Rindu akan kemenangan? Seberapa layakkah kita?

Kepada para pejuang kemenangan..

Ada sebuah episode perjalanan umat Muslim yang sangat sayang jika kita lewatkan..

Penggalan kisah ini Agtri ambil dari buku “Jalan Cinta Para Pejuang” karya Salim A.Fillah

Sebuah penantian panjang akan kemenangan gemilang umat muslim yang sudah Rasullah janjikan kepada mereka.

Namun ternyata 7 abad lamanya tak juga diberikan kemenangan kepada umat muslim..

Penaklukan konstantinopel.. Ya, konstantinopel..

Rasullullah pernah menyampaikan bahwa Konstantinopel adalah kota yang akan dibebaskan oleh umat muslim nantinya..

Pesan yang terus terngiang bagi para pejuang ini adalah hadits Rasulullah dari Abdullah ibn ‘Amru ibn Al ‘Ash bahwa yang menaklukkannya(konstantinopel) adalah sebaik-baiknya pasukan. Dan pemimpinnya adalah sebaik-baik panglima

Tujuh abad lamanya penantian akan pembuktian hadits tersebut,

menggelorakan seorang Al Fatih kecil, menguasai, dan membeningkan dirinya untuk menjadi ‘sebaik-baik panglima’ atau setidaknya menjadi ‘sebaik-baik pasukan’.. Subhanallah..

Hingga akhirnya ketika Al Fatih berusia 23 tahun, obsesi tujuh abad itu menggemuruh. Amanah Sultan itu Ia sandang..

Sekali lagi, Bukan mengeruhkan melainkan semakin membeningkan hati dan jiwanya.

Ia tahu, hanya seorang yang paling bertaqwa yang layak mendapatkannya.

Ia tahu, hanya sebaik-baik pasukan yang layak mendampinginya

Maka disepertiga malam terakhir menjelang penyerbuan bersejarah itu..

Ia berdiri diatas mimbar, dan meminta semua pasukan berdiri..

“Saudara-saudaraku dijalan Allah. Amanah yang dipikulkan ke pundak kita menuntut hanya yang terbaik yang layak mendapatkannya. Tujuh ratus tahun lamanya nubuat Rasulullah telah menggerakkan para mujahid tangguh, tetapi Allah belum mengizinkan mereka memenuhinya.”

Lalu dimulailah sang Panglima, mengecek bagaimana kondisi pasukannya yang membuat tubuh bergetar membacanya..

“Aku katakan pada kalian sekarang, yang pernah meninggalkan shalat fardhu sejak balighnya, silahkan duduk!”

Begitu sunyi, tak seorangpun bergerak.

“Yang pernah meninggalkan puasa Ramadhan, silahkan duduk!”

Andai sebutir keringat jatuh ketika itu, pasti terdengar. Hening sekali, tak satu pun bergerak.

“Yang pernah mengkhatamkan Al-Qur’an melebihi sebulan, silahkan duduk!”

Kali ini, beberapa gelintir orang perlahan menekuk kakinya. Berlutut berlinangan air mata

“Yang pernah kehilangan hafalan Al-Qur’an-nya, silahkan duduk!”

Kali ini lebih banyak yang menangis sedih, khawatir tidak terikut menjadi ujung tombak pasukan. Mereka duduk. (Mereka tahu bahwa HANYA yang terbaiklah yang akan pergi, ketika duduk.. mereka khawatir tidak bisa menjadi bagian dari PEJUANG ketika kemenangan itu diperoleh umat Islam)

“Yang pernah meninggalkan shalat malam sejak balighnya silahkan duduk!”

Tinggal sedikit yang masih berdiri, dengan wajah yang sangat tegang, dada berdegup kencang, dan tubuh menggeletar.

“Yang pernah meninggalkan puasa Ayyamul Bidh, silahkan duduk!”

Kali ini… semua terduduk lemas. Hanya satu orang yang masih berdiri…

Dia.. Sang Sultan..

Muhammad Al Fatih..

Dan kita sekarang mengetahui bahwa akhirnya obsesi 7 abad itu berhasil diwujudkan..

Konstantinopel menjadi bagian dari umat Muslim..

Penaklukan oleh sebaik-baiknya pasukan dan sebaik-baiknya panglima..


Nah, ada beberapa hal yang agtri ambil dari kisah ini..

Bahwa ketika kemenangan itu memang belum kita raih, bisa jadi karena kita memang belum layak untuk bisa mendapatkannya..

7 abad ketika itu penantian yang dilakukan..

Saat ini, berapa lamakah penantian akan kemenangan yang kita lakukan?

2 tahun? 11 tahun? 64 tahun? penantian akan kemenangan konstantinopel itu pernah terjadi 700 tahun.. sekali lagi 700 tahun..

Dan kualitas panglima dan pasukan seperti apa yang bisa membuat pertolongan Allah menjadi begitu dekat sehingga kemenangan ada buah dari perjuangan yang dilakukan?

Terbayang jika kondisi pasukan ‘kita’ saat ini ditanyakan hal-hal seperti Sang Sultan lakukan?

Sampai pertanyaan ke-berapa bisa sanggup untuk berdiri?

Jangankan ditanyakan kepada para pasukan.. Coba tanyakan kepada para Panglima..

Sampai pertanyaan ke-berapa masih bisa sanggup untuk berdiri???

Tengoklah bagaimana kualitas ‘kita’ saat ini?

Dan sungguh luar biasa seorang Al Fatih,

beliau yakin bahwa yang dapat mewujudkan obsesi itu hanya sebaik-baiknya pasukan dan sebaik-baiknya panglima..

Pengecekan itu juga bermaksud untuk melihat, adakah diantara pasukan yang lebih layak dari dirinya untuk menjadi panglima?

Namun, Subhanallah.. Hingga pertanyaan terakhir dilontarkan

menyisakan satu orang yang berdiri, yaitu dirinya sendiri..

Ketika pertama kali membaca kisah ini, entah mengapa langsung terbersit dalam hati..

“Luar biasa seorang Al-Fatih ini, ia tidak hanya memainkan emosi pribadinya untuk bisa menjadi pemimpin.. Namun juga melihat seberapa layak dirinya untuk menjadi panglima pasukan.. Ia punya obsesi.. Tapi kepentingan umat ia utamakan. Dan bentuknya adalah beliau mengecek, siapa tahu ada dari pasukannya yang ‘lebih’ dari beliau hingga layak menggantikan dirinya menjadi Panglima.”


Semoga kemenangan itu bisa semakin dekat dengan kita dengan kita juga semakin dekat dengan Allah..

Poin-poin yang ditanyakan oleh Al-Fatih kepada pasukannya adalah inputan yang sangat baik kepada kita, jika kita adalah bagian dari pejuang kemenangan..

Shalat Fardhu..

Shaum Ramadhan..

Mengkhatamkan Al-Qur’an tidak lebih dari satu bulan..

Menjaga hafalan Al-Qur’an..

Tidak meninggalkan shalat malam..

Tidak meninggalkan shaum Ayyamul Bidh..


Wallahu ‘alam..

Semoga kita bisa paling tidak menjadi sebaik-baiknya pasukan

atau

lebih baik lagi menjadi sebaiknya-baiknya panglima,

dalam kemenangan da’wah ini..

2 Comments (+add yours?)

  1. annisaa
    Jan 15, 2009 @ 17:52:24

    saya copas ya teh…
    ^^

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: