Jangan jadi korban ‘Perasaan’
22 Feb 2009 11 Comments
Bismillahirrahmanirrahim…
Akhwatfillah,
Sungguh, Tarbiyah ini mengajarkan kita
Kita – Aku dan dirimu- untuk semakin dewasa
Dewasa menjalani kehidupan dunia
Kehidupan yang makin banyak guncangan dan godaannya untuk seluruh anak keturunan Adam..
Tulisan ini ditujukan untuk mengingatkan dirimu dan terutama diri ini sendiri
Semoga ini adalah langkah preventif bagi yang tidak melakukan dan upaya penyembuhan jika sudah “terkena”
—————————————————————————————————————-
Sudah tidak populer dan representatif lagi ya istilah virus merah jambu..
karena.. sekarang sudah semakin banyak warnanya
kasihan si- merah jambu jadi korban
merah jambu itu..
[tergantung siy, jambu apa dulu.. jambu air, jambu bol atau jambu klutuk] ciri-ciri malu-malu adalah
malu kalau Allah sampai tahu (padahal da.. Allah mah pasti tahu..)
malu kalau jama’ah sampai tahu
malu kalau murabbi/yah sampai tahu
malu kalau jundi-jundi sampai tahu
malu kalau binaan sampai tahu
malu kalau mad’u sampai tahu
Nah kalau udah nggak malu-malu lagi bahkan udah malu-maluin
karena banyak orang yang tahu ‘skandal’ itu?
Bukan merah jambu lagi toh?
udah jadi merah bata, merah hati, merah darah dan merah-merah lainnya
Sehingga,
mulai dari
TTM (temen tapi ‘mau’),
Sadar atau tidak, makin lama bangunan peradaban ini makin tinggi
seharusnya makin kokoh..
Tapi..
bangunan ini makin tinggi makin rapuh
Tahu kenapa makin rapuh?
ya bisa jadi karena hal-hal macam ini..
malah membuatnya jadi keropos
dan kekeroposan itu akan meruntuhkan lambat laun bangunan yang fondasinya sudah para pendahulu da’wah pancang-kan
“Lah, bangunan ini memang rapuh.. jangan salahin saya dong, kan saya cuma sendiri”
E, akhi.. E, ukhty..
pun,
ketika Allah menakdirkan bangunan ini roboh
JANGAN SAMPAI kita memberikan ‘saham’ keruntuhan itu!!
Bosan, bosan, dan bosan..
Bosan antum mendengar kata-kata VIRUS MERAH JAMBU di kalangan aktivis da’wah??
Sama..
Ana juga bosan..
To the point saja,
catatan untuk kita semua adalah
Perasaan Suka/cinta yang tidak tepat tempat dan penyelurannya..
itu salah satu faktor yang MELEMAHKAN
tidak perlu dibahas lagi gimana orang jatuh cinta itu kan?
[kalau mau lihat saja di file ini: http://aisyahkecil.wordpress.com/2008/04/18/kemenangan-dan-kekalahan]
dan spesial untuk para akhwat,
Saudariku…
Ukhty anti adalah penentu..
Ketika ada kasus ‘perasaan’,
pemegang kunci utama penyelesaian MASALAH adalah anti..
KETEGASAN adalah hal MUTLAK yang antum miliki
terlepas ikhwannya mau gimana dan lain sebagainya
perkuat BENTENG PERTAHANAN anti
Jangan biarkan ikhwan tersebut masuk ke dalam hati
Tegaslah!!
Anti tidak ingin ‘terpeleset’ dan juga membiarkan saudara anti ‘terpeleset’ juga kan?
“Tapi teh, aku emang gini.. lagian ntar jadi galak kesannya”
Ukhty…
Segala sesuatu itu bergantung pada niatnya,
Dan perlu anti pahami bahwa TEGAS tidak sama dengan GALAK
untuk ikhwan (atau mengaku2 ikhwan)
kalau antum memang ikhwan sejati (laki-laki)
Tolong, tolong jangan ganggu saudari antum sendiri
Hari gene masih Take-take-an???
Percayakan sama apa yang Allah janjikan??
kita buka lagi surat An Nuur ayat 26
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga). (QS An Nuur:24 ayat 26)
Ikhwan dan akhwat fillah,
Sekarang kita buka surat Ar-Rum ayat:21
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (ar-Rum:21)
Saudara, Saudariku..
Jodoh kita itu sudah pasti
Walaupun kita tidak tahu
Si-A , Si-B, Si-C atau dsb…
Taruhlah kita berjodoh dengan si-A
percayakan kalau kita betul-betul berjodoh, Allah akan mempersatukan kita dengan si-A?
Mau itu dengan pacaran sebelum selama 3 tahun, dengan dikenalin temen, dengan baca proposal 2 bulan kemudian langsung menikah..
Ada banyak choice toh?
Tapi apa yang membedakan?
Yang membedakan adalah gimana cara kita mendapatkan jodoh tersebut
Apakah pakai cara yang Allah ridhai apa bukan?
dan ukhty, mencontek kata-kata dari seorang sahabat
“Perasaan” itu terjadi
karena ke-GR-an akhwat dan ke-bodoh-an si Ikhwan
(tapi nggak gitu juga siy)
Contohnya nih (‘afwan ya) Ukhty,
Entah tataran si-ikhwan mulai dari yang ngaji baru satu minggu ataupun si-ikhwan yang udah ngaji 8 tahun bahkan udah jadi qiyadah anti percaya sama janji-janjinya?
Sekali lagi..
tanya ke hati nurani anti..
Ikhwan macam apa yang ‘menggoda’ akhwat??
Sms dengan kata-kata gombal yang ketika dulu masih ‘cihuy’ dengan kata-kata “lu-gue”
sekarang diganti jadi ukhty.. atau diganti jadi anti..
Apa bedanya??
Menjadi halalkah ketika ungkapan bahasa arab yang digunakan ketika itu?
Ehm.. sepertinya kita perlu melihat lagi bagaimana status mahram dalam Islam
“Tapi, bliaukan kakak angkat ku teh..”
Duh ukhty… memang Islam mengesahkan nasab macam ini? Stop!!
Stop sekarang juga bagi yang merasa para korban “Perasaan” ini
ada beberapa tips yang agtri usulkan:
- Banyak-banyaklah mengingat Allah.. Malu lah ketika Allah melihat kita dalam keadaan
- Jangan cari-cari kesempatan untuk berinteraksi(sms, YM, Fesbuk, dll) atau bertemu langsung dengan si-anu
- Jangan cari-cari informasi ataupun hal-hal yang bisa mengingatkan kepada si-anu
- Alihkan energi, pikiran, dan tenaga ke yang lebih bermanfaat.. Masalah umat masih banyak… Ada pernyataan yang terus menerus diingat “Paling enggak, antum nggak makin mmberatkan da’wah lah… Agak ‘tega’ sih memang pernyataan ini.. Tp.. memang seperti itulah adanya..
- Ingat-ingatlah kalau anti merasa lebih nyaman dengan lawan jenis yang blm mjd mahram, ingatlah bahwa disini saudari-saudarimu menanti untuk memberikan kenyamanan yg lebih untukmu.. Hingga waktu itu tiba…
Feb 24, 2009 @ 13:06:35
Wow, ane mencium bau2 MJDK ada di sini
Teh Agtri paham betul masalah ini,
mungkin bisa jadi penasehat tim konsultasi MJDK juga.
Cuma di lapangan ternyata banyak sekali teh, realita yang tidak terduga..
Jadi seringnya ga bisa kita cuma punya 2 pilihan : hitam atau putih; putuskan atau nikahi..
Apalagi ini bukan masalah ‘teknis’ yang terukur, yang bisa diselesaikan dengan cara engineer
Emosi manusia, psikologis manusia, sebagai makhluk ciptaan-Nya yang sangat kompleks..
Feb 24, 2009 @ 17:14:59
@Aisar
Betul sekali seperti kata antum
“realita yang tidak terduga, Ini memang bukan masalah teknis yg terukur dan bisa diselesaikan dengan cara engineer”
-> kalau ttg teknis/engineering ana juga nggak paham akh,
Plano kan lebih ke sosial…
Bahkan kami belajar community development bukan hanya sampai human development…
Antum bisa baca bagian terakhir tulisan ana,
Pas bagian solusi/tips
Solusi yang manusiawi bukan?
Sebetulnya mudah untuk dilakukan bukan?
Tidak menggunakan rumus 1+1=2 yang saklek bukan?
Btw, antum udah pulang dari Jepang?
Feb 26, 2009 @ 18:44:52
Assalamualaikum..
saya copy ya teh, mau dikirim ke milis….
mungkin saya akan sering mengkopi paste ke milis, gpp kan?
spy byk yg baca dan dpt pencerahan…
krn sayang kalo tls ini ga kena ke objeknya(hehe..mana tau)
syukron.
^^
Feb 26, 2009 @ 20:25:56
@wid,
]
Wa’alaikumussalam
Wah, jadi ngerepotin Wid ut copas ^^
[dipromosiin blog lagi..
Iya, mangga..
Mudah2 bermanfaat..
Nuhun de’
NB: ut “hal2 tertentu” udah japri, biasanya via email atau fesbuk..
Feb 27, 2009 @ 08:47:58
subhanallah, teteh…
karena ikhwan boleh memilih tapi akhwat boleh menolak), bilang: “nikah atau ngga sama sekali” and klo belum siap: “cari yang lain aja”
iya, teh, akhwat kudu bin harus bin mesti tegas. jadi, bwt akhwat ni klo ditembak ikhwan and udah siap (dan mau
VMJ itu yg agak berat klo kena, teh… meluruskan niat klo ada si anu tuh yg susah… tapi insya Allah bisa! seperti kata seorang teteh untuk pengobatannya, “ibaratkan hati itu memiliki rongga… maka, penuhilah dengan porsi yang sangat besar (bahkan penuhi sehingga tak ada sedikitpun spasi) kecintaan qta kepada Allah dan cinta2 lain yang bermuara dan berhulu ke dan dari Allah…”
Feb 27, 2009 @ 18:50:40
@Chie..
Yuph.. karena nurani sebetulnya tidak bisa dibohongi…
Feb 27, 2009 @ 15:49:37
aslm. teteh, bagus bgt tulisannya.
bener2 tulisan tulus untuk saudari2 muslimah,mata sy smp perih.
jzk teh, teteh ngingetin 2 hal : jaga diri, jaga saudari!
jzk teh,
wslm
Feb 27, 2009 @ 18:54:59
@iien
Wa’alaikumussaam,
Alhamdulillah
tulisan-tulisan ini dibuat agar bisa bermanfaat untuk saudara-saudari yang lain..
Nuhun kunjungannya..
Mar 05, 2009 @ 19:31:56
istri2 rasullulah juga punya ‘perasaan’ pada rasullulah dan sebaliknya. mana ada sih wanita muslimin yang ga mau diperistri seorang imam dunia? dan rasullulah juga memiliki ‘perasaan’ pada istri2nya. tapi ‘perasaan’ itu berpangkal dari hormat dan ingin tetap menjaga kehormatan wanita2 mulia tersebut.
memiliki perasaan tertarik pada lawan jenis adalah manusiawi. cara mengungkapkan perasaan tersebut yang kadang melenceng dari sifat manusia.
yang sulit adalah jika ketertarikan ‘perasaan’ tersebut malah muncul terhadap sesama jenis. ibu no comment aja soal ini
Mar 05, 2009 @ 19:41:00
@ Bu wyd
wah..
Makasih Bu… ^^
Jan 12, 2010 @ 21:26:29
assalamu’alaykum
copy ya kak,,buat jadi bahan renungan,subhanallah tlisan kakak sangat bermanfaat