untuk saudariku

Agak merasa BT saja dengan diri sendiri dan juga orang-orang yang meyakini dirinya seorang da’I tetapi tidak bisa menjaga hati! Bisa jadi hal tersebutlah yang membuat da’wah ini tertunda kemenangannya.. Ya, karena para da’inya belum siap jika nantinya kemudahan yang jauh lebih banyak Allah berikan. Lupa daratan. Merasa nyaman dengan kondisi saat ini, dan enggan melakukan pekerjaan da’wah karena sudah ada orang lain yang bisa menggantikan. MasyaAllah…

Sadar ataupun tidak sadar, seringkali muncul celetukan antar aktivis da’wah yang entah sengaja ataupun secara refleks keluar dari lisan tentang lawan jendernya. Misalnya di akhawat, “Iya dong, mas’ul ku kan perhatian banget.” Ya.. bagus kalau hal tersebut berhenti sampai disitu. Wahai ikhwan, sadarkah antum bahwa se-akhawatnya akhawat. Peluang untuk merasa Ge-eR itu pasti tetap ada. Tidak ada yang bersifat absolute. Segalak-galaknya akhawat, tetap saja mempunyai sisi kewanitaan yang tidak bisa dihilangkan. Antum mungkin tidak merasa meng-GR-kan akhawat, niatnya tidak begitu. Masalah bagaimana tertangkapnya ya.. itu bukan masalah ana. Ya..Ya.. memang tidak sepenuhnya kesalahan antum. Tapi sadarkah antum bahwa antum membangkitkan potensi GR yang sebelumnya bagaikan raksasa yang sedang tidur. Secara fitrah ketika ada yang memberikan perhatian apalagi lawan jenis adalah sesuatu yang luarbiasa diinginkan terutama bagi kalangan akhawat. Setelah tergabung dengan ‘tarbiyah’ mana ada yang saying-sayangan dari lawan jenis. Boro-boro. Bisa kena siding Murabbi. Eee dipancing. Bagaimana hati tidak menjadi bergemuruh?

Wahai akhawat..

Jadilah wanita yang senantiasa menjaga kehormatan dirinya dengan mulai menjaga hati dan pandangan zahir. Jadilah bidadari dunia yang menapaki bumi. Yang dengan sentuhannya membuat tenang air yang begejolak, menyebarkan wangi di setiap jalan yang ia lewati. Yang tak tersentuh kecuali oleh  mujahid yang cinta syahid di jalan Allah..

Bersabarlah ukhti, karena mujahid yang bisa membawamu ke surge menuntut diri-Mu agar layak menjadi seperti bidadari. Jadilah bidadari yang posisi dihatinya hanyalah Allah yang tertinggi, yang rasa malu dan wara’nya tinggi karena khawatir Allah mendapatinya sedang melakukan kemaksiatan, yang dengan ringannya mengorbankan harta, pikiran dan jiwanya untuk da’wah

Ingat ukhti…

Mujahid yang rindu syahid..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: