Asmara Antar Aktivis(2)

Pencegahan

Dosa kecil akan berubah menjadi dosa besar ketika :
(1) dianggap enteng
(2) dilakukan berulang-ulang tanpa rasa bersalah
(3) dilakukan sering sehingga menggunung.
(4) diwariskan sebagai sunnah sayyi’ah (kebiasaan buruk yang diteladani orang lain).

Mungkin bagi kita masalah 3A ini tidak begitu penting, bila dibandingkan dengan masalah lain seperti pembinaan, rekrutmen, syiar, pemenangan pemilu dsb. Namun terkadang orang jatuh bukan karena batu besar, namun karena kerikil kecil. Masalah kecil inilah yang kemudian bisa merobohkan bangunan dakwah ini yang sudah sekian tahun kita bina. Oleh karena itu, tampaknya kita harus mulai menanggapi isu ini secara serius. Adapun beberapa langkah preventif hasil diskusi saya dengan beberapa orang

1. Perkuat aqidah

Yaitu dengan cara mengembalikan proses tarbiyah kepada manhaj, yaitu menguatkan pemahaman aqidah, syariah dan akhlak pada tahap awal sebelum masuk kepada pemahaman tentang dakwah dan siyasah. Bukan malah memporakporandakan manhaj seenaknya dengan alasan kebutuhan lapangan, Karena perlu diingat bahwa pembinaan yang dilakukan bukan hanya untuk kebutuhan kampus saja, namun juga untuk kebutuhan jangka panjang dakwah mereka.

2. Hindari menempatkan ikhwan-akhwat dalam satu amanah yang sama dalam waktu yang relatif lama.

“ witing tresno jalaran soko kulino “, cinta itu muncul karena seringnya berinteraksi. Peribahasa jawa kuno ini tampaknya sangat relevan dengan kondisi saat ini. Buktinya dari sekian banyak kasus 3A saat ini, 80% adalah mereka yang satu amanah dalam waktu yang lama. Untuk menghindari ini, salahsatu contohnya, majelis ta’lim salman ITB, membuat kebijakan untuk meniadakan korwat pada setiap divisi dan kepanitiaan, untuk menghindari fitnah.

3. Hindari berkhalwat “gaya baru”

Sudah sangat jelas bahwa berkhalwat adalah sebuah perilaku yang dilarang oleh Allah SWT. Semua ADK sudah tau dan faham akan hal itu. Namun pemahaman yang dangkal terkait “khalwat” sering menjebak para ADK. Secara sederhana, khalwat didefinisikan ada 2, pertama berdua-duan dengan lawan jenis di tempat sepi, ini sudah cukup jelas. Kedua, berkomunikasi berdua tanpa ada orang ketiga yang tau, walaupun di tempat ramai. Definisi kedua inilah yang sering tidak disadari oleh ADK. Mereka tidak sadar bahwa SMSan, chatingan, FBan dll yang tidak diketahui oleh orang ketiga berpotensi berkhalwat. Inilah yang disebut berkhalwat gaya baru. Dan semua kasus 3A yang pernah saya temui, berawal dan berlanjut melalui sarana tersebut.

4. Sebaiknya ikhwan mempelajari psikologi akhawat dan sebaliknya

“ jika anda ingin menangkap singa, maka berfikirlah seperti singa “, ini adalah prinsip para pemburu. Sama halnya ketika kita ingin menangkap ( maaf ) wanita, maka pelajarilah cara berfikir mereka. Sebaliknya, jika anda tidak ingin “menangkap dan tertangkap” wanita, maka berfikirlah seperti mereka. Terutama untuk akhwat, jangan pernah cepat merasa GR. Kalaupun merasa mendapatkan perhatian yang agak lebih, tanamkan dalam hati bahwa hal/perhatian dari ikhwan tersebut juga dilakukan oleh ikhwan tersebut ke semua orang termasuk akhwat-akhwat lain.

5. Jaga pandangan

”Katakanlah kepada orang-orang mukmim untuk menjaga pandangan mata mereka dan menjaga kemaluan mereka…” ( QS An Nuur 30 )

kenapa Allah kemudian Rasul-Nya mengingatkan manusia untuk senantiasa menjaga pandangan mereka? Allan dan Barbara dalam bukunya, why men don’t listen and women can’t read maps, pada sebuah penelitian mengatakan bahwa laki-laki tergoda melalui matanya dan wanita tergoda melalui pendengarannya. Dalam sebuah ungkapan juga disebutkan bahwa “ pada mata laki-laki ada serigala, dan pada mata perempuan ada sihir yang mampu merubah laki-laki menjadi serigala “. demikianlah dasyatnya pandangan mata baik dilihat dari sudut pandang Agama, ilmiah, sosiologi, maupun psikologi.

“Dia mengetahui pengkhianatan mata dan apa yang disembunyikan di dalam hati.” (QS Gafir 19)

6. Perkokoh ukhuwah

Mungkin ada banyak hal terkait kondisi internal masing-masing individu yang bisa menimbulkan virus tersebut. Tetapi juga, faktor lingkungan bisa menjadi faktor lain yang bisa sangat berpengaruh kepada tiap-tiap individu. Sehingga, kekuatan ukhuwah antar ADK bisa menjadi jalan perbaikan kondisi ada saat ini.

a. Sesama jender

Jadilah lebih dari sekadar sahabat bagi ADK lainnya, jadilah betul-betul saudara bagi ADK lainnya. Jadilah menjadi yang pertama bisa menjadi tumpuan bagi saudara kita agar tidak perlu mencari ‘tumpuan’ lainnya yang tidak seharusnya. Karena bisa jadi saudara kita terjebak dengan virus tersebut karena lalainya kita sebagai seorang saudara untuk memberikan hak-hak saudara kita. Lantas bagaimanakah pemaknaan kita terhadap hadits Rasulullah SAW,

“Dari nu’man ibnu Basyir berkata: Rasululllah bersabda: Perumpamaan orang-orang mu’min di dalam cinta mencintai, kasih mengasihi, dan berlemah lembut ibarat satu tubuh bila sebagian anggota badan menderita sakit, niscaya dirasakan oleh seluruh tubuh dengan tidak bisa tidur atau demam” (HR.Bukhari dan Muslim)

Ketika kedekatan sudah sedemikian erat, maka nasihat ataupun bentuk teguran dari sesama sauadara biasanya menjadi lebih mudah bisa diterima. Sehingga, jika sudah mulai ada yang terasa melenceng akan mudah untuk diluruskan kembali sebelum dampak yang lebih fatal terjadi. Dan juga kesalahan yang pernah dilakukan dijadikan pembelajaran penting untuk tidak dilakukan kembali di masa yang akan datang.

“Dari Abu Hurairah r.a dari nabi SAW bersabda: Tidaklah seorang mukmin akan dijerumuskan ke dalam satu lubang dua kali.”(HR. muslim)

b. Lintas jender

Ketika ukhuwah diantara kita sudah sedemikian erat, maka kita tidak akan rela ‘mengganggu’ saudara kita sendiri. Apakah mungkin kita rela untuk mengganggu keikhlasan saudara kita hanya karena diri kita yang fana’ ini? Apakah kita rela menghambat pembelajaran bagi saudara kita yang terpaksa ‘dipindahtugaskan’ karena ketidakmampuan kita mengelola hati?

Lebih utama untuk bersikap tegas dan seperlunya dibandingkan berupaya ‘ramah’ namun disalahartikan

7. Baca dan gali ilmu dari sumber terpercaya

Mari kita pelajari bagaimana sikap yang seharusnya seperti yang telah Allah firmankan di dalam Al Qur’an, dan juga sesuai dengan bagaimana yang telah Rasulullah sampaikan di dalam haditsnya. Kita coba renungi lagi sifat kehati-hatian dari para shahabat dan shahabiyah terhadap perbuatan dosa.

Sebaiknya kita tidak termakan dengan penjelasan media yang tidak semuanya bisa kita percaya. Tidak sedikit sumber yang  memutarbalikkan  penjelasan yang membuat seolah pacaran sebelum ijab qabul adalah hal yang diperbolehkan dalam Islam. Belum lagi terpaan dari JIL yang  mencampuradukkan beragam pemikiran. Sehingga, pandai-pandailah memilih informasi agar kita tidak terjebak dalam arus informasi yang semakin tidak terkontrol saat ini. Sehingga kita tidak terjebak dengan mencari pembenaran atas kesalahan yang kita lakukan.

Bandung, April 2010

9 Comments (+add yours?)

  1. widia amanda
    Apr 25, 2010 @ 14:05:51

    iya teh, Cinta ga halal apalagi sesama aktivis, membahayakan !

    teh, surah Gafir itu surah ke berapa?
    kok ga ada di Al-quran?

    Reply

    • aisyahkecil
      Apr 26, 2010 @ 15:50:53

      @wid
      Surat ke 40 de’, ada juga yg menamakannya surat al mu’min..

      Reply

    • kurawa
      May 10, 2011 @ 20:57:06

      cinta itu fitrah setiap manusia menurut saya, hanya saja harus ditempatkan pada tempatnya saja… penempatan cinta yang salah itu baru tidak halal itu menurut saya… terimakasih infonya ^^

      Reply

  2. Wina Ry (nia)
    Apr 26, 2010 @ 13:00:46

    2. Hindari menempatkan ikhwan-akhwat dalam satu amanah yang sama dalam waktu yang relatif lama.

    “ witing tresno jalaran soko kulino “

    saya punya peribahasa yang lainnya agtri…
    “witing tresno jalaran soko gak ono maneh…” 🙂

    Reply

  3. Maya
    Apr 26, 2010 @ 21:38:41

    Assalamualaikum Kak, boleh aku copas ke notes FB aku ga???
    coz, artikel ni keren dan lagi aktual banget nih, bwat aktivis dakwah…

    Jazakillah Khairan Katsiran ^_^

    Reply

  4. astri
    Feb 02, 2011 @ 15:18:52

    assalamualaykum.wr.wb
    Subhanalloh…saya sangat suka dgn catatannya teh.. izin share yaa.. mudah2an manfaat untuk kawan2 saya di sini.. jazaakalloh :))

    Reply

  5. widodo saputra
    Apr 14, 2011 @ 06:29:11

    Classic alasan saya, tapi saya memang membutuhkan tulisan ini utk di share di blog saya. Boleh tak ya? Saya share aja ya…, semoga empunya mendapat pahala di sisi Allah.

    Reply

  6. Ippank
    Aug 04, 2011 @ 09:14:34

    Mohon ijin co-pas yah …

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: