Kesabaran tanpa Batas

Kenapa muncul banyak yang mundur?

Kenapa muncul banyak yang kecewa?

Kenapa muncul banyak yang pundung?

Kenapa muncul Barisan Sakit Hati?


Ya fenomena seperti ini kian sering terjadi..

dan benang merah yang bisa ana ambil adalah

karena semua orang ingin dipahami dan dimengerti..

Ya, frame seperti ini yang muncul..

Semua ingin dipahami dan semua ingin dimengerti.

Dari banyak kekecewaan yang hadir biasanya alasan kemunduran yang terbesar adalah mengatakan bahwa jargon ukhuwah itu omong kosong

Ketika ada yang “terlihat” berbeda, muncul dzhan.. “Emm, kayaknya dia udah nggak sejalan niy”

dan mulailah sikap yang berbeda muncul.. karena kita sudah tidak sama-sama se-fikrah lagi niy..

Ya..ya..ya..

Butuh kesabaran ekstra memang menghadapi perkembangan da’wah yang kian meluas ini..

Akan kita temui beragam tipe kader yang mungkin dulu tidak ada..

Yang nyeleneh, seenaknya sendiri, dan lain sebagainya bisa jadi makin banyak. [Atau mungkin malah kita salah satunya?]

Mungkin akan banyak yang berkata..

“Sabar? emang sabar gampang? Kalau sudah berkali-kali diulangi, masih bisa sabar juga?”

Ya.. seandainya sabar itu ada batasnya,

mungkin risalah mulia dari Rasulullah tidak akan sampai pada kita hari ini

Siapa yang tahan dicaci maki dan di boikot sampai dalam satu riwayat Rasulullah harus mengunyah sandal karet karena betul-betul sudah tidak ada makanan lagi?

Jika kesabaran itu ada batasnya..

Manalah mungkin seorang shahabiyah merelakan ke 5 anaknya beserta suami untuk mendahului syahid. Dan ketika putra terakhirnya meninggal beliau akhirnya menangis..

Beliau menangis bukan karena sedih akan hidup sendirian..

Tetapi beliau menangis sedih karena tidak ada lagi putra yang bisa beliau persembahkan untuk menjadi syuhada ke-6..

Luar biasa…

Kesabaran tanpa batas..

images1


Saudaraku..

Ini renungan untuk ana dan kita semua ..

ukhuwah pada hakikatnya bukanlah apa-apa yang bisa kita terima dari saudaraa kita.. Tetapi apa-apa yang bisa kita berikan kepada saudara kita

Semua orang memang ingin dipahami dan ingin dimengerti

Kami sadari jalan ini..

kan penuh onak dan duri..

Aral menghadang dan kedzaliman yang akan kami hadapi..

Kami rela kan jua sepenuh Ridha di hati…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: