Ngangkot..

Hmm.. banyak orang menganggap bahwa sarana tempat mendapatkan informasi adalah televisi dan internet..
Tetapi, menurut agtri ada satu lagi sarana yang bisa membuat kita bisa mendapatkan buanyakk sekali informasi
Apakah itu?
Jawabnya angkot..
alias angkutan kota

Kenapa gitu?

pengen tahu apa lagu terbaru yang lain nge-trend? naiklah angkot
pengen tahu skor bola tadi malam? naiklah angkot
pengen tahu gimana trend baju anak muda yang lain marak? naiklah angkot
pengen tahu gimana model jilbab yang lagi digandrungi? naiklah angkot
pengen tahu tempat nongkrong paling digemari anak jaman sekarang? naiklah angkot

Yuph, naiklah angkot, maka kita akan menemukan realita yang tengah berkembang..

Bisa dilihat, gimana ‘ngotot’nya orang-orang untuk duduk dekat pintu masuk tanpa sadar menghalangi orang yang baru akan naik..
Bisa ditemui, gimana perilaku orang-orang ketika ibu2 dengan bawaan kardus dan keranjang sayur yang segitu banyak tak dibantu tapi hanya diterima melalui kerlingan mata..
Bisa dijumpai, gimana perilaku penumpang dan supir yang saling bersitegang karena perkara duit 500 perak..
Bisa diperhatikan, gimana tingkah laku remaja putri dengan pakaian pendek yang menyulitkan diri sendiri ketika akan naik, duduk, dan turun angkot. Tangan yang satu sibuk membawa tas sembari tangan lainnya sibuk menarik pakaian seolah bisa membuatnya menjadi lebih layak..
Bisa dirasakan, gimana perilaku para pengemudi angkot yang saling kebut untuk mendapatkan penumpang lebih banyak, dilain waktu saling berlama-lama berhenti ditepi jalan tanpa terlihat siapa yang sebenarnya yang ditunggu..

Huffh.. tak adakah ibrah indah yang bisa ditemui dari angkot?
terutama pengemudinya?
Ndak juga ternyata,,

Beberapa hari yang lalu dalam perjalanan menuju tepat aktivitas yang hanya 10 menit perjalanan itu..

di belokan sumur bandung, simpang dago, “Ibu, ini kembaliannya, 2.500 saja kalau dari sana mah..”
tak hanya sekali itu,
digerbang belakang kampus ketika dua orang mahasiswa turun..

“Udah Den, seribuan aja kalau dari gandok..” dan dari 3 lembar uang seribuan itu, hanya dua lembar yang diambil beliau..
dan.. lebih terenyuh lagi ketika di gerbang depan kampus ketika turun dan memberikan ongkos yang tak seberapa itu, aku terdiam menunggu apa yang akan bliau katakan.. apakah kurang? bukan..
Beliau mengatakan
“Hatur nuhun Neng..”

Uang tak seberapa yang bisa jadi sangat berharga bagi mereka..

Dan terlebih, sikap Bapak sopir itulah yang memberikan pesona hingga tulisan ini ter-publish juga

Subhanallah..
Mungkin bapak sopir tersebut tidak tahu bahwa aura positif yang beliau keluarkan di pagi hari itu menjadi energi positif bagi orang-orang disekitarnya termasuk untukku..

Dan memang seperti itu, kadang senyuman ramah dari kita menjadi cahaya bagi yang sedang berduka..
Kadang jabat tangan erat tanda persaudaraan menjadi penguat bagi yang sedang lemah
kadang ciuman di pipi dengan sepenuh hati bisa menjadi energi bahwa kita tak sendiri

Intinya,
1. sebarkan aura positif dimana-mana.. Jauhi mengeluh..
dan
2. GUNAKANLAH PUBLIC MASS TRANSPORTATION

contohnya ya pakai angkot ini..
Bumi ini sudah terlalu jenuh dengan manusia-manusia yang egois membuang logam berat setiap harinya hanya untuk keperluan dirinya sendiri..
Mosok mobil pribadi dengan kapasitas 5-8 orang digunakan hanya untuk 1 orang?
Sayangkan..
Lagian banyakkan  ‘informasi’ yang bisa didapatkan dari angkutan umum 🙂

*Hm.. jadi pengen bikin tulisan tentang public mass transportation

[Duh.. nulis apa siy agtri..  Gini nih kalau udah lama nggak nulis..
Semua hal ingin ditulis tapi jadi malah bingung sendiri..]

4 Comments (+add yours?)

  1. nurulwidya
    Nov 18, 2009 @ 18:49:53

    Dan memang seperti itu, kadang senyuman ramah dari kita menjadi cahaya bagi yang sedang berduka..
    Kadang jabat tangan erat tanda persaudaraan menjadi penguat bagi yang sedang lemah
    kadang ciuman di pipi dengan sepenuh hati bisa menjadi energi bahwa kita tak sendiri

    Intinya,
    sebarkan aura positif dimana-mana.. Jauhi mengeluh..

    BETULbanget..^_^

    Reply

  2. siirona
    Nov 19, 2009 @ 14:27:27

    bener banget teh agtri ! selama kuliah dan harus naik angkot, saya ketemu banyak orang dengan berbagai karakter.dan yang mengagetkan kemarin ada seorang nenek yang udah tua banget, naik angkot dengan menangis. ternyata beliau baru saja diusir sama keponakan yang diasuh dari kecil sampai punya anak.dari kejadian itu, saya melihat seorang bapak yang tadinya saya anggap work oriented dan anti sosial menjadi pahlawan pertama yang menanyakan si nenek, ada lagi mbak” mahasiswadari kampus sebelah yang berbaik hati.

    alhamdulillah, saya bisa mengenal saudara” saya di angkot dan saat ini saya sangat menikmati keindahan pas naik angkot. hhe

    Reply

  3. salam revolusi
    Nov 20, 2009 @ 11:01:27

    ya,,,

    kadang para bapak sopir itu yang mengajarkan ketawadhuan, kesederhanaan, dan sikap syukur yang lebih dari yang kita sangka,,,

    mereka seperti murobbi bagi kita

    kita patut belajar dari mereka…

    nice posting ukh 🙂

    ini Nurina yang admin blog salamrevolusi ukh, tapi sekarang udah migrasi ke sini http://jurnalpemikiran.wordpress.com/

    Reply

  4. ridha
    Nov 23, 2009 @ 21:16:45

    Setuju…setuju, banyak hal yang bisa kita lihat, kita dengar, dan kita rasakan untuk kemudian kita jadikan pelajaran ketika kita berada di angkot. Jadi, nggak selamanya berada di atas angkot itu menjadi hal yang membosankan, ternyata kita bisa banyak belajar disaana.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: