Apa yang Ibu Kartini ingin kita lakukan?

Perempuan Indonesia..

Apa yang Ibu Kartini ingin kita lakukan?
Apakah dengan perayaan akan hari kelahiran-nya?
Apakah dengan menggunakan kebaya-nya?
Apakah satu hari dengan kain batik-nya?
Apakah membentuk untaian rambut seperti konde-nya?

Apakah hal tersebut?

Lantas,
Apa jadinya jika kartini tidak tidak di ‘Jawa’ tetapi di Medan?

Tentunya bukan batik yang akan dikenakan kita saat ini tetapi ulos..
Apa jadinya jika kartini tidak tidak di ‘Jawa’ tetapi di Palembang?
Tentunya bukan batik yang akan dikenakan kita saat ini tetapi songket..
Ini bukan lelucon Sobat

Bukan, bukan hal kasat mata macam itu yang aku harapkan..
Mungkin itu yang ingin Ibu kartini sampaikan..
Bukan, bukan lekuk kebaya dan batik yang mengundang perhatian yang ingin kalian contoh putriku..
Mungkin itu yang ingin Ibu Kartini katakan..
Bukan, bukan itu semua…

Ibu kartini mungkin menangis melihat para perempuan Indonesia hari ini..
Menangis haru untuk para perempuan yang senantiasa memanfaatkan potensinya untuk bisa berbuat sesuatu bagi bangsa ini, meneruskan perjuangannya..
tapi juga
menangis pilu karena justru ada para perempuan yang tidak menghargai dirinya sendiri
membuat lebur bersama kesenangan untuk ‘menampakkan’ segala sesuatu

Belajar dari beliau,

Semangat untuk memperjuangkan hak,
bukan semangat untuk menyamakan perempuan dan laki-laki..

Semangat bahwa mendidik putra putri bangsa ada di tangan para ibu,
bukan semangat untuk menjadi wanita karier lalu keluarga di  nomor keduakan..

Semangat untuk terus bergerak ditengah keterbatasan,
bukan semangat “memanfaatkan segalanya” demi tujuan tertentu

Terlepas dari kesimpang siuran kisah hidupmu Bu..
Kami, perempuan yang menjadi penerusmu yang dianugerahi akal oleh Sang Pencipta,
seharusnya bisa menangkap apa hikmah dari kisah perjalanan hidupmu..

Apa artinya suatu kisah jika tak ada hikmah yang mampu dicerna?


Jangan coba jinakkan mereka dengan harta, nanti mereka semakin liar…
Jangan hibur mereka dengan kecantikan, nanti mereka semakin menderita…
Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah…
Kenalkan mereka kepada Allah, Dzat yang kekal, di situlah kuncinya..

7 Comments (+add yours?)

  1. WinaWinaWina
    Apr 21, 2009 @ 14:00:21

    kalau agtri, Kartini masa kini, apa yang ingin agtri lakukan??

    =)

    Reply

  2. wied amanda
    Apr 21, 2009 @ 20:32:36

    Teh,teteh..japri itu apa sih artinya..?? ^^’

    Reply

    • aisyahkecil
      Apr 21, 2009 @ 22:25:40

      @wied..
      Japri= Jaringan Pribadi,,,
      Via SMS atau
      via YM atau
      ketemu langsung…
      Maaf ya de’ kalau singkatan2nya bikin bingung 🙂
      (intinya mah bukan di sarana yg semua org bisa baca dengan mudah…)

      Reply

  3. miTadRiani
    Apr 24, 2009 @ 13:25:42

    Mamiiiiiiiiiiiiiiiiiii
    si petruuk si petruuk…
    Seorang wanita super klo menurut mita mah!!
    Mampu mengayomi anak2 asramanya…^^

    Reply

    • aisyahkecil
      Apr 24, 2009 @ 19:44:22

      @Mita..
      ^^V
      beberapa hari belakangan
      sering dibuat inget terus sama kenangan 17 angkatan 7 terutama di asrama…
      Siph.. Mita jadi ibu asrama yg baik ya.. (Lo?)

      Reply

  4. Lilis Yuningsih ,S.Pd
    Apr 24, 2010 @ 06:04:32

    Salam kenal….boleh tidak puisi inspiratifnya di “kopas” ? tuk dishare di fb ? (tentu saja saya cantumkan sumbernya)…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: