Jangan jadi korban ‘Perasaan’

Bismillahirrahmanirrahim…

Akhwatfillah,
Sungguh, Tarbiyah ini mengajarkan kita
Kita – Aku dan dirimu- untuk semakin dewasa
Dewasa menjalani kehidupan dunia
Kehidupan yang makin banyak guncangan dan godaannya untuk seluruh anak keturunan Adam..

Tulisan ini ditujukan untuk mengingatkan dirimu dan terutama diri ini sendiri
Semoga ini adalah langkah preventif bagi yang tidak melakukan dan upaya penyembuhan jika sudah “terkena”

—————————————————————————————————————-

Em…
Sudah tidak populer dan representatif lagi ya istilah virus merah jambu..
karena.. sekarang sudah semakin banyak warnanya
kasihan si- merah jambu jadi korban

dan,
merah jambu itu..
kalau masih malu-malu
[tergantung siy, jambu apa dulu.. jambu air, jambu bol atau jambu klutuk]

ciri-ciri malu-malu adalah
malu kalau Allah sampai tahu (padahal da.. Allah mah pasti tahu..)
malu kalau jama’ah sampai tahu
malu kalau murabbi/yah sampai tahu
malu kalau jundi-jundi sampai tahu
malu kalau binaan sampai tahu
malu kalau mad’u sampai tahu

Nah kalau udah nggak malu-malu lagi bahkan udah malu-maluin
karena banyak orang yang tahu ‘skandal’ itu?
Bukan merah jambu lagi toh?
udah jadi merah bata, merah hati, merah darah dan merah-merah lainnya

Sehingga,

muncullah beragam status..
mulai dari
TTM (temen tapi ‘mau’),
adik-kakak angkat (beda ibu beda bapak, beda rumah, beda angkatan, beda-beda lainnya),
dan lain sebagainya yang tak layak untuk dicantumkan (Astagfirullah…)

Sadar atau tidak, makin lama bangunan peradaban ini makin tinggi
seharusnya makin kokoh..
Tapi..
bangunan ini makin tinggi makin rapuh
Tahu kenapa makin rapuh?
ya bisa jadi karena hal-hal macam ini..

Kita sebagai bagian dari bangunan peradaban yang menyatakan diri siap akan ditaruh dimana
malah membuatnya jadi keropos
dan kekeroposan itu akan meruntuhkan lambat laun bangunan yang fondasinya sudah para pendahulu da’wah pancang-kan

“Lah, bangunan ini memang rapuh.. jangan salahin saya dong, kan saya cuma sendiri”

E, akhi.. E, ukhty..
pun,
ketika Allah menakdirkan bangunan ini roboh
JANGAN SAMPAI kita memberikan ‘saham’ keruntuhan itu!!

Bosan, bosan, dan bosan..
Bosan antum mendengar kata-kata VIRUS MERAH JAMBU di kalangan aktivis da’wah??

Sama..
Ana juga bosan..
To the point saja,
catatan untuk kita semua adalah
Perasaan Suka/cinta yang tidak tepat tempat dan penyelurannya..
itu salah satu faktor yang
MELEMAHKAN
tidak perlu dibahas lagi gimana orang jatuh cinta itu kan?
[kalau mau lihat saja di file ini: https://aisyahkecil.wordpress.com/2008/04/18/kemenangan-dan-kekalahan]

dan spesial untuk para akhwat,
Saudariku…
Ukhty anti adalah penentu..
Ketika ada kasus ‘perasaan’,
pemegang kunci utama penyelesaian MASALAH adalah anti..

KETEGASAN adalah hal MUTLAK yang antum miliki
terlepas ikhwannya mau gimana dan lain sebagainya
perkuat
BENTENG PERTAHANAN anti
Jangan biarkan ikhwan tersebut masuk ke dalam hati


Tegaslah!!
Anti tidak ingin ‘terpeleset’ dan juga membiarkan saudara anti ‘terpeleset’ juga kan?
“Tapi teh, aku emang gini.. lagian ntar jadi galak kesannya”

Ukhty…
Segala sesuatu itu bergantung pada niatnya,
Dan perlu anti pahami bahwa TEGAS tidak sama dengan GALAK

untuk ikhwan (atau mengaku2 ikhwan)
kalau antum memang ikhwan sejati (laki-laki)
Tolong, tolong jangan ganggu saudari antum sendiri
Hari gene masih Take-take-an???

Ekstrimnya nih,

Percaya-kan antum sama Allah??
Percayakan sama apa yang Allah janjikan??
kita buka lagi surat An Nuur ayat 26

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga). (QS An Nuur:24 ayat 26)

Pasanganmu adalah bagaimana dirimu.. (Itu yg agtri pahami selama ini)

Ikhwan dan akhwat fillah,

yakin bahwa Allah menciptakan kita berpasang-pasangan..
Tiap-tiap dari kita sudah Allah berikan pasangan
Betul?

Sekarang kita buka surat Ar-Rum ayat:21

โ€œDan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.โ€ (ar-Rum:21)

Saudara, Saudariku..
Jodoh kita itu sudah pasti
Walaupun kita tidak tahu
Si-A , Si-B, Si-C atau dsb…

Taruhlah kita berjodoh dengan si-A
percayakan kalau kita betul-betul berjodoh, Allah akan mempersatukan kita dengan si-A?
Mau itu dengan pacaran sebelum selama 3 tahun, dengan dikenalin temen, dengan baca proposal 2 bulan kemudian langsung menikah..
Ada banyak choice toh?
Tapi apa yang membedakan?


Yang membedakan adalah gimana cara kita mendapatkan jodoh tersebut
Apakah pakai cara yang Allah ridhai apa bukan?

dan ukhty, mencontek kata-kata dari seorang sahabat
“Perasaan” itu terjadi
karena ke-GR-an akhwat dan ke-bodoh-an si Ikhwan
(tapi nggak gitu juga siy)

Contohnya nih (‘afwan ya) Ukhty,

Anti GR atau bodoh kalau ada ikhwan yang nge-janji-in ini itu langsung ataupun tidak langsung kepada anti, terus anti percaya?
Entah tataran si-ikhwan mulai dari yang ngaji baru satu minggu ataupun si-ikhwan yang udah ngaji 8 tahun bahkan udah jadi qiyadah anti percaya sama janji-janjinya?

Ukhty….
Sekali lagi..
tanya ke hati nurani anti..
Ikhwan macam apa yang ‘menggoda’ akhwat??
Sms dengan kata-kata gombal yang ketika dulu masih ‘cihuy’ dengan kata-kata “lu-gue”
sekarang diganti jadi ukhty.. atau diganti jadi anti..
Apa bedanya??
Menjadi halalkah ketika ungkapan bahasa arab yang digunakan ketika itu?
Kadang, minta untuk dibangunkan ketika waktu Tahajud,
atau, minta dibangunkan agar bisa bangun sahur…
atau, minta dibangunkan agar tidak kesiangan kuliah karena semalam berkegiatan hingga dini hari..
Banyak betul celah itu..
Jika itu dianggap pembenaran,
Sanggupkah antum menahan gejolak dalam hati ketika melakukan itu semua?
apakah tidak ada saudara antum yang sesama jenderย  yang bisa membantu membangunkan antum?

Bahkan lebih parahnya dengan sebutan adik-kakak?
Ehm.. sepertinya kita perlu melihat lagi bagaimana status mahram dalam Islam
“Tapi, bliaukan kakak angkat ku teh..”
Duh ukhty… memang Islam mengesahkan nasab macam ini?

Stop!!
Stop sekarang juga bagi yang merasa para korban “Perasaan” ini


ada beberapa tips yang agtri usulkan:

  1. Banyak-banyaklah mengingat Allah.. Malu lah ketika Allah melihat kita dalam keadaan
  2. Jangan cari-cari kesempatan untuk berinteraksi(sms, YM, Fesbuk, dll) atau bertemu langsung dengan si-anu
  3. Jangan cari-cari informasi ataupun hal-hal yang bisa mengingatkan kepada si-anu
  4. Alihkan energi, pikiran, dan tenaga ke yang lebih bermanfaat.. Masalah umat masih banyak… Ada pernyataan yang terus menerus diingat “Paling enggak, antum nggak makin mmberatkan da’wah lah… Agak ‘tega’ sih memang pernyataan ini.. Tp.. memang seperti itulah adanya..
  5. Ingat-ingatlah kalau anti merasa lebih nyaman dengan lawan jenis yang blm mjd mahram, ingatlah bahwa disini saudari-saudarimu menanti untuk memberikan kenyamanan yg lebih untukmu.. Hingga waktu itu tiba…
Wallahu ‘alam

(Sungguh, diri ini jauh dari kesempurnaan.. Tulisan ini dibuat karena kepedulian kepada semua saudara saudariku. Bukan untuk menghakimi, bukan untuk membesar-besarkan persoalan, dan bukan untuk membuka kesalahan.. Tetapi semoga bisa menjadi jalan perenungan kita bersama..
Bahwa ada yang Maha Pencemburu ketika hati ini mulai berpaling dari-Nya..)
Advertisements

11 Comments (+add yours?)

  1. aisar
    Feb 24, 2009 @ 13:06:35

    Wow, ane mencium bau2 MJDK ada di sini ๐Ÿ˜€
    Teh Agtri paham betul masalah ini,
    mungkin bisa jadi penasehat tim konsultasi MJDK juga.

    Cuma di lapangan ternyata banyak sekali teh, realita yang tidak terduga..
    Jadi seringnya ga bisa kita cuma punya 2 pilihan : hitam atau putih; putuskan atau nikahi..
    Apalagi ini bukan masalah ‘teknis’ yang terukur, yang bisa diselesaikan dengan cara engineer
    Emosi manusia, psikologis manusia, sebagai makhluk ciptaan-Nya yang sangat kompleks..

    Reply

    • aisyahkecil
      Feb 24, 2009 @ 17:14:59

      @Aisar
      Betul sekali seperti kata antum
      “realita yang tidak terduga, Ini memang bukan masalah teknis yg terukur dan bisa diselesaikan dengan cara engineer”

      -> kalau ttg teknis/engineering ana juga nggak paham akh,
      Plano kan lebih ke sosial…
      Bahkan kami belajar community development bukan hanya sampai human development…
      Antum bisa baca bagian terakhir tulisan ana,
      Pas bagian solusi/tips
      Solusi yang manusiawi bukan?
      Sebetulnya mudah untuk dilakukan bukan?
      Tidak menggunakan rumus 1+1=2 yang saklek bukan?

      Btw, antum udah pulang dari Jepang?

      Reply

  2. wiwid
    Feb 26, 2009 @ 18:44:52

    Assalamualaikum..
    saya copy ya teh, mau dikirim ke milis….
    mungkin saya akan sering mengkopi paste ke milis, gpp kan?
    spy byk yg baca dan dpt pencerahan…
    krn sayang kalo tls ini ga kena ke objeknya(hehe..mana tau)
    syukron.
    ^^

    Reply

    • aisyahkecil
      Feb 26, 2009 @ 20:25:56

      @wid,
      Wa’alaikumussalam
      Wah, jadi ngerepotin Wid ut copas ^^
      [dipromosiin blog lagi.. ๐Ÿ˜‰ ]

      Iya, mangga..
      Mudah2 bermanfaat..
      Nuhun de’

      NB: ut “hal2 tertentu” udah japri, biasanya via email atau fesbuk..

      Reply

  3. chie135
    Feb 27, 2009 @ 08:47:58

    subhanallah, teteh…
    iya, teh, akhwat kudu bin harus bin mesti tegas. jadi, bwt akhwat ni klo ditembak ikhwan and udah siap (dan mau ๐Ÿ˜€ karena ikhwan boleh memilih tapi akhwat boleh menolak), bilang: “nikah atau ngga sama sekali” and klo belum siap: “cari yang lain aja”

    VMJ itu yg agak berat klo kena, teh… meluruskan niat klo ada si anu tuh yg susah… tapi insya Allah bisa! seperti kata seorang teteh untuk pengobatannya, “ibaratkan hati itu memiliki rongga… maka, penuhilah dengan porsi yang sangat besar (bahkan penuhi sehingga tak ada sedikitpun spasi) kecintaan qta kepada Allah dan cinta2 lain yang bermuara dan berhulu ke dan dari Allah…”

    Reply

  4. iien
    Feb 27, 2009 @ 15:49:37

    aslm. teteh, bagus bgt tulisannya.
    bener2 tulisan tulus untuk saudari2 muslimah,mata sy smp perih.
    jzk teh, teteh ngingetin 2 hal : jaga diri, jaga saudari!
    jzk teh,
    wslm

    Reply

  5. wyd
    Mar 05, 2009 @ 19:31:56

    istri2 rasullulah juga punya ‘perasaan’ pada rasullulah dan sebaliknya. mana ada sih wanita muslimin yang ga mau diperistri seorang imam dunia? dan rasullulah juga memiliki ‘perasaan’ pada istri2nya. tapi ‘perasaan’ itu berpangkal dari hormat dan ingin tetap menjaga kehormatan wanita2 mulia tersebut.

    memiliki perasaan tertarik pada lawan jenis adalah manusiawi. cara mengungkapkan perasaan tersebut yang kadang melenceng dari sifat manusia.

    yang sulit adalah jika ketertarikan ‘perasaan’ tersebut malah muncul terhadap sesama jenis. ibu no comment aja soal ini

    Reply

  6. salma
    Jan 12, 2010 @ 21:26:29

    assalamu’alaykum
    copy ya kak,,buat jadi bahan renungan,subhanallah tlisan kakak sangat bermanfaat ๐Ÿ˜€

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: