Kita

Lisan kadang jadi tumpul
Ketika rasa lewati logika

Sapa yang tak bisa terucap
Kuharap berpijar tembus langit malam
Berputar berupa kumpulan pinta
Hingga mampu menyapa halus dengan sederet salam

Kita tetap akan saling bicara
tanpa melempar kata
tanpa mendengar suara
tanpa perlu bersua

bukankah itulah kita?

yang selalu berjumpa
dalam ba’it-ba’it do’a..

 

*berlari bersama masa enam-sembilan*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: