Raudhatul Jannah

Di tingkat 2 ketika sedang mengambil studio xxxxx, ana dijadikan model oleh dosen sebagai peserta yang akan ditemui dan diberi pertanyaan tentang alasan pemiliha tempat tinggal. PAda awalnya dosen ana bertanya tentang bagaimana proses bisa mendapatkan tempat tinggal letika pertama kali ke Bandung lalu apakah sudah pernah pindah jika iya kenapa pindah, dll. Jelas, karena topic survey yang akan kami lakukan adalah hunian kaum muda di Kota Bandung. Ana menceritakan bahwa ana mendapatkan tempat tinggal dari kakak yang sudah terlebih dahulu kuliah di Bandung dan kebetulan kamar yang tepat berada di de[an kamar kaka kana kosong, jadilah ana tinggal disana. Kemudian kenapa pindah? Ana menjawab karena memang tidak sesuai.. disana tidak seumuran, sudah pada kerja, tidak ada yang satu jurusan sehingga sulit bebagi kalau ada tugas dll. Dosen ana sepertinya tidak puas dan tahu bahwa ada alasan yang lebih dalam dari itu semua. Dikorek terus dengan bahasa yang bagus dan mengalair sampai akhirnya ana terbuka juga bahwa alasan utama pindah adalah karena belakangan ini sering ada laki-laki yang masuk ke kosan. Ya.. bebicara tentang lingkungan yang dapat berpengaruh ke diri kita tentu lingkungan kita yang terdekat. Tempat kita pulang melepaskan lelah dari seharian beraktivitas diluar rumah. Ketika bicara tentang hunian tidak hanya kita sekadar berbicara tentang rumah sebagai bangunan yang fisik tetapi adalah bagaimana interkasi dan kehiduoan didalamnya. Hal ini senada dengan yang ana pelajari ketika kuliah. Dan patut kita sadari bahwa lingkungan yang akan bisa mencerminkan bagaimana kita sebenarnya adalah tempat tinggal kita. Ana sampai saat ini sudah 2 kali pindah. 2 hunian diawal dimilki oleh non-muslim dan dihuni oleh kebanyakan teman2 ammah. Ana lemah, ana tidak punya kemampuan untuk merubah lingkungan ini lama2 justru ana yang bisa2 terbawa. Tidak tahan akhirnya ana pindah.. ana belum siap.. Saudariku.. bagi akhawat hunian adalah penjagaan kita yang paling dekat.. teman satu hunian kita adalah saudara terdekat kita saat ini.. akan sangat berbeda ketika di kosan kita hanya bisa sholat, tilawah, shaum, QL, dll sendirian dengan bersama saudara yang lain.. BI’ah inilah yang akan menjaga kita.. berbeda dengan ikhwan yang waktu aktifnya 24 jam.. kita hanya 12 jam berada diluar rumah ukhti.. selebihnya?? Kita aka nada dirumah dan memamng da’wah kita dirumah.. bersama2 merajut indahnya persaudaraan… mengajar mengaji adik2 disekitar tempat tinggal.. berdiskusi tentang bahasan rapat tadi sore.. shalat berjama’ah… iftar bersama.. banyak hal… bersama membangun peradaban dari ruamh kecil kita… Tempat tinggal kita… Salam Sayang untuk Saudariku di rumah tercinta.. Keberadaanmu membuat diri ini berarti..

ditulis… 26 Februari 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: