Selera dan Perasaan

..tindakan dan perbuatannya tidak boleh bertentangan dengan aturan-auran yang telah ditetapkan oleh Islam. Sampai ke masalah syu’ur(perasaan) dan dzauq(selera) pun mesti disesuaikan dengan kehendak Allah SWT. (Menyonsong Mihwar Daulah, 141. Cahyadi Takariyawan)

Satu paragraf pada bagian Kejelasan Wala'(loyalitas) yang begitu membekas.

“Bahkan tentang PERASAAN dan SELERA pun mesti disesuaikan dengan kehendak Allah.”
Sebuah kalimat yang menghujam dan membuat merenung.

Ya, barangkali inilah yang membuat seorang Mus’ab bin Umeir.
seorang keturunan bangasawan yang amat perlente pada awalnya.
Lalu meninggalkan kemewahan hidupnya dan ikut berjuang bersama dengan Rasulullah.
Cukuplah cerita perjalanan hidupnya yang dibukukan saat ini mengajarkan betapa berubah ‘selera’ hidupnya kala itu.
Ketika kemewahan akan membuatnya menjadi terlena, maka ia pilih untuk tinggalkan itu..
Bukannya Dien ini memintanya untuk menjadi miskin. Tetapi ketika dunia menguasai hatinya, maka dimanakah Allah?
Itulah yang ia khawatirkan dan meninggalkannya.
Hingga kita dengan kisah ketika syahidnya di Perang Uhud.
Hanya.. Hanya ditutupi dengan selembar kain yang ketika ditarik ke atas maka terlihatlah ujung kakinya dan bila ditarik ke ujung kaki maka akan terlihatlah kepalanya.
Seseorang yang beberapa tahun sebelumnya sanggup membuat semua wanita menoleh dan memandang terpesona dengan ketampanan yang ia tampakkan..

Perasaan ini juga lah yang mengantarkan Umar bin Khattab tidak pernah merasa paling benar.
Bahkan ketika pendapatnya pada awalnya tidak diterima oleh Rasulullah kemudian dibenarkan langsung oleh Allah memalui firmannya.
Sampai akhirnya.. Allah sendiri yang meberikan jawaban bahwa pendapat Umarlah yang sebaiknya digunakan.
Bukan ditanggapi dengan ponggah apalagi sombong,
justru sikap Umar kala itu..
Malah menangis sedih dan mengatakan,
“Siapalah Umar ini..”
berulang kali..

Mari tanyakan dalam diri..
Apakah masih seringkali selera dan perasaan menjadi penghambat lajunya pergerakan kita..

(Lagi-lagi tulisan pengingat untukku yang dibagi agar bisa bermanfaat untuk kita..)

2 Comments (+add yours?)

  1. Rizky Nugraha
    Aug 06, 2011 @ 08:19:12

    nice

    Reply

  2. HambaMu
    Oct 22, 2012 @ 10:13:58

    Siapalah saya,,, #hiks
    memang benar terkadan syu’ur dan dzauq yg terlampau dinikmati membuat laju pergerakan dakwah menjadi melambat.. (T.T)

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: