Penggalan Sisa

(22 oktober 2008)

akhwat2
Sungguh..
hanyalah kesabaran dan lantunan syukur adalah penguat bagi yang sedang lara dalam perjalanan memenuhi perbekalan ini..
Sungguh..
shalatlah yang menjadi penghibur dikala punggung tak lagi kuat menanggung beban
Sungguh..
adalah do’a yang menjadi pengikat keyakinan bahwa Rabb tak mungkin meninggalkan kita sendirian..
Sungguh..
adalah bagun di sepertiga malam terakhir yang menjadi pertemuan agung untuk menguatkan azzam dan memperkuat kecintaan pada-Mu Rabb ..

Dan juga..
Bukan..
bukan kamu yang kucari…
Ketika dengan bertemu denganmu tak bertambah iman dalam hati ini..
Bukan..
bukan kamu yang kuinginkan..
Jika berbicara denganmu tak menguatkan kecintaanku pada Rabbku
Bukan..
bukan kamu yang aku perlukan..
Jika berjuang bersamamu malah membuat riya’ diri ini…

Sekali lagi bukan,
ini adalah penegas rasa dan karsa…
Bahwa kamu tak seharusnya menjadi berhala baru dalam diri ini….

(*kamu=bisa berarti benda atau pun manusia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: