padahal nampak jelas dari matanya membutuhkan bantuanku”

(tulisan yang sempat ke-pending, tetapi sepertinya tetap harus di-publish)

Mewarnai Kanvas 32009vUTC10bUTCWed, 14 Oct 2009 20:32:15 +0000 21,2008

Posted by aisyahkecil in HaRaKi, Muslimah, Simfoni Hati.
2 comments

Tidakkah langit menyimpan pinta..
ketika sesosok jiwa,
ditiupkan ruh ke raganya..

Adakah harapan agar yang tercipta,
jadi memiliki daya?


Mungkin.. bukan Abdullah bin zubeir yang dalam hamil tua Asma,
dibawa menuju masa depan yang entah dengan ketidakpastian macam apa
Mekah menuju madinah kala itu bukan jalan bebas hambatan dengan perjalanan tiga jam saja..
Lautan gunung pasir, kadang berkerikil ataupun gunung batu nyata dihadapan

Sehingga sangat layaklah liur pertama yang masuk dalam dirinya adalah dari sang Rasul mulia..

Mungkin.. tidak sanggup se-selektif Ibunda Syafi’i,
dengan membalik tubuh kanak-kanaknya
coba mengeluarkan makanan yang akan menjadi syubhat bagi dirinya..

Sehingga layaklah Ia menjadi Mufti di usia kelima belasnya
Yang kala shaum ia malah minum di hadapan para muridnya yang lantas bertanya,
dan dengan polosnya.. ia berkata,
“Aku belum wajib berpuasa..”


Mungkin.. tidak pula setangguh Khansa,
yang mendidik para putranya untuk menjadi para mujahid yang rindu syahid

Sehingga ketika ditinggal putra terakhirnya ia menangis,
bukan, bukan karena duka..
tetapi ia malah berkata,
“…Mereka telah berbahagia di surga. Yang ku sedihkan, kini tak ada lagi putra yang dapat kupersembahkan untuk menjadi syuhada”

Mungkin..
mungkin tidak bisa seelok mereka,
melukiskan kanvas putih dengan warna seindah pelangi

Tapi aku belajar para mereka..
bahwa

Seorang anak patut diajarkan perjuangan walaupun masih dalam kandungan..
Seorang anak patut dijauhkan dari syubhat agar akalnya bisa cemerlang..
Seorang anak patut dibentuk pemikirannya agar hidup mulia dan bertemu dengan-Nya sebagai syuhada..

[Karena perempuan adalah madrasah peradaban.. Teriring cita-cita agar tak ada lagi generasi yang mencintai narkoba, tak ada lagi generasi gemar hura-hura, dan cukup, tak ada lagi generasi seperti miyabi.. ]

Iman-Ukhuwah 62009vUTC10bUTCSat, 10 Oct 2009 16:55:35 +0000 21,2008

Posted by aisyahkecil in Dapet Dari Luar, HaRaKi.
add a comment

Yang di hati tersembunyi,
lisan bisa berdusta,
dan ‘ibadah bisa pura-pura..

Maka Sang Nabi meletakkan banyak ukuran iman dalam KUALITAS HUBUNGAN KITA dengan SESAMA:

berkata yang baik atau diam..
memuliakan tamu..
tak menyakiti tetangga..
amannya sesama dari gangguan lisan dan tangan..
jujur..
amanah..
tepat janji..
tak menggunjing..
tak memfitnah..
saling mencinta.
dan akhlaq mulia

Ya Allah, jaga iman kami dengan ukhuwah..

(Taken from: status FB kang Salim A.Fillah)

Vitalitas 52009vUTC10bUTCFri, 09 Oct 2009 21:13:51 +0000 21,2008

Posted by aisyahkecil in Dapet Dari Luar, HaRaKi.
3 comments

Pernahkah merasa lelah ketika orang-orang disekitar kita semakin banyak dan sering mengeluh?
Pernahkah merasa ingin mundur ketika orang-orang disekitar kita mulai tak searah?
Pernahkah merasa tidak bisa lagi bertahan ketika orang-orang disekitar kita semakin aneh tak terkendali?
Pernahkah merasa tak peduli lagi ketika ucapan dan tindakan tak lagi digubris dan diperhatikan?


Jika itu yang saat ini terjadi, marilah kita buka kembali perbekalan yang dulu pernah kita persiapkan..
Vitalitas (Mencari Pahlawan Indonesia),  Ust. Anis Matta

Para pahlawan mukmin sejati selalu unggul dalam kekuatan spiritual dan semangat hidup. Senantiasa ada gelombang gairah kehidupan yang bertalu-talu dalam jiwa mereka. Itulah yang membuat sorot mata mereka selalu tajam, di balik kelembutan sikap mereka. Itulah yang membuat mereka selalu penuh harapan, di saat virus keputusasaan mematikan semangat hidup orang lain. Itulah vitalitas.

Tidak pernahkah kesedihan menghinggapi hati mereka? Tidak ada jalan bagi ketakutan menuju jiwa mereka? Pernahkah mereka tergoda oleh keputusasaan untuk mengundurkan diri dari pentas kepahlawanan? Adakah di saat-saat dimana mereka merasa lemah, cemas, dan tidak mungkin memenangkan pertarungan?

Para pahlawan itu tetaplah manusia biasa. Semua gejala jiwa yang dirasakan oleh manusia biasa juga dirasakan para pahlawan. Ada saat dimana mereka sedih. Ada saat dimana mereka takut. Jenak-jenak kelemahan, keputusasaan, kecemasan dan keterpurukan pun pernah menderita jiwa mereka.

Akan tetapi, yang membedakan para pahlawan adalah bahwa mereka selalu mengetahui bagaimana mempertahankan vitalitas, bagaimana melawan ketakutan-ketakutan dan kesedihan-kesedihan, bagaimana mempertahankan harapan di hadapan keputusasaan, dan bagaimana melampaui dorongan untuk menyerah dan pasrah di saat kelemahan mendera jiwa mereka. Mereka mengetahui bagaimana melawan gejala kelumpuhan jiwa.

Vitalitas hidup biasanya dibentuk dari paduan keberanian, harapan hidup, dan kegembiraan jiwa. Namun, ketiga hal ini dibentuk oleh paduan keyakinan-keyakinan iman dan talenta kepahlawanan dalam diri mereka. Dari sini saya kemudian menemukan bahwa para pahlawan mukmin sejati selalu memiliki tradisi spiritualitas yang khas. Mereka mempunyai kebiasaan-kebiasaan khas yang dibentuk oleh keyakinan yang unik terhadap keghaiban. Dengan cara itu, mereka mempertahankan keyakinan mereka pada pertolongan Allah dan harapan akan kemenangan. Dengan cara itu, mereka mempertahankan stamina perlawanan yang konstan. Kebiasaan-kebiasaan yang khas itu biasanya berbentuk ibadah mahdhoh, tetapi biasanya disertai juga dengan perilaku-perilaku tertentu yang sangat pribadi. Misalnya contoh berikut ini:

Dalam suatu peperangan. Kaum Muslimin menemukan betapa kekuatan Ibnu Taimiyah melampaui para mujahidin lainnya. Merekapun menanyakan rahasia kekuatan itu pada Ibnu Taimiyah. Beliau menjawab, “Ini adalah buah dari Ma’tsurat yang selalu saya baca di pagi hari setelah shalat subuh sampai terbitnya matahari. Saya selalu menemukan kekuatan yang dahsyat setiap setelah melakukan wirid itu. Tapi, jika suatu saat saya tidak melakukannya, saya akan merasa seperti lumpuh hari itu.”

Ya, begitulah, selalu ada ibadah andalan yang membuat mereka berbeda dan menjaga mereka dari keterpurukan.
Ibadah andalan itulah yang semoga bisa menjadi pembeda
yang membuat mata hati ini tetap terjaga agar dapat dengan cermat membedakan mana yang benar dan mana yang salah

dan saudaraku,
Memang hanya Allah-lah satu-satunya yang membuat kita bertahan dijalan ini,
dan memang hanya Allah-lah yang memiliki kendali atas diri apakah hidayah ini akan terus bersemi..

Oleh karena itu, pertanyaannya sekarang,

Ibadah mahdoh apa yang menjadi andalan kita agar vitalitas ini tetap terjaga?

Agar tetap teguh kala yang lain runtuh


=Yuk rame-rame Kembali ke Asholah=

Tentang Persaudaraan Kita 22009vUTC09bUTCTue, 29 Sep 2009 22:00:37 +0000 21,2008

Posted by aisyahkecil in Muslimah, Simfoni Hati.
add a comment

Mata ini mungkin khilaf menilai perilaku..

Telinga ini mungkin salah ketika mendengar kabar tentangmu..

Pikiran kadang larut terlalu mengkhawatirkanmu..


tapi hati ini..

Hati ini tak boleh tak mempercayaimu,

Aku yakin apapun yang kau lakukan adalah yang terbaik saudariku

T-E-R-B-A-I-K

ya terbaik

seperti ucapan yang sering kita lantukan bersama..

untuk mendapatkan Ridha-Nya semata..

HANYA untuk Ridha-Nya semata..


*Berhentilah menjadi para perompak hati, biarlah hati memilih sendiri dimana ia akan melabuhkan diri

Aib 72009vUTC09bUTCSun, 27 Sep 2009 22:40:34 +0000 21,2008

Posted by aisyahkecil in Simfoni Hati.
add a comment

Kalaulah Allah tidak menutupi aib-aib kita..

ahhh..

speechless..

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS.55:55)


*reminder: syawal artinya peningkatan..  berarti harus meningkat dari Ramadhan kemarin..

Ayo tetap jaga “putih”nya.. ketika kemarin sudah kembali fitri, masak dikotorin lagi??

Babak Baru Lakon Kehidupan Negeri Merah Jambu 52009vUTC09bUTCFri, 18 Sep 2009 09:13:04 +0000 21,2008

Posted by aisyahkecil in HaRaKi, Simfoni Hati.
3 comments

Layar  mulai dibuka

Penonton  berharap ada lakon baru negeri merah jambu

Semoga bisa mengundang tawa bahagia

bukan kisah lara saja seperti sebelumnya..

Seperti cukup sudah lakon kesedihan yang dibawakan ’sangat apik’ oleh para penyelenggara

Mulai dari lakon gelombang air pasang yang amat tinggi di dunia yang ditutup petasan besar di ibukota

Para penonton berharap ada hal manis..

Tentu saja dengan adegan dan dialog teranyar

Tak apalah juga walau harus dengan pemain sama

Beri saja make-up tebal seperti biasanya agar tampak berbeda

Semoga dana masih ada

untuk bisa membelikan kostum dan pilihkan aksara

Stt..

Sudah mulai, ada apa saja?

Ada kisah dibalik layar

tentang sang kepala  yang dalam diam membagi bagi-bagi kue bagi para penyelenggara

Eh, ngapain ribut-ribut dibahas?

Apa peduli kami?

Emang kami dibagi?

Lupakan!

Ada kisah lain

tentang tetangga yang malah naksir Ibu Pertiwi

Dulu diam-diam ambil anaknya, si Bumi

Sekarang ikut-ikutan dalam irama dan gerak tari

Eh,  si pembunuh bule malah diekspor kemari

Lalu?  apa yang tersisa untuk kami?

Ada lagi, ada lagi

Penyelenggara bikin saweran

Mengeluarkan uang baru bergambar pejuang

Bernama sama lo dengan raja penangkap tikus yang tersandung kemarin dulu

Hmm.. Akankah koin dan nominal lainnya jadi semakin tak berharga?

Ada kisah tentang

raja-raja penangkap para tikus yang malah ditikam tim Fullfill

Polisi dunia dikabarkan malah akan ikut tampil ngelakoni

Alih-alih, Tim Fullfill seolah cari muka dengan jumawa mengadakan konferensi

Karena berhasil (lagi-lagi) menghilangkan nyawa para pembunuh bule punya tetangga

Ada juga kisah tentang perkumpulan beringin lama

Perkumpulan yang dahulu selalu berjaya di pertempuran bertiga

Lagi pada sibuk cari ketua katanya

Anak mantan penguasa serasa perkumpulan lama cuma milik keluarga mereka

Lah, memangnya ini kepemilikan turunan ya?

Eh yang aneh malah para penonton yang berusia muda

Alih-alih menonton pagelaran bersama

Malah sibuk dengan barang barunya..

Itu tu.. temennya blueberry dan strawberry seharga tujuh angka

Pas diliat malah asyik mainin album muka

Menghabiskan berjam-jam untuk saling balas kotak bicara

Tunggu

bumi yang tiba-tiba bergoncang

ribuan penonton menjadi linglung

Tontonan sandiwara memang tak pernah asik bagi mereka

Kalaupun ada kisah pagelaran yang bahagia,

Tampaknya hanya elit bisa merasakan bukan untuk alit..

Penonton mual dikelabui

Awas saja jika seperti yang lalu-lalu..

Terlalu banyak tema!!

Terlalu banyak tema tanpa kisah bahagia nyata

Jika semu saja, tersenyum sedikit lalu menangis lara

Penyelenggara seolah tak tahu dan tak bisa berbuat apa-apa

Sang “Dalang” yang memainkan cerita sedang tertawa terbahak-bahak sampai tak bisa menutup mulutnya

Tapi ada satu yang membuat aku tak kecewa dan bisa melewati tontonan ini seperti biasa

Karena aku tahu Pemilik negeri merah jambu ini tak akan pernah tidur ataupun beristirahat..

Kuingatkan wahai penyelenggara pentas, bahwa kepemimpinan akan diminta pertanggung jawaban

Dan untukmu wahai dalang

Yang memainkan lakon penguras air mata dan penambah duka, bahwa setiap nyawa pasti akan kembali pada-Nya

=============================================================================

Takkala tak ada lagi kesempurnaan

dimana Merah-nya tak lagi menyala

dan Putih-nya yang tak lagi bersuci

Paling tidak perpaduan keduanya

kuharapkan bisa menghadirkan warna cinta, Merah Jambu

dihati rakyat dan pemudanya

Untuk buat Indonesia tertawa bahagia, jangan lagi menangis lara

Untuk buat Indonesia tersenyum manis, jangan lagi tersenyum miris

*Jelang 1 Syawal 1430H, 20092009 , @tanah kelahiran Ibunda