Hari Ini 6 Tahun Lalu

Bukan hal mudah bagi seorang perempuan untuk bisa memutuskan bahwa dirinya akan sepenuhnya memenuhi perintah Rabb nya

Jika dengan shalat lima waktu, berpuasa saat Ramadhan dan taat pada suami bisa mengantarkan seorang muslimah memilih bisa masuk syurga dari pintu mana saja, barangkali tidak akan ada wanti-wanti dari Rasulullah bahwa yang paling banyak menjadi penghuni neraka adalah perempuan.

Jika saja para perempuan sanggup untuk ‘meredam’ pesona berupa anugerah keindahan yang telah diberikan kepada tiap-tiap diri mereka,
barangkali tidak akan ada peringatan dari Rasulullah bahwa tidaklah ditinggalkan sebuah fitnah melainkan fitnah akan perempuan.

Sudah fitrahnya bahwa laki-laki suka melihat yang indah-indah
dan sebaliknya, perempuan fitrahnya memang suka mempertunjukkan potensi bahwa dirinya indah
kloplah..
Hal tersebut sunnatullah yang menyebabkan dunia masih berputar dan memiliki jumlah populasi manusia yang bertambah dan berkurang secara simultan

Dan itulah mengapa Dien yang sempurna ini
mengatur agar para perempuan yang dikaruniai potensi keindahan itu tidak salah langkah
yaitu dengan perintah untuk menggunakan Jilbab

Membicarakan jilbab hari ini berarti mengenang pada hari ini 6 tahun yang lalu

22 Februari 2004
6 tahun yang lalu
di hari pertama kenaikan ke kelas 2 SMA
saat diri ini menguatkan tekad agar bisa mengenakan selembar kain putih yang memiliki banyak sekali arti

Berjilbab bagi seorang muslimah, bukan perkara mudah
ada banyak pertimbangan untuk bisa memantapkan hati menerapkannya
Tapi yang namanya hidayah, kita memang tidak pernah tahu kapan akan tiba

Seperti juga dulu, bahkan terlintas pertanyaan tentang jilbab pun tak pernah ada dalam otak ini.
Lah wong selagi sekolah menengah masih asyik-asyiknya sibuk mengejar juara umum sekolah, ikutan lomba-lomba MIPA, jadi pengurus OSIS,bikin geng-gong yang kerjaannya nongkrong abis pulang sekolah, sibuk nge gosip bahas perkembangan si dia.
Manalah mau berpikir tentang jilbab?

Tapi yang namanya hidayah, kita tak akan pernah tahu datangnya dari mana.
8 tahun yang lalu pengetahuan itu datang,
hadir melalui perantara sebuah tulisan di Majalah Annid* (pasti tahukan majalah ini :))
Saat itu tema utama yang dibahas adalah tentang paaran dalam islam, tetapi ada satu penggal ayat yang membuat  terhenyak, Qur’an surat An nuur ayat 31

Sempat tertegun..
Memang di Al-Qur’an ada ayat yang isinya begini ya?

(kamana wae neng?? Makanya Iqro’!!)
Setelah itu loading dulu sekian lama…
Apa iya harus berjilbab?
Jadi jilbab itu wajib ya?
Bukannya kalau berjilbab jadi kayak anak madrasah?
(*apa salahnya anak madrasah?)
Bukannya kalau berjilbab jadi gak bisa pacaran? (*kata siapa? bisa ko’.. Setelah nikah :D)
dan lain-lain yang kepanjangan kalau harus ditulis satu persatu
Lambat laun pertanyaan-pertanyaan itu menemukan jawabannya.
.

Sampai hari itu,
berbekal kemantapan dalam hati
meminta izin kepada kedua orangtua
apakah diperbolehkan diri ini menggenapkan setengah Diennya
eh,salah, belum yang ini mah..
diulangi
apakah diperbolehkan diri ini untuk berhijab

Allahu Akbar!!
Ternyata ibu dan bapak dengan cepat merespon memberikan persetujuan bahkan dengan sangat bersemangat memfasilitasi semua kebutuhan(semoga Allah senatiasa memberikan kasih sayang melebihi apa yang telah bapak dan ibu berikan kepada agtri.. *hiks..)

Enam tahun berjalan,
sekarang ingin sekali sedikit berbagi
agar bagi kita yang sudah memakainya bisa terus istiqomah dan semakin bersyukur atas nikmatnya
dan bagi yang belum
semoga anti segera diberikan kemantapan hati untuk bisa juga segera menggunakannya.. (Allahumma amin..)

Buat agtri,
1. Jilbab itu identitas muslimah
Jelas toh kalau jilbab itu identitas yang menunjukkan bahwa seseorang itu muslim atau bukan.
Coba, beda kan sama ikhwan..
Mau jenggotnya sepanjang apa atau celananya se-nge-gantung apa juga belum tentu ketebak kalau dia muslim.
Ada kisah dari kakak tingkat yang kehujanan di sebuah tempat yang baru pertama kali bliau kunjungi. Saat itu bliau bersama teman-teman beliau. Akhirnya berteduh di sebuah kedai makanan. Karena hujan dan juga sedang lapar, tanpa ba-bi-bu semua langsung duduk manis untuk memesan makanan. Tidak sadar bahwa seluruh pengunjung sedang mengarahkan mata ke mereka dengan perasaan bingung campur syok(ok, yang ini berlebihan).
Akhirnya pelayan kedai tersebut menghampiri dan mengatakan dengan suara pelan, “Maaf mbak, sepertinya mbak salah tempat.. Disini hanya menjual makanan dari b*bi”.
Dengan senyam senyum salah tingkah beliau bersama teman-temannya berdiri dan mengucapkan maaf dan terima kasih berulang kali lalu langsung pergi undur diri.

Nah,
Apa coba yang membuat pelayan tersebut bisa berbicara seperti itu dan membuat pengunjung kedai tersebut ‘ngeh ‘ bahwa ada sesuatu yang aneh?
Yup, karena mereka berjilbab!
Pelayan dan pengunjung kedai tersebut langsung mengenali bahwa pengunjung yang baru masuk sepertinya salah tempat hanya dengan melihat berjilbab.
It’s so simple right?

Bayangpun jika yang datang kesana laki-laki, biarpun dia berjenggot dan bercelana ngatung, apakah ada yang akan bertanya, “Mas, karena mas berjenggot dan bercelana ngatung apakah mas muslim?”
Menurut agtri si enggak akan ditanyain gitu..

Ya..
kejadian tersebut hal tersebut hanya akan terjadi buat muslimah. Karena apa?

Karena kami spesial! 😀

2. Jilbab itu pembeda
Ya, jilbab itu pembeda, seperti juga yang di sampaikan di Al-Qur’an bahwa jilbab itu membuat agar para muslimah bisa dikenali dan bisa dijaga.
Jilbab itu pembeda, sok dibedakeun antara muslimah berjilbab dan muslimah yang belum berjilbab ketika ketemu preman atau orang-orang yang nongkrong-nongkrong dipinggir jalan..
Kalau muslimah yang belum berjilbab, kalau disapa (baca:digodain) sama preman dan tetap cuek aja kalimat standar yang keluar,
“Wah neng, sombong betul dah.. Noleh aja kagak kita-kita”

bandingin sama dengan yang berjilbab, kalimat standarnya,
“Assalamu’alaikum neng.. bla..bla..bla..dst..dst..”
walaupun bla..bla..dst..dst.. kadang gak enak didenger juga.. tapi diawali dengan memberikan do’a kepada kita..

Bayangpun..
Bahkan sama preman pun di kasih do’a..
Dikasih do’a keselamatan lagi..
Gimana gak beda? 🙂

3. Jilbab itu komitmen
Selanjutnya jilbab itu adalah komitmen sejauh mana kita sebagai hamba-Nya mau menataati apa yang telah Ia perintahkan.
Kenapa ini menunjukkan komitmen, jadi gini ceritanya..
Dulu pas KP, ada bapak-bapak di kantor yang baru abis di bekam. Nah dibekamnya sampai di kepala. Akhirnya milih buat sekalian di plotos aja (di gundul-red.). Jadinya kemana-mana bapak ini pake peci. Sampai hari kesekian, akhirnya bapak pimpro KP agtri ini bilang, “salutlah saya sama perempuan berjilbab… saya pake peci gak tiap hari saja kadang malu karena ngerasa beda sama yang lain. Apalagi pakai jilbab yang seumur hidup.. Apalagi sama yang selalu pakai rok, ah.. saya gak jamin saya sanggup kalau diminta pakai sarung kemana-mana..” hehe

4. Jilbab itu penjaga
Nah ini berdasarkan cerita dari seorang adik beberapa waktu yang lalu. Beliau ini ceritanya KP di pertambangan. Tahu kan gimana pertambangan yang di dominasi sama para lelaki. Ternyata, untuk menjaga para kaum hawa, disana semua diwajibkan untuk berjilbab.. Ya.. diminta berjilbab karena ‘ngeri’nya para lelaki di lingkungan pertambangan sana. Luar biasa bukan?

Oleh karena itu..
semakin hari,
keyakinan ini semakin bertambah

bahwa memang apa yang sudah Allah perintahkan
semua itu memang pasti sesuai dengan fitrah kita sebagai manusia
Kita saja sebagai manusia kadang menjalankan setengah-setengah hingga hikmah tidak bisa kita dapatkan dengan sempurna

Wallahu ‘alam

2 Comments (+add yours?)

  1. izhy
    Feb 23, 2010 @ 16:23:29

    Stuju buat spesial..
    nambahin point 4 (biar da boleh/g boleh, ehe abis pgn nmbahin sh). yg ganas gak di daerh prtambangan ja loh, bs dmana ja. lbh brtambh ganas dwaktu mlm hr (mnurut sumbr), jd buat akhwat hati” klo jln mlm, pa lg klo sndirian (sbaikny g sndirian).
    kaya pernahprnah baca nih di notes tmen, intiny dengn brjilbab dia aman n trhindar dr colekan preman krl swktu dlm prjalnan plg kJkt. (i,amit”)

    rQ lg..
    tulisan (lbh k tips x y) yg bs mmbntu sdri” kita yg baru mw mulai mngenakan jilbab, ky gimana cr mmakai jilbab yg simple namun syar’i ato hal apa saja yg tidak prlu dipikirkan ktika mengenakan jilbab. Thx

    Reply

  2. Rizky Nugraha
    Aug 06, 2011 @ 08:51:09

    Kepada saudari-saudariku yang istiqomah dalam berhijab,,,,kalian adalah mutiara diantara gelimangan lumpur. Tak perlu malu tak perlu ragu,,,kalianlah bidadari bumi yang dinanti arjuna-arjuna di Surga

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: