Muslim dan Kejujuran

Rasullullah ketika ditanya, “Mungkinkah muslim mencuri?”

Rasulullah menjawab, “Mungkin.”

Lalu Rasulullah ditanya kembali, “Mungkinkah muslim berzina?”

Beliau menjawab, “Mungkin”

dan..

Ketika ditanya, “Mungkinkah muslim berdusta?”

Beliau menjawab, “Tidak, demi Allah, tak akan muslim berdusta!”


Jawaban Rasulullah ini menegaskan bahwa kejujuran merupakan poin yang amat penting untuk seorang muslim miliki.

(Bukan berarti kita boleh mencuri atau berzina ya.. Kan yang ditulis mungkin.. bukan boleh..)


Rasulullah pun sebelum dikenal sebagai seorang Rasul sudah sangat terkenal dengan Al-amin-nya

kenapa dipercaya? ya karena senantiasa berkata jujur.


Betapa indah hidup berhias kejujuran yang memberikan makna bagi kata iman dan takwa( At-Taubah:119).

Ada sebuah fragmen kisah ketika zaman Rasulullah yang menjadi ilustrasi betapa kokohnya mental kejujuran dari Sahabat. Bukan hanya ketika mengakui sesuatu, tapi juga dengan penuh keimanan mampu menanggung semua resiko dari kejujuran yang dilakukan

Tanpa kejujuran belum tentu terabadikan kisah tiga sahabat Ka’ab bin Malik, Hilal bin Ummayah, dan Murrah bin Rabi’ yang gara2 naluri kemanusiaan mereka jadi luput dari berkah perang Tabuk.

Padahal, sahabat sekelas Ka’ab bin Malik tidak pernah absen dari medan perang kecuali pada perang Badar. Ia menunda-nunda berbekal diri sampai kehabisan semua perlengkapan. madinah kosong dari laki-laki kecuali mereka bertiga, plus 80-an kaum munaqin kelas berat.

Berbagai alasan mereka ajukan satu persatu, bahkan dengan sumpah.

Apa yang diajukan Ka’ab pejuang jujur yang tak pernah memperturutkan bisik-bisik dusta menyusup dalam hatinya?

Ia mulai bertutur dihadapan beliau. “Ya Rasulullah, demi Allah seandainya sekarang ini saya duduk dihadapan orang lain diantara ahli dunia dan bukan dihadapanmu, niscaya saya yakin dapat bebas dari kemurkaannya dengan suatu alasan. Saya punya kepandaian berdebat. Tetapi sangat saya sadari , seandainya hari ini saya berkata dusta yang membuatmu senang, tak lama Allah pasti akan menyuruhmu memurkaiku. Seandainya saya berkata benar yang menyebabkan engkau murka, saya berharap Allah akan memaafkan dan menyudahi dengan baik…”

Ka’ab pun menjelaskan kepada Rasulullah apa adanya. Lalu Rasulullah mengatakan ” Adapun yang ini, ia sungguh telah jujur. bangunlah sampai Allah memutuskan sesuatu tentangmu.”

Lima puluh hari..

Lima puluh hari..

hampir 2 bulan tak seorangpun berkenan menegur dan menjawab sapaan mereka.

Dunia pasti terasa sempit dan menghimpit mereka..

Lalu ada budak dari Syam datang dan menawarkan jabatan kepada Ka’ab

dan jawaban Ka’ab adalah

” Inilah bala yang sesungguhnya” sambil melemparkan surat itu ke tungku api.


ketika genap 50 hari dalam kesedihan, dimasjid wajah-wajah ceria menyambut hari bersejarah mereka setelah turun surat At-Taubah ayat 117-118.

Rasulullah menyambutnya dengan wajah berbinar, “bergembiralah dengan hari terbaik sejak kau dilahirkan ibumu”


Semoga momentum pergantian tahun baik Hijriyah maupun Masehi ini dapat kita maknai dengan baik agar bisa menjadi pemacu untuk bisa semakin dekat dengan Allah..

1 Comment (+add yours?)

  1. salam revolusi
    Jan 01, 2009 @ 17:45:52

    punten ukh , ana juga punya postingan yang relatif sama, pengalaman pribadi cih.. jkk.
    http://salamrevolusi.wordpress.com/2008/12/13/di-saat-kejujuran-masih-di-hargai-tribute-to-pak-t/

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: