Akhwat dan Pulang malam

Sambil ngerjain tugas..

buka-buka lagi email masa lalu (masa lalu?) tentang sebuah acara kontroversial yang terjadi pas agtri sedang tidak di Bandung. Dan ketika itu cukup memicu urat syaraf..

Fiuh..

tentang akhwat dan pulang malam

lama…sebelum kejadian ini agtri diminta untuk membuat penjelasan sekaligus SK mengapa akhwat tidak boleh pulang malam..

dan lama… juga berpikir tentang apa saya punya kapasitas untuk tentukan boleh tidaknya seseorang untuk  pulang malam?

Baiklah, ini sekadar sharing.. tentang penjelasan beserta argumen agtri ketika tasyakuran akbar sempat diwacanakan untuk malam hari

kartun2

lagi…

 

lagi…

 

dan lagi…

 

tentang akhwat pulang malam…

 

sejauh keterbatasan ilmu yang ana punyai..

ana belum pernah mendapatkan nash Al-Qur’an dan hadits yang saklek mengatakan bahwa “muslimah dilarang keluar malam”. di cari di fatwa2 tentang wanita 3 jilid yang didalamnya bahkan ada hukum perempuan yang pakai lensa kontak berwarna juga ndak ada…

 

Mmm

ada sebuah surat yang bahkan adik2 kecilpun (insyAllah) sudah pada hafal yaitu Al-Falaq ayat 3,

“…dari kejahatan malam ketika gelap gulita…”

salah seorang ustadzah pernah menyintir ayat ini ketika permasalahan akhawat pulang malam ditanyakan.. . Kejahatan… inilah salah satu alasan kenapa akhawat saat ini utamanya di Bandung tidak diperbolehkan pulang malam.. kejahatan imbasnya jelas pada keamanan dari para muslimah…

 

selanjutnya Fitnah… adalah terkait dengan norma masyarakat yang ada mengenai fitnah yang sangat mungkin terjadi.. bukan cuma norma siy (‘afwan noy jadi dibawa-bawa setelah citra..-cipus- red) perempuan itu rawan fitnah…(antum sudah lebih tahulah tentang hal ini)

 

Ikhwan dan akhawat fillah

sedikit membuka rahasia dari kita-kita para muslimah (boleh?)

Ternyata.. alasan lain akhwat tidak pulang malam.. adalah akhawat itu suka “aneh” kalau malam.. (ini salah satu alasan sebaiknya tidak menghubungi akhwat kalau sudah larut)

bahkan akhwat itu sendiri sering tidak sadar bahwa sebetulnya dirinya aneh.. (hayo ngaku?? :D)

 

MahaKuasa.. Rabb pencipta seluruh alam… hingga detail seperti ini pun Allah pikirkan..

ketika malam, anugerah sifat manja, keibuan, dan sejenisnya dari akhwat itu akan muncul..(memang belum ada penelitian/ riset kedokterannya) . tapi karena ana perempuan juga, dan dengan berbekal diskusi bareng, pengamatan terhadap teman2 satu kosan sering mabit bareng, dll maka ditariklah kesimpulan.. bahwa Allah menurunkan kelebihan berupa hal ini kepada para wanita… nantinya mah sangat bermanfaat.. tapi kalau sekarang? (harus benar2 di manage dengan rapi)

Mungkin beberapa menganggap bahwa.. lo? cuma karena itu? simple tampaknya tapi dampaknya..

(na’udzubillah. . nggak perlu disampaikan saat ini…)

Ok baik.. itu tentang argumen pulang malam

sekarang tentang dampak ke pihak lainnya..

 

sadarkah kita bahwa dengan adanya acara malam yang diadakan G, akan menjadi sebuah legitimasi bagi yang lainnya…

sadarkah kita bahwa ikhwah yang ada di kemahasiswaan (unit, kabinet ataupun himpunan) berupaya agar tidak melakukan acara malam hari?

tapi kita… yang punya fungsi sebagai Markas da’wah melegitimasi hal itu..

dengan catatan ini.. ini.. dan ini…

satu perbuatan jauh lebih berpengaruh dibandingkan 100 kata-kata alasan yang diucapkan

 

sebenarnya mudah kan..

alasan acara ini boleh malam karena untuk kebaikan, tujuannya jelas, bermanfaat..

Siapa bilang acara temen-teman yang “lain” tidak untuk kebaikan, tujuannya jelas, bermanfaat..

 

Sehingga…

akan kah kita yang akan diminta pertanggungjawaban lagi atas apa yang dilakukan oleh teman2 masssa kampus lainnya?

berapa banyak lagi acara “hedon” malam lainnyya dengan dalih untuk kebaikan, tujuannya jelas, bermanfaat?

belum cukup perih dan ketar ketirkah hati ini ketika muslimah makin banyak yang pulang melebihi batas waktu yang sepantasnya?

Akankah Pra-Saat-Pasca acara kemaman adan keselamatan diperhatikan?

 

ikhwah.. di wilayah lain mungkin pulang malam diperbolehkan. .

tapi kita lihat sama2 bahwa Kota bandung belum siap untuk itu…

Tentang argumen ada acara Debu, P*S( alias PK*) ada acara malam harinya..

hayo.. kata siapa seluruh akhwat dianjurkan?

ana akhawat kan ya, dan ana tidak pernah dianjurkan ikut acara2 malam ini…

yang dianjurkan dan diperbolehkan adalah akhwat2 yang punya mahram… sama ayahnya, sama suami, atau sama saudara laki-laki kandung

kalau seperti ana yang jauh dari keluarga.. tetap ada jatahnya.. nonton dari televisi

nilai dan prinsip…

 

berbaur tidak berarti melebur…

 

ada nilai yang semoga tetap senatiasa kita pegang…

Wallahu ‘alam..

 

PS.

teringat tulisan dari sang Murabbi kita.. Almarhum Ust. Rahmat Abdullah

jadilah seperti bintang yang jauh tinggi diatas namun mau terlihat seolah berada diair.. seolah ada dibawah.. namun sesunguhnya tidaklah mengurangi kecemerlangan sinar aslinya..

jangan menjadi seperti asap yang bisa melambung tinggi kelihatannya tapi sebenarnya hina dina…

(dengan di-edit seperlunya.. dari jawaban di milist)

Argumen diatas merupakan argumen yang sifatnya memang sangat kontekstual karena saat itu hal ini terkait dengan sebuah oraganisasi.

beda kondisinya dengan akhwat-akhwat yang memang harus ‘bekerja malam’ di lab karena praktikum misalnya. Ya.. sebetulnya pandai-pandai kita sendiri dalam mengatur dan mensiasati tentang hal ini. Kalau memang ternyata bisa diwakilkan ya… ndak usah.. Betulan deh.. kesepakatan tidak tertulis tentang pulang malam ini untuk ngejaga kita-kita juga .. bukan untuk jender yang lain..

bukan juga bermaksud untuk mengurangi peranan kita dan kontribusi kita. yakinlah, akan ada banyak jalan bagi orang-orang yang teguh menjalankan ketentuan dengan tujuan mendekatkan dirinya kepada Allah..

13 Comments (+add yours?)

  1. wiwied
    Dec 11, 2008 @ 21:25:05

    Aslm..
    subhanallah..ternyata begitu..
    thx teh ilmunya,sangat bermanfaat..
    nitip link ya teh..hehe..^^

    Reply

  2. taufiqsuryo
    Apr 10, 2009 @ 23:38:38

    Asslamualaikum

    punten teh, ini kayaknya ngebicarain acara waktu itu ya… punten dah bikin gempar G..

    teh izin link artikelnya, ada yang butuh penjelasan terkait akhwat pulang malam

    Reply

    • aisyahkecil
      Apr 11, 2009 @ 08:40:30

      @Taufiq
      Iya, ini tkait acara waktu itu
      Alhamdulillah banyak hikmah akibat ‘kegemparannya’..

      (penjelasannya lbh ke organisasi, tkait dg personal masih dalam proses pembuatan..)

      Reply

  3. Bayu
    Apr 14, 2009 @ 07:51:51

    Assalamu`alaikum, punten minta ijin untuk di publish di notes fb.. dan di publish di tempat lain.. Syukran Katsir

    Reply

  4. husna123
    May 28, 2009 @ 20:48:24

    hari gini belum tahu haditsnya? capek deh

    Reply

    • aisyahkecil
      May 28, 2009 @ 22:24:22

      @husna123
      Subhanallah,
      Ana sudah lama mencari tetapi juga belum menemukan..
      senang sekali jika antum bisa memberikan penjelasannya ke kami,

      Apakah antum bersedia untuk berbagi disini?

      Reply

  5. anna
    Dec 16, 2009 @ 12:15:55

    assalammu’alaikum..
    mb… sebenarnya udah tahu tentang akhwat dan pulang malam..
    tapi masalahnya adalah jadwal kuliah tambahan yang tempatnya 40km dari tempat kost sering bikin jadi pulang malem…

    jadi gimana…
    apakah masih salah???

    Reply

    • aisyahkecil
      Dec 24, 2009 @ 20:07:07

      @anna
      Wa’alaikumussalam,
      untuk alasan akademik sejauh ini masih merupakan kategori alasan syar’i.
      apalagi kalau itu sesuatu yg mmg tdk bs kita antisipasi misalnya ada kuliah wajib tambahan ataupun praktikum (gak termasuk ngerjain tugas, karena ngerjain tugas itu kan gimana pinter2nya kita nyiasatin.. :))
      Sehingga yang sebaiknya dilakukan adalah bagaimana agar keamanan anna bisa terjamin.
      contohnya mencari teman yang tinggal di dekat rumah..

      Reply

  6. fitriyah
    Jan 03, 2010 @ 13:17:43

    assalamualaikum,

    tp kalau aku pulang malam jam 12malam karena habis pulang dari majelis bukannya gak apa2 kan?
    aku juga tau ukhti kalau pulang malam juga gak baik. tapi aku mengikuti jadwal majelis aku yang kebetulan jadwal jamnya dari jam 9malam-11.30malam. aku pun minta izin dengan orang tuaku tuk pergi majelis dengan syarat tempatna dekat dari rumahku. jika tempat majelisnya jauh dari rumahku oang tuaku mengizinkan aku pergi tp jika ada yang antarkan aku ke majelis yaitu seorang ikhwat.
    tp sudah dapat izin dari orang tua tuk majelis dan pulangnya malam bersama dengan ikhwat apakah masih tidak boleh?

    Reply

  7. yuhann
    Jan 05, 2010 @ 13:15:28

    SUBAHANALLAH..
    boLe ana copy mb..?

    Reply

  8. Ulfa
    Feb 09, 2012 @ 08:05:44

    makasih mb, siip ^^

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: