Menuju Pelangi

Kupercepat langkah ini
berlari aku menuju dermaga
acuhkan duri yang kian tajam menggerus kaki tipis ini
tepiskan perih yang terus menyayat batin dan tubuh rapuh

Entah kenapa perjalanan ini tak kunjung usai
sudah berapa waktu yang kulewatkan?
banyak godaan ditepian yang mengajak singgah sekadar beristirahat

kadang membuat mata ini terperanjat ikut berpaling
kadang mulut ini meracau ingin ikut bagian
kadang tingkah ini tak terkendali
tuk ajak mereka yang ditepian untuk berlari bersama..

Namun, mengapa jadi terlena dengan tepian perjalanan,
yang tak mau dapati terik dan hujan?
bukankah aku ingin mengajak mereka serta bukan malah
beristirahat lama?
Semakin jerat itu melilit dan aku tertipu bayangan akan pelangi semu ditepian

“Ia selalu menyertai bahkan lebih dekat dari urat leherku sendiri”
Terhenyak aku..
Bukan..
Bukan pelangi semu itu yang aku cari..
pelangi yang aku cari ada disana..
Disana ujung dermaga itu…

Hanya dengan menuju pelangi itu aku bisa bertemu dengan-Nya dengan cara yang indah..

Setelah singgah dari tepian,
Perjalanan menuju dermaga terasa semakin sulit..
tepian begitu menjanjikan..
Tapi aku?
Semak-semak ini semakin tinggi..
Lembah dan tebing curam ternyata harus juga bisa dilewati
sanggupkah bertahan?

Terus maju..
Pelangi itu tampak semakin dekat..
Dermaga tempat kapal ditambahkan mulai terlihat
aku memilih kapal mana yang bisa bawa aku ke Pelangi itu..
Mereka membawaku serta dalam perjalanan menuju Pelangi untuk bertemu dengan-Nya..

Rupanya tantangan ini belum usai,
setelah terseok capai kapal
Kapal gagah yang aku pilih  ini bisa oleng juga dengan ombak besar dan juga kelasi kapal yang beragam
tapi tenang… nakhodanya penuh pengalaman

Terpana ketika..
Kulihat ada yang melemparkan sekoci karena tak tahan dengan mabuk laut ini
Kulihat ada yang melemparkan sekoci karena merasa perjalanan ini takkan temui jalan pelangi
Kulihat ada yang melemparkan sekoci karena tergiur harta karun di dalam laut sana
Kulihat ada yang melemparkan sekoci karena berpindah ke kapal seberang..

ambil energi positif,
Aku naik mencoba untuk menghirup udara segar
ternyata cukup enak ada diatas sini
Namun tak ternyata tak lama tak tega aku melihat
Para Nakhoda berupaya sekuat tenaga arahkan kapal besar ini agar tak oleng terkena jilatan ombak yang kian lama kian mengganas.. seakan tak rela agar tiba di ujung Pelangi..

Betapapun para nakhoda menjinakkan kapal ini dengan piawainya pun dengan instruksi yang begitu jelasnya, kurasakan ada getaran berbeda

Tengok kanan-kiri diatas ini tak berarti,
Turun lah ke bagian lain kapal ini.
Terkejut meilihat dan ingin berteriak…
“Kapal ini dibolongi…
Tolong, mereka membuat kapal ini bolong…”

Ternyata teriakan itu bukan dari kerongkonganku..
hampir semua berteriak minta tolong..
Baru kusadari semua hanya berteriak minta tolong dan mengabarkan ke yang lainnya, tapi tak ada yang berupaya menghentikan mereka yang melubangi kapal ini..
Semua berteriak dan berkomentar tapi kenapa tak banyak yang berusaha menghentikan dan menambal kebocoran yang terjadi??

Terasa ruangan ini kian sesak,
semua yang ditugaskan berjaga dipos nya ikut turun kesini..
Sadarkah bahwa kapan ini mulai oleng karena hampir semua meninggalkan pos jaganya?
Teriakan para nakhoda diacuhkan, semua ingin turut serta sesuai kehendak manusiawinya..

dan…
Semua seolah sibuk menangani kebocoran kapal yang ada, lupa ancaman perompak laut lainnya yang berusaha mencegah kita menuju pelangi itu..

Dan aku sadari, perjalananku menuju Pelangi belum usai walaupun aku sudah berada di kapal peradaban ini..
Walaupun apa yang terjadi,
Perih,sakit, teriris bukankah pernah dilewati?

Kini saatnya
Aku harus bisa menjadi bagian yang membuat kapal peradaban ini terus melaju.. dan melaju..

Tuk jemput lagi mereka yang ada ditepian
agar bisa ikut serta,
bersama membuktikan bahwa inilah jalan Pelangi..

Jalan agar kita bisa bertemu dengan-Nya dengan wajah gembira..

(Bandung, 27 Maret 2009 – 11:05PM)

3 Comments (+add yours?)

  1. nurulwidya
    Apr 03, 2009 @ 08:00:29

    w.o.w!!subhanallah ^_^

    Reply

  2. nurjanah
    Apr 03, 2009 @ 21:28:09

    Assalamu’alaikum

    Reply

  3. rachmanya hamid
    Jun 08, 2009 @ 18:56:47

    assalammu’alikum akhwat fillah
    subhanallah bgt ba’da baca niy mua tulisan
    naya jd semangat bgt tuk terus paerbaiki dari jd lebih baik lg
    salam cinta yang terangkai dalam do’a tuk para muslimah di bumi allah
    mari sama2 kita menjadi diri yang lebih abik lg dn di ridhoi allah
    syukran jiddan tuk inspirasinya…
    salam:naya yang dhoif n butuh petunjuk dari allah..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: