Anak dan Belajar

Kemarin, agtri beli ayam goreng di dekat kostan
Ada anak ibu si pemilik warung sedang makan siang yang usianya sekitar maksimal 4 tahun
dan.
Si ibu sedang menggoreng ayam jualan didepan warung
Si anak ternyata udah beres makan siangnya dan sekarang sedang minum.
minumnya adalah minuman dari botol
Tes.. beres, diminum hingga tetes terakhir..
Setelah minuman diteguk sampai habis,
si anak, berusaha untuk mengembalikan si botol ke ‘krat’ botol
[Krat itu.. Bentuknya Kotak, ada bolong2nya sesuai dengan ukuran botol. tempat nyimpen botol baik sudah diminum ataupun belum di toko sebelum dimasukkan ke freezer biasanya]

kalau menurut agtri,
Sebenarnya si-anak mengembalikan botol bekas minumannya di tempat ‘krat’ botol juga sudah Subhanallah..
Biasanya mah kan di tinggalin begitu aja kan ya bekas kalau habis makan teh

baby


Nah si anak ini kreatif..
jadi, si ‘krat’ tempat botol itu udah penuh
Satu-satunya space yang bisa diisi adalah lubang yang udah dipenuhi oleh sedotan bekas
Karena mungkin si anak merasa bahwa “lebih pantas botol yang mengisi, bukannya sedotan bekas..”
mulailah si anak mengeluarkan sedotan-sedotan bekas tersebut
satu..
dua..
tiga..
semuanyalah..
setelah itu dia tersenyum senang dan memasukkan botol bekasnya ke dalam bekas lubang yang tadinya  adalah untuk sedotan bekas..
Belum beres si anak tersenyum..
Tiba-tiba si ibu melihat apa yang dilakukan si anak dan teriak..
“BAONGGGGG!!!!”
alias “NAKALLLLLLLLL!!!” dalam bahasa sunda..
Lalu bilang ke anak,
“udah sana, turun ke bawah!! main sama si-mbah!!”
Udah aja si-anak turun tanpa penjelasan lebih lanjut

dan yang agtri tangkap, nilai pembelajaran dan kebenaran dari si anak pupus dengan satu teriakan “BAONGGGGG!!!!”

KEsabaran bagi para pendidik adalah hal yang tidak bisa di pisahkan begitu saja..
Kata-kata julukan atau makian justru bisa melekat lebih erat di dalam pikiran si anak..
Jika anak sedari kecil sering dipanggil dengan sebutan-sebutan entah itu nakal, bandel, pemalas, dsb.. itu justru akan menimbulkan persepsi bahwa.. Ya dia memang seperti itu..

Alangkah lebih bijaknya dan berorientasi masa depan jika yang dilakukan si ibu adalah
tersenyum pada si anak dan berkata “sayang.. pinter deh anak ibu, Udah bisa ngeberesin bekas makan ya? nah, sedotan bekasnya dikumpulin ya anak shaleh.. terus kita buang sama-sama ke tempat sampah..”

Mungkin kalimat ini bisa menjadi win-win solution bagi si ibu dan anak. Toh akhirnya si anak belajar bagaimana yang seharusnya Ia lakukan. Dan si ibu juga tidak perlu capek hati dan fisik untuk membereskan karena sudah langsung di bereskan oleh si anak..

Berita Duka, saudara dekat ditempat jauh.. Palestina..

Dunia ini makin renta..
Sudah beranjak ke abad XXI
Namun, ternyata.. tindakan imperialisme fisik masih juga terjadi..

Amazing bukan ???

Sebuah negeri yang aman dan damai didatangi oleh ‘parasit’ berupa spora dan mengaku bahwa tanah itu adalah tanah dari TUhan yang dipersembahkan untuk mereka..
Amazing??
Dunia terdiam dan tak membela yang didatangi parasit seolah sepakat dengan apa yang mereka lakukan..
How come?
Kini, bukan sehari dua hari mereka ‘memparasit’ disana..
sudah hitungan puluhan tahun..
1948 menyatakan mereka menyatakan merdeka..
Mana hak asasi internasional yang digaungkan? Dunia seolah terdiam. Terdiam takut ataukah bingung atau malah tak berpikir sama sekali??

Ini bukan lagi masalah perjuangan umat Islam sebagai saudara dari umat Islam di palestina.

Ini masalah dunia…
Dimana hak-hak itu digantungkan?

Dan,kemarin dan hari ini aku tercabik lagi..

“Gaza diserang! Lebih dari 200 orang syahid. Dunia diam. Kita harus bergerak”

Liar tangan ini mencari berita terbaru tentang saudara-saudaraku di Palestina..
Tertegun..

palestine

Berita Duka dari Palestina

Pada hari ini Sabtu tanggal 27 Desember 2008, Dunia Islam berduka kembali setelah Teroris Israel La’natullah alaihi melakukan rangkaian serangan udara ke Gaza yang menyebabkan kurang lebih 205 orang syahid dan melukai 800orang lainnya. Informasi tersebut saya lihat di headline news di Metro TV, dalam berita itu nampak sekali orang-orang yang tak berdosa, saudara muslim Palestina gugur berjatuhan menjadi syuhada, bahkan nampak oleh mata saya 2 orang bocah yang terluka akibat gempuran udara yang membabi buta zionis biadab Israel dan mungkin masih banyak bocah-bocah kecil tak berdosa yang menjadi korban dari kekejaman tentara Israel pada serangan itu.

Segera setelah kejadian itu, Pemerintah Mesir mengeluarkan pernyataan mengutuk serangan yang dilakukan tentara Israel, kemudian disusul oleh Uni Eropa juga mendesak Israel supaya menghentikan serangan. Menurut saya, sejuta kutukan dari negara-negara Arab atau negara muslim lainnya tidak akan merubah keadaan tanpa ada dukungan nyata bagi saudara muslim di Palestina, sebab sejuta kutukan tiada artinya, bahkan tidak akan melukai sedikitpun walau sehelai rambut dari serigala-serigala tentara zionis Israel yang biadab itu, mungkin bagi mereka kutukan itu hanyalah omong kosong belaka yang hanya menjadi bahan tertawaan mereka.

Rakyat Palestina perlu dukungan nyata untuk melanjutkan perjuangan mereka untuk memperoleh kemerdekaan dan melepaskan diri dari cengkraman penjajah Israel. Berbagai upaya perdamaian dan gencatan senjata yang telah diusahakan tidak satupun membuahkan hasil, dan lagi-lagi yang menjadi korban adalah rakyat muslim Palestina yang tak berdosa. Namun demikian, jatuhnya korban tidak sedikitpun menyurutkan semangat perjuangan dari rakyat Palestina, karena bagi mereka hanya 2 pilihan, Kejayaan atau Mati Syahid.

Lalu, apa yang bisa lakukan?

1. Do’a..
Ini hal yang sangat2 dibutuhkan oleh saudara-saudara kita disana..
Mereka butuh penguat dan semoga do’a kita bisa menjadi salah satu penguat bagi saudara-saudara kita disana..
200 orang syahid dalam 1 serangan..
Pernahkah kita berpikir?
200 itu bukan angka yang sedikit. Bagaimana harga 1 nayawa?
Jangan bayangkan Indonesia yang ‘surplus’ manusia..
Bayangkan perasaan kita jika diantara yang 200 itu ada ayah kita, ibu kita, adik kita, anak kita, suami atau istri kita bahkan jika itu adalah teman atau tetangga kita..
MasyaAllah pasti luar biasa sakit..
Tapi tahukah engkau saudaraku..
Beberapa ibu malah tidak meneteskan air mata..
Mengapa?
karena mereka tahu bahwa putra putrinya telah mendapatkan apa yang di cita-citakan oleh mereka.. Tempaan macam apa yang bisa melahirkan pribadi-pribadi dengan kesabaran yang luar biasa macam ini?

2. Uang..
Salurkan bantuan kita ke lembaga-lembaga keislaman terdekat yang bisa dipercaya untuk bisa menyalurkan kepada yang berhak.
Untuk ITB misalnya silahkan ke Gamais ITB.
Saudara2 kita disana butuh dana..
Jangan bayangkan mereka masih bisa berangkat kerja ke kantor..
masih bisa ke supermarket atau pasar untuk membeli kebutuhan..
Kota lumpuh ketika ada penyerangan..
Dari mana mereka bisa mendapatkan uang dan makanan jika kondisinya begitu?

3. Aksi
mari bersama-sama turun ke jalan..
Apa si gunanya aksi?
Aksi adalah bentuk penyadaran dan pencerdasan agar masyarakat luas, bisa ‘aware’ bahwa sesuatu sedang terjadi loh..
bukan hanya memikirkan “besok masak apa?”, bukan hanya “besok mau ke salon mana?”.
bukan juga “besok mau clubbing dimana”..
Aksi juga sebagai desakan kepada pemerintah agar bisa menentukan sikap..(tegas gitu kek…)

Aksi yang kita lakukan disini..
percaya atau tidak, terasa ruh-nya hingga kesana…
Terutama media yang berkembang pesatkini, bisa menjadi jalan agar semangat perjuangan dan dukungan yang kita berikan kepada saudara-saudara kita di palestina bisa menjadi semangat bagi mereka..

Analoginya, kalau kita lagi diserang sama orang lain, terus ada saudara yang walaupun mungkin cuma pake sms dan bilang “Chaiyyo… semangat.. kamu pasti bisa..”
pastinya ada semangat baru dan ada sugesti bahwa “saya dapet dukungan, saya harus berusaha..”

Semoga Allah senantiasa memberikan ketabahan untuk senantiasa memperjuangkan kebenaran..

Debu-debu beterbangan/Kabut di tanah kemuliaan/Kringat darah bercucuran/Iringi kepergian

Bribu nyawa tlah terbang/Menuju tempat yang dijanjikanTapi ghiroh tak kan sirnaBebaskan bumi anbiya

Puing bebatuan tlah menjadi saksi/Kekejaman yahudi bangsa syaithon/Meninggalkan luka, jiwa terzholim/Berazam bebaskan Palestina kembali

Derap-derap pejuang/Generasi nafas perubahan/Rengkuhlah kejayaan/Goyah jalan disingkirkan

Mengeja U-K-H-U-W-A-H

Maaf Saudaraku..

Aku harus mengeja lagi satu kata
satu kata yang sangat spesial bagiku, ukhuwah

U-K-H-U-W-A-H

Tak sulit tenyata diucapkan di bibir ini
Hanya terdiri dari 7 huruf,
7 huruf yang tak bisa sekadar dituliskan saja
tapi terasa,

terasa disini,dihati

Teringat pembina pertama menjelaskan mengenai makna dari 7 huruf ini..
entah, mengapa, diri ini menjadi lebih tenang setelahnya
Ada kesadaran bahwa aku memang tidak sedang sendiri menjalani kehidupan ini

Tenang…

lalu kini, aku juga sampaikan pada adik-adikku
betapa
ikatan ukhuwah Islamiyah kita ini
bukan lah ikatan karena kesamaan daerah, bukan pula karena kesamaan bahasa, dan bukan pulan karena kesamaan negara

Ikatan ini adalah ikatan karena Aqidah..

Sekali lagi Karena aqidah..Itulah alasan mengapa bisa mencapai taraf abadi..

Muncul lagi di benak mengenai tingkatan ukhuwah yang berpuncak kepada ‘itsar

Ukhuwah merupakan poin penting untuk bisa menambah keberkahan kita dan semoga bisa mempercepat datangnya kemenangan itu

Rindu diri ini akan kemenangan,
Namun,, apakah iya kita sudah cukup pantas mendapatkan kemenangan itu?

Satu hal saudaraku, iya, kita bisa..
Yakinlah selama kita melakukan apa yang Allah kehendaki dan dengan cara yang Allah Ridhai, kita bisa..

Dan, ukhuwah adalah salah satu syarat mutlak yang harus terpenuhi untuk bisa mendukung kemenangan itu..

Dikutip dari buku taujihat. Gambaran mengenai persaudaraan yang luar biasa..

Saudaraku, kekuatan ukhuwah memang hanya dapat dibangkitkan dengan kemuliaan akhlak. Oleh karena itu, tampaknya kita amat merindukan pribadi-pribadi yang menorehkan keluhuran akhlak. Pribadi-pribadi yang aneka macam buah pikirannya yang sekuat-kuatnya dicurahkan untuk meringankan atau memecahkan masalah-masalah yang menggelayut pada dirinya sendiri maupun orang-orang disekelilingnya sehingga berdialog dengannya selalu membuahkan kelapangan.

Tatapan matanya adalah tatapan bijak bestari sehingga siapapun niscaya akan merasakan kesejukan dan ketentraman. Wajahnya adalah cahaya cemerlang yang sedap dipandang lagi mengesankan karena menyemburatkan kejujuran itikad. Sementara itu, senyum yang tak pernah lekang menghias bibirnya adalah sedekah yang jauh lebih mahal nilainya daripada intan mutiara. Tak akan pernah terucap dari lisannya, kecuali untaian kata-kata yang penuh hikmah,menyejukkan, membangkitkan keinsyafan,  dan meringankan beban siapapun yang mendengarnya.

Jabat tangannya yang hangat adalah jabat tangan yang mempertautkan seerat-eratnya dua hati dan dua jiwa yang tiada terlepas, kecuali diawal dan diakhiri dengan ucapan salam. Kedua tangannya teramat mudah terulur bagi siapapun yang membutuhkannya. Sementara itu, bimbingan kedua tangannya, tidak bisa tidak, selalu bermuara di majels-majelis yang diberkahi Allah Azza Wa Jalla

Rabb.. izinkan kami agar bisa menjadi seperti itu…

NB: Syukran pisan atas kunjungan 2 bidadari tadi siang..

Bertemu dengan saudara memang mujarab untuk mengobati sakit. Uhibukifillah..

Etika di dunia Maya

Dunia maya makin lama makin menujukkan eksistensinya

Bahkan ada yang begitu bangun tidur yang dilakukan pertama adalah mengecek entah itu email, friendster, facebook, atau sekadar menyapa teman yang sedang ‘online’ untuk menyatakan eksistensinya pagi itu

Betul-betul peluang besar ya untuk bisa memberikan banyak manfaat bagi orang lain

Em.. tapi, makin kebelakang..

Agtri sendiri coba tuk refleksikan

Kenapa saya harus eksis (baca:berkontribusi) di dunia maya..

Yakin deh, kita semua eksis di dunia maya adalah untuk yang tadi sudah agtri sebutkan diatas, agar bisa memberikan banyak manfaat untuk orang lain .

Ya nggak?

Tapi (muncul tapi lagi ya?)

Makin kesini, makin banyak hal yang sifatnya permissif yang muncul.

Perlu nggak ya,ada yang namanya kode etik interaksi di dunia maya.

Emang seberapa parahnya sih kondisi sekarang?

Terus gimana idealnya?

Solusi dari agtri gimana?

Ok..

Ok..

Mari kita diskusi

Sekali lagi,ini pendapat searah dari Agtri ya,

Kalau ada yang mau menanggapi mah sangat dipersilahkan.

Permasalahan ini muncul di beberapa ‘titik’ yang sering digunakan seperti:

1. Instant mesangger. Ok sebut saja status YM agar lebih familiar
2. Content E-mail
3. Content Friendster
4. Content Facebook
5. Content Blog

Secara garis besar kondisinya begini:

Isi tulisan yang sering membuat multiinterpretasi bagi yang membaca

Ok, kita ambil contoh untuk YM. Status YM yang multi interpretasi tidak jarang membuat jengkel atau marah atau bahkan malah membuat tersipu yang membacanya (Iya gitu?). Salah seorang ikhwah pernah menyampaikan pernyataan bahwa“status YM itu terkadang mengundang orang lain untuk berbicara dengan kita” iya juga sih ya.. Memancing

Tapi.. Mohon, jangan salah pergunakan status YM antum..

Ada banyak hal atau kata-kata hikmah atau paling tidak alamat2 situs di dunia maya yang bermanfaat untuk dikunjungi untuk bisa antum tampilkan di status YM antum,..

Mohon… jangan pasang status YM yang terlalu membuka diri. Bahkan punten,seolah ‘menawarkan diri’. Terutama untuk kita semua yang sudah jadi Qiyadah ataupun sudah jadi Pembina.. Apa yang antum perbuat itu, akan dicontoh oleh adik2 antum, oleh teman2 antum.. baik itu oleh ‘ammah ataupun sesama kader.

Unta-unta merah yang bisa menjadi jalan menuju Jannah-Nya bukan tidak mungkin justru malah berbalik membolongi pundit amal kebaikan. Karena kelalaian membawa orang lain justru malah menjauh dari Allah. Innalillahi..

Nggak rugi ko, pasang status YM yang ‘normal’. Bahkan ada temen agtri yang non-I malah status YM-nya selalu kata-kata bijak.. lalu kita?

Ok masuk ke solusi:

· Baik dalam dunia maya ataupun nyata, jangan lupa dengan hadits, “berkatalah yang baik,jika tidak maka diamlah”. Untuk di dunia maya.. daripada ngetik status YM yang nggak jelas kalau sedang tidak ada kata-kata hikmah yang bisa di bagi, ya klik saja pilihan yang sudah ada. “available” kah, “BRB” kah, atau yang lain

· Sebaiknya Hindari kalimat yang menyinggung orang lain. Mudahnya, jangan cari perkara didunia nyata ataupun dunia maya. Hal itu malah memperkeruh masalah dan menegangkan urat syaraf anda

· Sebaiknya Hindari kata-kata yang ‘mempromosikan diri’. Antum ingin mendapatkan ‘yang baik’kan? Yakinlah seseorang ‘yang baik’ insyaAllah tidak akan menanggapi antum apalagi ‘sampai jadi’ via dunia maya.. Ada jalur yang lebih berkah insyaAllah. Kalau sudah siap, ya pakai jalur itu, bukan malah ‘mengumbar’ dimana-mana. [No offense.. J]. Jadi teringat status salah seorang ikhwah “Jika memang untuk-Nya, maka lakukan dengan cara-Nya”.. Sepakat!

· Siapkan saja berbagai ‘amunisi’ kata-kata hikmah dalam pikiran sebelum online. Ini ada salah satu status YM terbaru yang menginspirasi dan menohok agtri dari salah seorang saudari. “Apakabar IMAN? Semoga sedang menapak TINGGI.. Apakabar CINTA? Semoga sedang tidak MENDUA.. Apakabar HATI? Semoga sedang tidak MATI..”

Foto-foto ukhty dimana-mana..

Ya.. Fenomena kedua adalah.. betapa maraknya foto-foto saudariku di dunia maya…

Wa.. agtri aja ‘kesengsem’ liat foto-foto akhwat yang cantik-cantik dan manis-manis..

Entah di picture YM, di Blog, apalagi di facebook..

Duh, ukhty… anti terlalu berharga untuk bisa dilihat semua orang..

Serius,, Percaya deh..

Ukhty, perempuan itu sangat rentan dengan yang namanya fitnah. Bahkan fitnah itu bisa datang tanpa dipancing..

Ukhty, banyak sekali penyimpangan di dunia maya, banyak foto2 akhwat yang digunakan dan diedit dengna tidak bertanggung jawab oleh pihak-pihak tersebut.sekadar untuk melecehkan..

Agtri bahkan menemukan tidak hanya satu situs yang melecehkan akhwat berjilbab. Dengan sekali lagi, mengedit foto tersebut dan mempublish foto tersebut di dunia maya..

MasyaAllah..bahkan ada beberapa tokoh nasional yang foto beliau diedit dan disatukan dengan gambar yang (innalillahi) tidak senonoh..

Nggak kuat ngelanjutin ceritanya..

Gini deh,

Foto-foto yang di-upload pastinya dalah foto dengan pose terbaik kan? (ya,iya… masak foto ‘nggak banget’ yang dipajang..)

Nah pose-pose terbaik itu, wa.. entah niy, ada ikhwan yang mau ngaku nggak y?? Bikin sulit jaga hati nggak ya?

Ok, cerita dikit.agtri kan biasanya suka pasang kartun akhwat di YM picture. Ada saudari yang bilang.

“agtri, cantik deh gambar akhwatnya”. Degh.. langsung kaget.. “Cantik?” tapi itu kan kartun ukh? Emang menggoda ya?

Jawaban ukhty itu, “kalau bagi saya siy menggoda..”

Lalu secepat mungkin agtri ganti dengan gambar yang lain.

Lah logikanya, kalau akhwat aja tergoda apalagi yang beda jender?

Padahal kartun ya?

Ya,mencegah lebih baik dari mengobati.. J

Agtri khawatir karena banyak yang memasang foto diri, hal tersebut menjadi sesuatu yang ‘biasa’…

“Em.. dia juga pasang foto ko..”

“Teteh itu juga..”

Hujjah seperti ini yang sering diberikan

Solusi:

· Gunakan gambar2 bintang kesukaan

· Gunakan gambar yang terkait dengan hobby kita :D

· Sekarang semakin banyak kartun-kartun akhwat yang lucu, bisa menjadi alternatif solusi untuk menghindari fitnah dan hal-hal lain yang tidak diinginkan

Diskusi di dunia maya

Apa ya?

Intinya mah hati-hati dengan semua bentuk percakapan di dunia maya. Jangan sampai kebablasan jadi ngebicarain orang (ghibah) apalagi sampai ke Fitnah.

Astagfirullah..

Jauhkan kami dari kesia-siaan Ya Rabb…

Solusi:

· Ingat bahwa Allah melihat kita dimanapun kita berada. Mau di dunia maya, dunia nyata sama saja. Miliki kesadaran bahwa Allah selalu melihat kita

· Jika memang tergolong ‘mudah terpengaruh’, jangan coba-coba untuk masuk tanpa persiapan. Stop jika mulai merasa melenceng dari tujuan awal

Wallahu ‘alam

Bukan (hanya) Salah Fir’aun

Tahu dengan Fir’aun?

Ya, semua orang insyaAllah tahu dengan julukan yang satu ini..

Dan,

Akar dari segala kejahatan Fir’aun adalah sikap melampaui batas (thugyan)nya

“Pergilah kepada Fir’aun, sesungguhnya ia melampaui batas” (QS.An-Nazi’at:17)

Sikap melampaui batas ini adalah akibat ia menganggap dirinya serba cukup:

cukup pujian, cukup kekuatan, cukup kepatuhan dari bawahan, cukup loyalitas, dan seterusnya.


Mengapa Fir’aun menganggap dirinya serba cukup, paling hebat dan paling kuat?

Bagaimana ia berani bertindak melampaui batas-batas nurani dan kemanusiaan?

Bukankah dahulu pernah ada Raja Sulaiman,

yang walaupun kekuasaannya amat besar tapi tak memebuatnya begitu.

Mengapa?

Al-Qur’an telah memberikan jawaban atas pertanyaan itu.

Ternyata orang-orang disekitarnyalah yang membuat Fir’aun merasa serba cukup, paling hebat sekaligus penguasa nan tak tertandingi. Memang Fir’aun bukan orang shalih. Tapi segala kejahatan Fir’aun mungkin takkan jadi besar jika ada orang yang berani mengatakan “tidak”.

Oleh karena itu, judul tulisan “Bukan Hanya Salah Fir’aun” yang menjadi judul buku dari Kumpulan Ibroh Majalah Sabili muncul

Karena memang bukan hanya salah Fir’aun ternyata,

Tapi juga karena pengaruh sekitar

Yang masih ragu mengatakan bahwa yang Betul adalah betul

dan yang salah adalah yang salah

Diam-lah yang menumbuhsuburkan “Fir’aun”


(Ketika ada yang berbuat salah dan di-diamkan, jangan2 kesalahan itu bukan hanya milik si-pelaku. Tapi juga ada peran kita disana yang men-diamkan itu semua. Pesan Moral: Jangan buat saudara kita jadi Fir’aun :D )

Jika Kecewa..

A: ana kecewa,…dakwah dan barisan orang – orang yang selama ini digembar gemborkan keshalehan dan kebersihannya, yg selama ini degaung-gaungkan -yang katanya- perjuangannya…ternyata sama saja dengan yang lain. Tidak ada bedanya….

B:   jamaah ini bukan jamaah malaikat akhi, sebagai manusia pasti tidak akan pernah luput dari yang namanya kesalahan dan kekhilafan

A:   ana faham, tapi seharusnya mereka juga punya mekanisme untuk mengatasi masalah-masalah ini. Tidak hanya berlindung dibalik kata-kata bahwa “kita bukan malaikat.., hanya manusia biasa..” – kenapa yang lain malah diam saja, dan membiarkan. Bahkan berkata kalo itu bukan urusan mereka..? Kalopun ada yang protes, malah disebut pembangkang…

A:   belum lagi, langkah – langkah yang diambil yang semakin kelihatan “kebablasan…”, dengan alasan pengembangan, yang muncul justru batas – batas yang dilanggar. Ada apa ini…? Sudah silau dengan dunia? Dengan kekuasaan?….sampai-sampai harus menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya…? Dulu, dakwah ini tidak seperti ini…

B:   ……………………………


Bukan sekali dua kali saya berhadapan dengan keluhan-keluhan seperti ini, tapi bisa dibilang sering.

Baik dari orang-orang yang hanya mengamati dari luar, dari ikhwah, bahkan harus saya akui, terkadang saya sempat berfikir seperti itu

Hhhh, saya hanya bisa menarik nafas. Benar, dada saya sesak, tidak dapat berkata- kata, rasanya saya ingin menangis saja

Apalagi saya tau, mereka berkata seperti itu bukan tanpa bukti, semua ini muncul karena adanya fenomena-fenomena ikhwah yang “gugur”, dengan berbagai alasan tentunya, tapi yang sering terjadi adalah karena : harta, jabatan, bahkan wanita-  sesuatu yang mungkin tidak pernah terbayangkan akan terjadi di masa yang lalu.

Lalu, apa yang salah?

Sekali lagi saya hanya bisa menarik nafas, karena dada saya tiba-tiba terasa sesak…

Dakwah sekarang memang menghadapi medan yang begitu berat, bukan berarti yang sudah dihadapi sebelumnya tidak seberat saat ini, karena sejatinya setiap masa mempunyai tantangannya masing – masing

Lalu, mengapa dulu tidak ada kasus – kasus seperti sekarang?

Jika diibaratkan dengan perang, mungkin dulu kita dihadapkan dengan perang fisik, banyak yang harus masuk penjara, diancam, disiksa,..bahkan tidak sedikit yang dibunuh. Setelah kondisi membaik, kita harus bersusah payah memperkenalkan dakwah kepada orang banyak, dengan berbagai tampilannya…. Kemudian dakwah ini mulai mendapat tempat, mulai diterima, didukung….dan mulai diberi kesempatan untuk berkuasa

Disinilah tantangan yang terbesar, kita mungkin bisa sanggup disiksa secara fisik, ditekan, dan lain sebagainya, karena yang kita rasakan justru adalah rasa manis sebuah pengorbanan,itu adalah jihad kita, sehingga kita tidak bergeming. Bahkan justru semakin menguat azzamnya.

Namun, berapa orang yang sanggup bertahan dalam kondisi yg nyaman? ketika kemudahan mulai datang, ketika kita mulai dikenal , bahkan disanjung, disebut-sebut sebagai pejuang keadilan ?  Banyak yang mulai bersentuhan dengan kekuasaan, Tidak sedikit yang kehidupannya mulai membaik, dari hidup sederhana dan pas-pasan menjadi mewah bahkan berlebihan

Ternyata, disini tekad dan azzam kita kembali diuji

Ternyata, ada yang terlena – sebagian kaget dengan ghanimah melimpah yang datang tiba-tiba, banyak yang berguguran. Dan, tidak sedikit yang lupa daratan.Na’udzubillah

Dibutuhkan orang – orang berhati besar, berilmu, dan istiqomah

Ya, perjuangan saat ini mungkin lebih menguras tenaga. Dibutuhkan orang – orang yang berbesar hati, yang bisa menerima dan memahami kenyataan bahwa memang, jamaah ini bukan jamaah malaikat. Karena dengan memahami, kita akan sanggup memperbaiki keadaan dengan tetap tenang, tidak emosional. Dengan memahami, kita akan terbebas dari penyakit ghurur – merasa bahwa kita tidak akan pernah salah, Naudzubillah – sehingga kita tidak takabur, dan merasa paling bersih serta benar. Bukan berarti kita harus taklid, kita tetap wajib menjadi kritis, bukankah itu juga adalah tanda cinta kita kepada dakwah? Namun, dengan memahami, kekritisan itu justru akan menjadi nilai konstruktif, bukan destruktif.

Perjuangan sekarang juga menuntut kita untuk semakin berilmu. Dengan memiliki kredibilitas ilmu yang memadai, kita akan sanggup melihat masalah dari berbagai sisi. Sehingga kesalahan-kesalahan yang terjadi tidak akan sanggup merusak, bahkan meniadakan nilai- nilai perjuangan yang sudah diukir sejak dulu, bahkan sebelum kita bergabung. Dengan ilmu yang cukup, kita tidak akan mudah ber-su’udzhon kepada saudara kita seiman, bahkan seperjuangan. Dengan ilmu yang cukup, kita akan bisa memahami medan, sehingga kita bisa menyelamatkan diri, dan saudara-saudara kita dari ranjau – ranjau berbahaya yg berserakan. Karena dengan ilmu, masalah – masalah yg muncul pasti dapat dicari jalan keluarnya.

Dan yg paling utama, dibutuhkan orang-orang yg senantiasa istiqomah. Dakwah bukan untuk orang-orang manja, yg ketika melihat hambatan dan tantangan, serta kawan-kawan mereka yg jatuh bergelimpangan, mendadak menjadi gelisah, merengek minta ditenangkan, dan bahkan mundur ke belakang barisan.

Orang – orang yg istiqomah, yg ketika melihat tantangan mereka segera meminta perlindungan kepada Allah, serta tetap bergerak

Orang – orang yg istiqomah, yg ketika melihat dakwah ini mulai oleng ia akan berusaha sekuat tenaga untuk kembali menegakkannya, bukan malah meninggalkannya

Orang-orang yg istiqomah, yg tetap teguh memegang janjinya kepada Allah karena yakin Allah akan menepati janjiNya, memberi mereka kemenangan atas perjuangannya.

……………………………………….

B:   ana faham ketika antum kecewa, dan bahkan ana juga pernah merasakan hal yang serupa. Mungkin ini adalah ujian bagi kita, mungkin kita selama ini sudah menjadi sombong, merasa suci, merasa paling benar, merasa diri sudah menjadi malaikat. Yang harus kita fahami adalah, bahwa yang kita hadapi sekarang jauh lebih berat daripada dulu, sehingga ilmu kita juga harus semakin tinggi.. Jika kita merasa kecewa, apalagi para pendahulu kita? tapi mereka tetap disini, tetap berjuang, padahal ilmu mereka jauh lebih tinggi daripada kita, dan mereka tentu lebih memahami tabiat dakwah ini. Yakinlah, bahwa Allah yang menjaga dakwah ini. Dan untuk Allah saja kita berjuang, bukan untuk dipuji dan dihargai orang. Selama dakwah ini belum menyeru kepada kemunkaran, maka kemenangan pasti akan datang.

A:   tapi apa kata orang..?

B:   jangan pedulikan kata orang, kita bekerja saja, biar Allah yang menilai. Karena perjuangan kita ini juga adalah karena Allah. Biar Allah saja yang menilai…..



Lagi-lagi.. masih belum bisa mem-post hasil karya sendiri (lagi introspeksi diri :) tapi tidak ingin kehilangan kesempatan untuk berbagi )


Karena Allah Muara semua tanya..



=> untuk yang memutuskan untuk pergi,

Apakah orang2 yang kini bertahan tidak merasakan kepedihan yang kalian rasakan?

Apakah orang2 yang masih bertahan berkurang bebannya setelah ditinggalkan?


Jawablah wahai pejuang..


Berbahagialah pejuang yang tak mengkorupsi kemenangan masa depannya. Walaupun hanya dengan rintihan sesal didera lelah

Noda

Barusan dapet dari hasil blogwalking..

Saat saya bepergian dari Jakarta menuju sebuah desa di Lampung di tempat kakek saya tinggal, saya tiba pada pagi hari. Di rumah, kakek menyambut saya dengan hangat. Karena saya tiba pagi hari, kakek pun bertanya, “Sholat subuh di mana tadi?”
“Nggak sholat kek. Gak sempat. Waktunya habis di dalam mobil.” Jawab saya agak malu.
“Lho, kan bisa sholat di mobil.”
“Mmm… malas kek. Ngantuk. Sekali-kali lah.” Saya berharap kakek bisa mengerti. Tapi tetap saja saya tangkap kesan heran di wajah kakek. Mungkin karena beliau tahu saya rajin beribadah, tapi untuk urusan perjalanan, saya dengan ringan meninggalkannya.
Setelah diam sesaat, kakek berkata. “Nanti sore kalau gak capek, kita bisa jalan-jalan ke kebun.”
“Asyiik!!!” Sambut saya sumringah.

Senja tiba. Saya sudah siap melihat-lihat kebun kakek yang tidak jauh dari rumahnya. Entah kenapa, kakek meminjamkan sebuah celana berwarna putih untuk saya. Maklum karena di kebun tentu saja kami akan berkotor-kotor, saya tidak ragu mengambilnya. Daripada celana yang saya bawa dari Jakarta yang saya pakai. Sayang, persediaan terbatas.  Tapi aneh, pada akhirnya kakek berkata, “Kalau celana itu sampai kotor, kamu cuci sendiri ya!!” Saya tidak mengerti maksud kakek, tapi saya ikuti saja. Dan saya lihat kakek sendiri menggunakan celana hitam.

Perjalanan di mulai. Setelah 15 menit kami sampai di kebun kakek. Di kebun itu kami berkeliling menyaksikan bermacam tanaman yang ditaman oleh kakek, mulai dari pisang, jagung, hingga cabai.

Setelah puas, kami istirahat sejenak. Tanpa sungkan, kakek duduk di tanah dan menyuruh saya duduk di sampingnya. “Duduk lah.”
“Gak ah, kek. Takut kotor.”
“Kenapa takut kotor? Kakek santai saja kok duduk di tanah.”
“Ya jelas. Kakek kan memakai celana hitam. Sedangkan celana saya putih.”
“Memang kenapa kalau celana putih?”
“Kalau celana putih, kan susah dicucinya kalau kena noda. Kalau tidak bersih, nodanya akan terlihat jelas. Sedangkan celana hitam, tidak terlalu kentara kalau kotor.”
Kakek terangguk-angguk. “Apa kamu bisa mengambil pelajaran dari hal tersebut?”
“Hah?? Pelajaran apa kek???” Aku agak bengong.

“Kamu mengerti, bahwa perumpamaan orang munafik atau fasik, adalah seperti kakek ini yang memakai celana hitam…”
”Lho, maksud kakek?” Aku memotong.
“Dengar dulu!! Orang yang memakai celana hitam, tidak akan merasa was-was kalau celananya kotor. Dia tidak akan malu berjalan di tengah orang banyak dengan celana yang terkena noda tanah di sana sini. Sedangkan orang yang beriman, seperti orang yang memakai celana putih, yang ia khawatir apabila celananya sedikit kotor, maka noda itu akan terlihat jelas.”
Aku mengangguk-angguk. “Ooh… iya kek. Gak nyangka kakek filosofis banget.” Ujarku sambil ‘nyengir’.
“Apa kamu tidak mengambil pelajaran terhadap diri kamu sendiri?”
“Maksudnya, kek?”
“Bukankah tadi pagi kamu menggampangkan tidak sholat subuh? Muhasabah lah!! Apa mungkin hati kamu sudah terlanjur kotor sehingga setiap kotoran baru yang menempel bukan menjadi sesuatu yang mencolok?”
“Astaghfirullah…” Aku terhenyak.
“Kalau hati kamu bersih, tentu saja kamu tidak ingin ada setitik noda pun hinggap di hati kamu.”
“Astaghfirullah. Iya kek. Saya sadar, saya salah. Kalau begitu, mulai sekarang saya akan berusaha membersihkan hati saya. Akan saya jaga agar hati saya senantiasa bersih, tidak boleh ada kotoran yang hinggap. Saya akan selalu bersihkan dengan istighfar.”
“Bagus!!” Kakek mengangguk-angguk….

Saat alam menunjukkan tanda bahwa saat maghrib hendak tiba, kami pulang ke rumah. Di jalan, saya termenung. Lalu berkata kepada kakek, “Kakek, saya jadi paham kenapa kalau ada orang baik yang ketahuan aibnya, selalu menjadi bulan-bulanan gosip dibanding orang jahat yang ketahuan aibnya.”
Kakek mengangguk-angguk.
“Ya ya ya…. Ya seperti tadi, karena orang yang baik yang ketahuan aibnya itu seperti sebuah pakaian putih yang terlihat terkena noda. Nodanya akan mencolok dilihat oleh orang banyak. Beda dengan orang jahat, orang sudah terbiasa dengan berita aibnya. Tak terlalu menjadi bulan-bulanan omongan orang.”
“Benar kek. Tapi, susah ya menjaga hati ini bersih. Menjaga perilaku ini tetap bersih. Karena kotoran ada di mana-mana. Kalau terkena noda, akan mencolok. Dan harus dibersihkan dengan tenaga yang ekstra. Belum lagi omongan orang-orang… Hhh…”
“Hahaha….” Kakek tertawa kecil.

—-

Ibnu Mas’ud r.a. berkata “Orang yang benar-benar beriman, ketika melihat dosa-dosanya, seperti ia sedang duduk dibawah gunung. Ia kuatir kalau-kalau puncak gunung itu jatuh menimpanya. Adapun orang munafik, ia memandang dosa-dosanya seperti menghalau lalat di ujung hidungnya.”

Mengapa?

langit

Mengapa kecerahan langit pagi ini lagi-lagi tak bisa ceria kan diri ini ya?

Akankah sesaat atau seterusnya begini?

(Jika memang salah, katakanlah salah..)

2 Januari 2009

Akhirnya aku memahami bahwa yang dapat merubahnya adalah keikhlasan..

Nda..

kartun-muslim

Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda

Jika kita ingat kembali, apa yang telah ibu berikan kepada kita,

Semua penggalan kenangan itu..tak kan tergantikan..

Nikmatnya lahir di keluarga muslim, mungkin jarang kita syukuri…

padahal, jika kita teringat..

bahwa yang menjadikan seorang anak menjadi nasrani, majusi atau pun muslim adalah orang tua si-anak..

Pernahkah kita berterima kasih karena tak perlu bersususah payah mendapatkan hidayah tuk jadi seorang muslim?

Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku

Betapa.. kasih sayang ibu kepada kita anak-anaknya..

Berjuta kata tuk ungkapkan kasih sayang takkan sebanding dengan payah mu selama ini..

Berjuta senyuman tuk sampaikan kecintaan takkan sebanding dengan tulus perjuangmu selama ini..

Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu dtimang

Itulah yang ibu lakukan pada kita.. memanja.. menimang.. tanpa kenal lelah..

9 bulan bukan waktu singkat ketika saling menyatu, satu sama lain..

Ketika berbagi makanan bersama..bahkan dalam satu aliran darah.. Betapa dekatnya kita, ibu..

Nada nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya

Tuba itu, selalu engkau balas dengan susu.. Kenakalan engkau anggap sebagai pelajaran berharga bagiku..Celotehan nakal engaku jawab do’a agar aku senantiasa menjadi putri yang shalihah..

Tangan halus dan suci
Tlah mengangkat diri ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan

Jiwa raga.. ya.. karena

Dari kesabarannya lah  aku belajar hakikat perjuangan

Dari kelembutannya lah aku belajar makna kasih sayang

Dari kemurahhatiannya lah aku belajar untuk berbagi

Dari ketegarannya lah aku belajar untuk terus bangkit

Ibu.. engkau madrasah pertamaku bagiku..

Engkau seseorang yang pertamakalinya mengajarkanku tentang makna hidup..

Ibu.. doa’akan aku agar kelak bisa mendidik putra-putriku kelak seperti mu..

Mendidik putra-putri agar menjadi anak shaleh-shalihah seperti yang engkau lakukan..

Rabb.. mungkin, jika sekarang aku belum menjadi seorang anak shalihah.. maka bantu aku agar bisa menjadi shalihah..

Karena yang aku tahu, salah satu do’a yang akan terus mengalir bagi kedua orangtua adalah do’a dari anak shalihah..

untuk itu Ya Allah.. izinkan agar aku bisa menjadi anak shalihah..

Agar bisa memberikan sesuatu yang berarti untuk kedua orangtuaku..

yaitu sepenggal do’a dari anak yang shalihah..

Rabb..

Kasihilah kedua orang tuaku melebihi kasih sayang keduanya kepadaku..

kumpulkanlah kami kelak di Jannah-Mu

Oh bunda ada dan tiada dirimu
Kan slalu ada di dalam hatiku

PiLu

Apa yang Aku, Kamu, Kita, Kalian, dan Mereka tahu tentang PERIH???


Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 25 other followers