Catatan-Harian-Kehidupan

Dear Diary..
Kalimat pembuka yang pasti sering sekali kita dengar..
mungkin,
saat ini kita jengah dengan kalimat ini


Tapi,
coba sejenak buka buku harian lama kita
kita akan tersenyum simpul,
bahkan barangkali tertawa terbahak

Ya..
Jangan coba-coba buka di buku harian terbaru,
3 tahun kebelakang ini barangkali tidak lagi dijumpai

Coba buka buku harian dengan awalan tahun binner
yang dibalik dari tahun saat ini..
tahun ’01(nol-satu) bukan ’10(satu-nol)

karena kalimat itu
ternyata
juga menjadi kalimat pembuka di buku catatan harian kita


Rekam jejak melalui tulisan memang bentuk dokumentasi paling efektif
untuk bisa menjadi sarana refleksi dan juga evaluasi


Dulu mungkin kita akan berpikir konyol banget siy curhat di buku Diary..
Gaya ABG bgt ya curhat curhit di buku harian..

Beberapa waktu ini,
mencoba berhenti sejenak
sembari
mengumpulkan Diary-diary sejak SMP sampai saat ini
yang ternyata merekam banyak sekali kejadian..
Totalnya
Ada 4 buku, 1 file word dan 1 folder notepad


Dari buku terlama, tenyata tepat ketika pertama kali masuk SMP
lalu masuk buku kedua ketika kelas dua sampai kelas tiga SMP
Buku Ketiga adalah cerita ketika SMA hingga menjelang masuk kuliah
Lalu diary berubah menjadi diary elektronik (word) semenjak kuliah karena dirasa lebih aman karena bisa pake kunci
Kemudian buku ke 4, yang khusus ketika tingkat tiga kemarin Kerja Praktek di Palembang dan belakangan ini karena file Diary elektronik (yang word) ‘terkunci’ di hardisk (yang tak sembuh-sembuh juga) akhirnya membuat diary baru di notepad..


dan,
Diary-diary inilah yang kala lelah bisa menjadi salah satu jalan memberikan spirit untuk selalu bersyukur akan nikmat keimanan dan hidayah hingga saat ini..
Diary-diary inilah yang kala jenuh mengajarkan bahwa skenario Allah kepada hamba-Nya itu sangat indah..
Diary-diary ini yang mengembalikan memori-memori tentang kebahagiaan untuk menghapus kesedihan..


dan ternyata
diary-diary ini memberikan nasihat pula tentang sebuah peristiwa
pada masa depan yang pasti akan kita lalui semua


hari dimana
tidak ada satu orangpun yang mampu untuk berlari ataupun menutup-nutupi


semua akan terbuka dengan sempurna


membaca buku harian yang hanya merekam sedikit peristiwa saja
membuat menjadi malu hati
membuka kembali banyak hal tentang khilaf diri


Wahai diri
betapa banyak kesalahan dan kelalaian yang telah engkau lakukan
Mengapa sombong tetap dalam kemaksiatan

Membuka dan meresepi kejadian yang tertuang di buku harian seolah simulasi akan kejadian di hari akhir nati
dimana setiap orang akan diberikan dan dipertunjukkan buku catatan amal kehidupannya

“Dan diletakkan kitab(catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, “Betapa celaka kami, kitab apa ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya,” dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan(tertulis). Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun. “

(QS. Al-Kahf:49)

ah..
ingin menutupi muka tapi pasti percuma
rasa malu itu barangkali tak hanya membuat wajah ini menjadi memerah
bahkan seluruh sendi terasa ikut meluruh
Ingin rasanya kembali ke dunia tapi tak akan bisa..
Waktu yang sudah pergi tak akan mungkin akan kembali

“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya lalu dai berpaling darinya dan melupkan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sungguh, Kami telah menjadikan hati mereka tertutup, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan telinga mereka. Kendatipun engaku menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk untuk selama-lamanya.”

(QS. Al-Kahf: 57)

dan,
itulah mengapa betapa beruntungnya para sahabat dan orang-orang mukmin yang mendapatkan kabar gembira di dunia tentang masa depannya di surga


Betapa bahagianya Bilal
ketika disampaikan padanya bahwa bunyi terompahnya pun sudah terdengar dari balik pintu surga
Betapa gembiranya asiyah
ketika diceritakan bahwa sebuah istana telah dibangun khusus untuknya
Betapa senangnya Umar
ketika dalam suatu peristiwa dikatakan bahwa seorang bidadari spesial telah dipersiapkan sesuai keinginannya


Bagi mereka surga bukanlah angan-angan
Surga adalah buah dari perjuangan dan ketaatan


Lantas,
kembali merenung ke dalam diri
diletakkan dimanakah kelak buku catatan kehidupan akan diberikan? lalu konsekuensi apa yang akan diterima dari semua itu?

“Pada hari itu kamu dihadapakan (kepada Tuhanmu), tidak ada sesuatu pun dari kamu yang tersembunyi (bagi Allah). Adapun orang-orang yang diberikan kitab di tangan kanannya, maka ia berkata, “ambillah, bacalah kitabku (ini). Sesungguhnya aku yakin, bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan terhadap diriku”. Maka orang itu berada dalam hidupan yang diridhai, dalam surga yang tingi, buah-buahan yang dekat, (kepada meraka dikatakan), “Makan dan minumlah  dengan nikmat karena amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.”
(QS. AL-Haqqah: 18-24)

ataukah


“Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, “alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku. Sehingga aku tidak mengetahui bagaimana perhitunganku, wahai, kiranya (kematian) itulah yang menyudahi segala sesuatu. Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku. kekuasaanku telah hilang dariku.” (Allah berfirman), “Tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. Sesungguhnya dialah orang yang tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin. Maka pada hari ini di sini tidak ada seorang teman pun baginya.”

(QS. Al-Haqqah 25-35)

*Ketika hati teramat keras, hingga seolah semua nasihat sudah tak mampu lagi menembusnya.. nasihat terbaik itu adalah kematian dan tentang kehidupan setelah kematian..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: