Kajian HATI, GAMAIS dan PSIK (2)

Pernikahan dini dan Poligami.

Dua isu yang kembali mencuat setelah Syaikh Puji menikahi Ulfah yang baru beruisa 12 tahun. Lalu juga Kabar mengenai Istri kedua Aa’ Gym yang baru melahirkan.

Pernikahan dini dan Poligami. Ketika dua isu berkembang. Entah mengapa seolah ada “pembenaran” yang dilakukan oleh para pelaku dengan mengatakan dan merujuk kepada apa yang Rasulullah lakukan. “Rasulullah juga menikah dengan Asiyah yang kala itu masih sangat dini usianya. 6 tahun. Bayangkan, 6 tahun. Dan kalau Syaikh Puji menikah dengan Ulfah yang berusia 12 tahun, tentu tidak apa-apa kan ya?

Lalu mengenai poligami. Toh Rasulullah juga melakukannya kan ya?

Lalu, apa benar Islam (seolah-olah) sebegitu tidak adilnya kepada para wanita?

Ok coba dikaji lebih dalam.

Ketika kemarin mendapatkan TOR (sebetulnya itu mah judul ya bukan TOR.. ^_^. Piss buat temen-temen HATI)

Interpretasi Agtri adalah pernikahan yang berkaca pada Rasulullah yang dikaitkan dengan Pernikahan Dini dan Poligami. Ternyata sesaat sebelum memulai diskusi disampaikan bahwa Agtri itu menyampaikan mengenai pernikahan dalam Islam itu seperti apa (wadu.. FiQh Nikah kali ya maksudnya).. Dan karena agtri juga belum menikah (tetapi ingin dan akan) maka diputuskan untuk tidak menyampaikan Fiqh Nikah tetapi akan menyampaikan bahan yang agtri dapatkan.

Ok, back to topic

Benarkah Rasulullah menikah Aisyah ra. Yang saat itu baru berusia 6 tahun dan mencampurinya ketika berusia 9 tahun?

Wallahu ‘alam, berdasarkan informasi dari sumber, berikut merupakan perhitungan usia Asyah ra. ketika menikah dengan Rasulullah:

Tulisan ini mencoba meluruskan riwayat pernikahan Rasulullah dengan Aisyah ra. yang telah berabad-abad lamanya diyakini secara tidak rasional. Dan efeknya, orientalis Barat pun memanfaatkan celah argumen data pernikahan ini sebagai alat tuduh terhadap Rasulullah dengan menganggapnya Pedhofilia. Mari kita buktikan. Secara keseluruhan data-data yang dipaparkan tulisan ini diambil dari hasil riset Dr. M. Syafii Antonio dalam bukunya, Muhammad SAW The Super Leader Super Manager (2007).

Kualitas Hadits

Alasan pertama. Hadits terkait umur Aisyah saat menikah tergolong problematis alias dho’if. Beberapa riwayat yang menerangkan tentang pernikahan Aisyah dengan Rasulullah yang bertebaran dalam kitab-kitab Hadits hanya bersumber pada satu-satunya rowi yakni Hisyam bin ‘Urwah yang didengarnya sendiri dari ayahnya. Mengherankan mengapa Hisyam saja satu-satunya yang pernah menyuarakan tentang umur pernikahan ‘Aisyah r.a tersebut. Bahkan tidak oleh Abu Hurairah ataupun Malik bin Anas. Itu pun baru diutarakan Hisyam tatkala telah bermukim di iraq. Hisyam pindah bermukim ke negeri itu dalam umur 71 tahun.

Mengenai Hisyam ini, Ya’qub bin Syaibah berkata: “Apa yang dituturkan oleh Hisyam sangat terpercaya, kecuali yang disebutkannya tatkala ia sudah pindah ke Iraq.” Syaibah menambahkan, bahwa Malik bin Anas menolak penuturan Hisyam yang dilaporkan oleh penduduk Iraq. (Ibn Hajar Al-Asqalani, Tahzib al-Tahzib. Dar Ihya al-Turats al-Islami, Jilid II, hal. 50) Termaktub pula dalam buku tentang sketsa kehidupan para perawi Hadits, bahwa tatkala Hisyam berusia lanjut ingatannya sangat menurun (Al-Maktabah Al-Athriyah, Jilid 4, hal. 301). Alhasil, riwayat umur pernikahan Aisyah yang bersumber dari Hisyam ibn ‘Urwah, tertolak.

Urutan Peristiwa Kronologis

Alasan kedua. Terlebih dahulu perlu diketahui peristiwa-peristiwa penting secara kronologis ini:

Pra-610 M : Zaman Jahiliyah

610 M : Permulaan Wahyu turun

610 M : Abu Bakar r.a. masuk Islam

613 M : Nabi Muhammad SAW mulai menyiarkan Islam secara terbuka

615 M : Umat Islam hijrah I ke Habsyah

616 M : Umar bin al-Khattab masuk Islam

620 M : Aisyah r.a dinikahkan

622 M : Hijrah ke Madinah

623/624 M : Aisyah serumah sebagai suami isteri dengan Nabi Muhammad SAW.

Menurut Al-Thabari, keempat anak Abu Bakar ra. dilahirkan oleh isterinya pada zaman Jahiliyah. Artinya sebelum 610 M.

Jika ‘Aisyah dinikahkan dalam umur 6 tahun berarti ‘Aisyah lahir tahun 613 M. Padahal menurut Al-Thabari semua keempat anak Abu Bakar ra. lahir pada zaman Jahiliyah, yaitu sebelum tahun 610. Jadi kalau Aisyah ra. dinikahkan sebelum 620 M, maka beliau dinikahkan pada umur di atas 10 tahun dan hidup sebagai suami isteri dengan Nabi Muhammad SAW dalam umur di atas 13 tahun. Kalau di atas 13 tahun, dalam umur berapa pastinya beliau dinikahkan dan serumah? untuk itu kita perlu menengok kepada kakak perempuan Aisyah ra. yaitu Asma.

Perhitungan Usia Aisyah

Menurut Abdurrahman ibn Abi Zannad, “Asma 10 tahun lebih tua dari ‘Aisyah ra.” (At-Thabari, Tarikh Al-Mamluk, Jilid 4, hal. 50. Tabari meninggal 922 M) Menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani, Asma hidup hingga usia 100 tahun dan meninggal tahun 73 atau 74 Hijriyah (Al-Asqalani, Taqrib al-Tahzib, hal. 654). Artinya, apabila Asma meninggal dalam usia 100 tahun dan meninggal pada tahun 73 atau 74 Hijriyah, maka Asma berumur 27 atau 28 tahun pada waktu Hijrah, sehingga Aisyah berumur (27 atau 28) – 10 = 17 atau 18 tahun pada waktu Hijriyah. Dengan demikian berarti Aisyah mulai hidup berumah tangga dengan Nabi Muhammad SAW pada waktu berumur 19 atau 20 tahun.

Nah, begitulah sahabat-sahabat

Usia 19 atau 20 tahun merupakan usia yang memang sudah layak dan sepatutnya bukan untuk menikah?

Lalu mengenai poligami. Rasulullah melakukan Poligami jelas karena itu adlaah perintah dari Allah dan juga beliau memegang peran penting untuk bisa meluruskan kesalahan dan memberikan teladan bagi kita ummatnya

Berikut merupakan usia rasulullah dan menikah dengan siapa serta apa saja ‘ibrahnya

Tahun

Usia Nabi

Pernikahan dengan / Kejadian

‘Ibrah

595

25

Khadijah, janda

Khadijah menginginkan nabi memimpin perusahaannya; di masa kenabian Khadijah

adalah pendukung utama tugas Rasulullah

610

40

Wahyu pertama (kenabian)

 

619

49

Khadijah wafat

Dengan demikian, selama 24 tahun, atau sampai

usia 49 tahun, Nabi tidak mengambil istri-2.

619

49

Saudah binti Zam’a, janda

Saudah ingin menolong Nabi serta menjaga

anak-anaknya (Fatimah saat itu baru 10 th)

620

50

Aisyah , putri Abu Bakar,

Abu Bakar menginginkan Aisya merekam

sunnah Nabi dalam kehidupan rumah tangga

serta menjadi corong bagi kaum wanita

623

53

Peristiwa Hijrah ke Madinah

 

624

54

Perang Badr

 

625

55

Perang Uhud

 

625

55

Hafsa binti Umar, suami syahid di Uhud

Perlindungan janda syuhada

626

56

Ummu Salamah, suami wafat di Habsyi

Perlindungan janda syuhada

626

56

Zainab binti Jahsy, janda, bekas istri Zaid

bin Haritsah – anak angkat Nabi.

Nabi mendapat tugas menegaskan ayat 33:37.

yang menghalalkan menikahi ex istri anak

angkat, bila telah dicerai. Islam menghapuskan

status anak angkat.

627

57

Juwariyah binti Mustaliq, janda

Sebelumnya tawanan, setelah masuk Islam,

dibebaskan dan kemudian dinikah untuk

dijadikan da’iyah bagi kaumnya.

628

58

Ummu Habibah binti Abu Sufyan, janda

Perlindungan janda syuhada, sekaligus untuk

melunakkan hati ayahnya yang masih

merupakan tokoh Kafir Quraisy di Makkah

628

58

Safiyah binti Huyai, janda wanita Yahudi, tawanan perang Khaibar,

Nabi dengan mahar pembebasannya untuk

dijadikan da’iyah bagi kaumnya.

629

59

Maimunah, janda

Perlindungan wanita terlantar

632

62

 

Nabi wafat pada usia 62 (atau 63 menurut

perhitungan kalender bulan)

tanpa meninggalkan warisan harta

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

To be continued..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: