Menyederhanakan Definisi Sejahtera

Dimana-mana terdengar,
“Kita ingin agar rakyat sejahtera..”
Ukuran sejahtera itu apa ya?
Apakah jika negara sudah melimpah kekayaan dan pembangunannya maka negara itu sudah sejahtera

Apakah IPM yang didefinisikan selama ini dengan parameter tingkat pendapatan, kesehatan, pendidikan de-el-el  itu?

Padahal menurut informasi, ada sebuah kota yang tingkat pendidikannya rendah, pelayanan kesehatan biasa saja, pendapatan masyarakat hanya cukup-cukup saja tetapi nyatanya angka harapan hidupnya tinggi (mencapai 90 tahun)

Bisa toh ya?
Jadi, Kata siapa sejahtera berarti harus tinggal di tempat yang akses kemana-mana mudah,  yang informasi mudah didapatkan..

Lama mencoba mencari jawaban atas definisi..
Akhirnya pada perjalanan umrah kemarin,
Saat itu Agtri pergi dengan pembimbing umrah Bapak Miftah Faridh, seorang ulama yang amat familiar terutama untuk masyarakat di Bandung
Beliau memberikan tausiyah sore tentang sejarah kota Mekah

Dan ada penggalan menarik yang Agtri ingat hingga sekarang tentang do’a Nabi SAW tentang  kota Mekah. Setelah dicari-cari lagi ternyata ada di Qur’an surat Quraisy ayat 3-4, yang bunyinya
” Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan (QS.  Quraisy: 3-4)”

Didalam ayat tersebut, terselip do’a Rasulullah untuk Kota Mekah yaitu agar masyarakatnya bebas dari rasa lapar dan terhindar dari rasa takut

Setelah dipikirkan lagi,
jangan-jangan inilah definisi ‘sejahtera’ yang diidamkan oleh semua orang
ketika kedua hal ini bisa terpenuhi, sebetulnya tidak ada hal yang perlu dikhwatirkan lagi.
Betul tidak??
Sepintas mungkin akan terlihat sepertinya Agtri terlalu menyederhanakan persoalan tentang kesejahteraan ini.

Tetapi, coba kita lihat..

1. Bebas dari “Rasa lapar”
Siapa orang di dunia ini yang bisa tenang ketika rasa lapar menghinggapi?
Tak jarang kejahatan terjadi karena urusan perut. Bahkan bisa jadi hampir sebagian besar  kriminalitas terjadi karena urusan ini. Tidak usah melihat terlalu kompleks, kita lihat di kehidupan sehari-hari. Ada sebuah nasihat untuk seorang istri untuk menghindari ‘perang atau piring terbang” terjadi yaitu “jangan biarkan suamimu merasa kekurangan makanan, karena akan membuatnya menjadi cepat marah.”
Meski yang disebut dalam ayat ini adalah makanan, namun kesejahteraan juga dikembangkan kepada pemenuhan  kebutuhan dasar manusia seperti makanan, minuman, kesehatan, pendidikan, distrubis energi (BBM) dan lain  sebagainya. Dengan demikian negara sejahtera adalah negara yang memberi pelayanan kebutuhan dasarnya secara  manusiawi kepada rakyatnya. Seperti pembukaan lapangan kerja, pelayanan kesehatan gratis, pendidikan gratis serta akses mendapatkan kebutuhan bahan bakar dengan mudah dan murah. Karena semua kebutuhan itu adalah termasuk kebutuhan dasar hidup manusia.

2. Bebas dari rasa takut
Bebas dari rasa takut ini meliputi banyak hal, takut dari ancaman keamanan maupun takut  lainnya. Takut dari ancaman keamanan menjadi penting, coba kita lihat para wisatawan asing yang takut datang ke Indonesia setelah ada Bom Bali.. Orang-orang takut datang ke China,  Korsel, Kanada setelah ada Flu Babi..  Dan jangan-jangan MU juga batal datang ke Indonesia setelah hotel JW Marriot dan Ritz Carlton (katanya) di bom tadi pagi. Makanya stabilitas keamanan menjadi hal yang menentukan kurs mata uang suatu negara..

So, untuk para pemimpin ataupun siapapun yang peduli dengan kesejahteraan rakyat, paling  tidak ada dua kunci persoalan yang harus ditangani. Dan hal ini sudah terdefinisi di  Al-Qur’an, bebaskan rakyat dari “rasa lapar” dan rasa takut..

*ditulis setelah terkejut mendengar setengah jam yang lalu ada Bom di hotel tempat MU mau menginap.. Rabbi.. Ternyata kami belum bisa menjadi “tuan rumah” yang baik bagi “tamu kami” dan ternyata kami juga masih jauh dari definisi sejahtera yang Engkau sampaikan..

Advertisements

5 Comments (+add yours?)

  1. ikhwan
    Jul 27, 2009 @ 19:51:48

    sudah sejak lama saya mencari-cari definisi kesejahteraan ini,sesungguhnya. dan terutama, parameter mengukur kesejahteraan itu sendiri. dan memang sempat terfikirkan dua parameter yang disebutkan di atas.
    nah, saya jadi ingin bertanya. ttg kesehatan. bagaimana bila sakit, tetapi merasa bahagia? ttg pendidikan. bagaimana bila tidak terdidik, tetapi sejahtera lahiriah karena mampu bekerja dan memenuhi kebutuhan orang2 yang ditanggungnya?

    trims buat ruang diskusinya,,

    Reply

    • aisyahkecil
      Jul 30, 2009 @ 10:41:31

      Hmm..
      gmn kalau sakit tetapi bahagia? gimana kalau tidak terdidik tetapi toh mampu memnuhi kebutuhan orang2 yang ditanggunggnya..
      => Satu kesimpulan yang bisa Agtri berikan adalah kesejahteraan itu memang sifatnya sangat relatif.. Hanya saja perlu ada suatu standar yang tetap harus dipenuhi. Agar yang men-supply kebutuhan (dalam hal ini pemerintah) tahu apa saja pemenuhan yang harus diberikan kepada masyarakatnya. Dan setiap orang (masyarakat) juga bisa berusaha mandiri untuk memenuhi kebutuhan hidup minimalnya agar “tidak tertinggal” dari peradaban..
      Mangga, ditunggu tanggapan baliknya

      Reply

  2. ikhwan
    Jul 30, 2009 @ 11:34:09

    nah, itu dia bu.
    standar yg gmana?
    standar yg merata? ato standar ideal? ato justru standar minimal yg bisa dicapai semua orang? hahaha.. tiba2 merasa jadi filsafat seorang diri..

    Reply

    • aisyahkecil
      Aug 01, 2009 @ 19:00:44

      hm.. susah jawabnya..
      Tapi kita paling tidak secara formal sudah punya yang namanya SNI (Standar Nasional Indonesia) =>Indonesianya ISO..
      bahkan standar kemiskinan juga sebetulnya negara kita juga udah punya (walaupun tetep aja beda2, versi ini begini, versi itu begitu. giliran bagi2 BLT atau tabung gas gratis, semua pengen ngaku jadi miskin…)
      pengennya siy jelas standar ideal.. sebagai bentuk ikhtiar, standar minimal dulu lah yang terpenuhi

      filsafat? Hmm..

      Reply

  3. aan imuth
    Oct 22, 2010 @ 05:51:25

    thanks atas makna kesejahtetaan/…… mohon ijin unduh…..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: