Kisah tentang Beliau

Bliau ini menikah dengan teman sekantornya
dan tak tahu kenapa
Semakin lama, semakin banyak saja kemiripan beliau dengan suaminya
Bukan hanya dari segi penampilan fisik, tetapi juga dari perilaku

Suatu sore di hari libur, seperti biasa berkumpul di ruang tengah keluarga dan bercerita tentang apa saja yang dilakukan hari itu
Tiba-tiba beliau mengatakan,
“Ibu punya surprise lo…..”
dan anak-anaknya pun langsung bersorak
“Yes… ada surprise….”
“Coba tebak apa surprisenya??” kata beliau
“Clue-nya dong bu…”
“Clue-nya sesuatu yang berguna dan bermanfaat untuk dipakai di pondok”
Kebetulan memang di rumah beliau ada kolam gurame yang ada saung (pondok) diatasnya
“em.. apa ya?? anak-anak berusaha untuk menebak
berbeda dg anak-anak yg antusias, sang suami tampak sedang berpikir keras
“Kenapa Pak?”

“em.. Bapak curiga niy Bu..Sebenernya Bapak juga punya surprise.. Clue-nya juga sama, bisa dipakai untuk di pondok..”
Tanpa banyak kata.. Ibu langsung tanya..
“Bapak beli warna apa?”
“Warna biru.. Kalo ibu?”
“Wah… untung nggak sama.. Ibu beli warna hijau”

Dan yang sekarang bengong adalah anak-anak..
Akhirnya..
untuk membuktikan apakah sebetulnya benda yang dibeli Bapak dan Ibu? dilakukanlah pembagian tugas
Anak pertama mengambil benda yang ibu beli di Kamar Penyimpanan barang
Anak kedua dan ketiga mengambil benda yang bapak beli dan masih ada di dalam mobil
dan
Jreng…….

Subhanallah..
Benda memang sama
Jenisnya sama
Ukurannya sama
Yang beda hanya warnanya saja…
Satu hijau, satu biru..
Benda itu adalah kasur,
Kasur ini bukan kasur busa yang biasa kita kenal
Ini adalah kasur khas Palembang
(kenapa kasur ini bisa dipakai di pondok? Karena biasanya dihari libur. Beliau sekeluarga sering bersantai bersama dipondok.. Nah kalo ada kasur kan bikin tambah PW)

Beliau dan suaminya membeli di hari yang sama, kasur yang sama dengan warna berbeda tanpa janjian sebelumnya…

Anak-anak hanya bisa tersenyum melihat ini semua
dan si bungsu seperti biasa nyeletuk
“A… Tahu.Selain warnanya beda.Pasti harga belinya juga beda.Hahahaha… Punya Bapak pasti lebih mahal…”
Semua langsung tertawa dan topik beralih untuk membahas berapa Bapak membeli kasur itu

Sebetulnya anak-anak tidak terlalu kaget dengan kesamaan yang dimiliki oleh kedua orangtua mereka..
Karena hal ini bukan yang pertama kali terjadi..
“Kebetulan sama” ini sebelumnya sudah sering terjadi
Sehingga kalau lagi belanja ke pasar, Hal yang dilakukan sebelum turun dari mobil adalah janjian siapa akan beli buah apa
Karena..
kalau tidak janjian atau disepakati sebelumnya
Satu jenis buah akan membanjiri rumah…
Satu jenis?
Ya satu jenis, karena Ibu dan Bapak belinya buah dengan jenis yang sama
Kalo sama-sama beli dikit mah nggak masalah
tapi misalnya beli pisang,
Ibu beli pisang 2 sisir, bapak beli pisang 2 sisir
Biasanya yg dibeli itu dalam kondisi sudah matang, siap makan..
4 sisir pisang yang satu sisirnya berisi 10 buah pisang
dihabiskan oleh 3 orang (Ibu, Bapak dan Anak Bungsu -anak yang lain lagi kuliah di luar kota)
1 sisir pisang yang sudah matang paling tahan 3 hari, setelah lebih dari 3 hari akan berubah rasanya

Bukan hanya pisang..
kadang duku, kadang jeruk, kadang kelengkeng.. macem2 lah..
Tinggal si bungsu yang makin sehat karena “mabok” makan buah…

Kita beralih dari cerita kesamaan bliau dan suaminya

Nah cerita kedua adalah tentang kekuatan do’a bliau..

kisahnya, si bungsu yang pengen banget rafting,
pucuk dicinta, ulam pun tiba.. eh, diajak temen-temen untuk rafting di Sukabumi
Cewe semua…
Wah.. pasti asyik..
Langsung bilang ok aja ke temen yang jadi PJ..
Bahkan langsung mau waktu diminta DP
Setelah selesai transaksi baru nelpon ibu minta persetujuan (anak jaman sekarang..)
“Bu… Agtri ikut arung jeram ya sama temen2… cewe semua ko….”
“Apa Nak? Arung jeram… aduh… ada yang lain aja nggak?”

Wah.. mulai nih.. ke-paranoid-an ibu muncul lagi…
Ibu memang memang memproteksi hal-hal yang beliau anggap berbahaya
walaupun kadang, sebagai anak menganggap kadang over paranoid…

Nggak boleh flying fox soalnya takut tali pengamannya nggak beres lah..
Nggak boleh manjat pohon karena takut nanti jatuh (Hehe.. lagian anak perempuan doyannya yang aneh2..)
de-el-el…

Sampai2 kalau tante2 mau melakukan pembelaan ke anaknya bilangnya
“Wah.. mama masih mending dibandingin Ibu-Yuk Agtri (panggilan ut kakak perempuan-Palembang)”
Fiuh…

Tanpa pantang menyerah Agtri coba untuk membujuk ibu..
sampai akhirnya ibu bilang..
“Ya udah.. ati2 ya Nak…”

Yes… akhirnya dapet restu

2 hari kemudian..
“Tri, anak2 pada batal nih ikutan raftingnya. Kita lanjut nggak nih, tapi paling dikitan…
Kalo dikitan ntar mahal diongkos
Karena udah pengen banget akhirnya bilang
“Ya udah.. agtri ikut aja.. kalo temen2 mau lanjut, agtri ikut…”

Dan akhirnya…
Rafting-pun dibatalkan karena sampai waktu konfirmasi ternyata cuma 3 orang yang bisa ikut..

Malam tahun baru ibu nelpon
“Lagi dimana Tri?”
“Lagi tahun baruan Bu”
“o..” jawab ibu tanpa tanya lebih jauh..
Wah kemajuan niy.. biasanya ditanya sampai detil ada dimananya..

“gimana kemarin? jadi arung jeramnya?” ibu tanya
“enggak jadi bu… Temen2 jadinya pada mundur semua…”
dikejauhan terdengar desahan lega dan tawa tertahan
“kenapa bu?”
“ah… enggak…”
masih juga ada kesan tawa tertahan ketika itu…
Curiga nih.. ada apa sampai ibu segitunya.

akhirnya ibu bilang
“Alhamdulillah do’a ibu terkabul”
he?
“Bu, jangan-jangan ibu do’ain agtri tuk nggak jadi arung jeram ya?”
kali ini bukan tawa tertahan lagi..
Ibu benar2 tertawa kali ini,,,
“Alhamdulillah… nggak jadi ya Tri… hahhaha….”
Langsung deh speechless…

Subhanallah
yang namanya do’a ibu untuk anaknya memang T-O-P B-G-T

Dan kisah ini khusus dituliskan..

karena hari ini hari lahir ibu dalam kalender masehi,
Jazaakillah khairan Katsira atas semua cinta yang tak terhingga..

Memang waktu dan juga kedewasaan yang menjawab hal-hal yang dahulu tak aku mengerti..


Aku yang dahulu  selalu kesal ketika diingatkan untuk melakukan shalat di usia awal balighku
kenapa tak dibiarkan saja hingga aku mau sendiri?
Kini, aku mengerti bahwa engkau berikhtiar agar aku bisa menjadi seorang anak yang shalihah


Dahulu aku tak habis pikir ketika nada suara engkau berubah ketika teman-teman laki-laki mulai menelepon tiada henti
pikirku wajar bukan aku punya banyak teman
Kini aku mengerti bahwa engkau tidak ingin aku salah dalam pergaulan yang berlebihan


Dahulu aku bingung kenapa aku harus belajar mengaji
kenapa aku harus belajar bahasa asing yang tak mudah aku kuasai
Kini aku pahami bahwa engkau ingin agar aku bisa dekat dan cinta pada kalam dari-Nya


Dahulu aku tak mengerti ketika engkau rajin memberi orang yang tak berpunya
aku pikir, harusnya mereka bisa berusaha dan bekerja bukan cuma jadi peminta-minta
Kini aku mengerti bahwa memang ada hak mereka di dalam tiap-tiap bagian harta kita


Dahulu aku selalu kecewa ketika rapor ku yang bertuliskan rangking satu hanya dibaca sepintas lalu
tak seperti teman-temanku yang pasti diberi hadiah ini itu
Kini aku mengerti bahwa engkau tak ingin agar aku menjadi anak yang menuntut imbalan atas perjuangan


Kini aku mengerti..
Bahwa itu semua ungkapan cinta yang tidak harus berupa k
ata-kata

Met milad Ibu,

Semoga kita sekeluarga dikumpulkan kelak di Jannah-Nya..

2 Comments (+add yours?)

  1. Cinderella
    Mar 05, 2010 @ 09:51:32

    Allaaahu Akbar!! Ibu memang luar biasa.. jadi inget ibuku T.T
    semoga kita menjadi anak2 shalih/shalihah bagi mereka dan kelak Allah menajdikan kita sebagai Ibu yang hebat yang melahirkan anak2 syurgawi… amiiin Rabb… salam ukhuwah ukhti 🙂

    Reply

  2. atin dwi cahya
    Dec 22, 2010 @ 14:11:30

    subhanallah,,,,,,,,
    pengen meluk ibu,,,,,,,,,,,,

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: