Pernak-Pernik Pakaian Muslimah

Akhwat memang sangat amat teramat unik dan menarik,
betul khan?

images

nah, setelah sebelumnya ada tulisan yang membahas tentang bagaimana sih jilbab yang seharusnya, nah kali ini adalah tentang pernak-pernik akhwat, masih terkait juga tentang pakaian..

Ada empat poin yang kali ini agtri bahas yaitu warna-warni jilbab, tentang manset,bahan dan model jilbab, tas punggung +jaket. baiklah, mari kita mulai..

Yang pertama ingin Agtri bahas adalah mengenai warna-warni seru jilbab ataupun pakaian para akhwat. Kenapa penting?
Makin kesini, jilbab dan atributnya makin banyak dan bervariasi. Tambah lucu-lucu, tambah ‘gaya’ dan lain sebagainya.
Nah sejauh mana ya sebetulnya warna-warni jilbab ini diperbolehkan?
Warna-warni yang makin seru itu ternyata sedikit banyak bisa berefek lo..
Ada yang bilang ketika pakai pakaian yang warnanya girly itu kelihatan lebih ‘charming’.
Nah, boleh nggak ya kelihatan tambah charming?
Lalu jika dikembalikan lagi bahwa, tujuan berhijab adalah untuk menjauhkan fitnah, ketika warna warni itu justru membuat lebih rentan untuk ‘digoda’, maka warna-warni pakaian itu juga sangat penting untuk bisa diperhatikan dan dipertimbangkan ukhtyku..
(Warna-warni disini juga bisa berarti corak dari jilbab ataupun pakaian yang kita pakai).

“Hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab nereka ke seluruh tubuh nereka. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah, maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS.Al-Ahzab:59)

Agtri memang bukan pakar mode, hanya saja bukan berarti pakaian yang kita pakai harus selalu berwarna gelap.
Poin penting dari pakaian ini kembali adalah niat dari para pemakai yang diseuaikan dengan kemungkinan penilaian dari yang melihat..
Kembali niatkan bahwa pakaian apapun yang kita gunakan bukan untuk menarik perhatian ataupun ‘menggoda’ tetapi ‘pakaian indah’ yang kita pakai adalah dalam rangka menutup aurat kita dengan baik. Mbak Asma Nadia dalam buku beliau “jangan jadi muslimah nyebelin” dengan gamblang memaparkan mengenai bagaimana pakaian muslimah sebaiknya..

Utamanya adalah agar tidak menimbulkan keengganan bagi mad’u untuk bisa mendekati kita sebagai da’i. Selain itu, tentang warna-warni ini juga sangat kondisional sifatnya. Mencolok itu relatif sekali sifatnya. Misalnya begini, warna oranye itu bisa menjadi warna yang mencolok ketika kita pakai ketika semua orang menggunakan jilbab warna hitam. Sebaliknya, warna putih bisa jadi juga akan mencolok ketika semua orang menggunakan warna merah.
Kondisional bukan?

Jadi, bolehkah menggunakan warna-warni seru? Kita sendiri yang bisa menjawabnya..
Ketika warna-warni seru itu justru bisa menimbulkan fitnah, saat itulah kita harus memutuskan untuk sebaiknya menggunakan warna-warna yang cukup netral saja..

Lalu tentang manset. Sekali lagi manset bukan mindset..
Mudahnya manset itu apa ya?
Em, simpelnya, manset itu adalah atribut tambahan untuk menutupi selain pakaian utama. Nah yang menjadi topik kali ini adalah mengenai manset tangan. Seringkali mungkin manset menjadi pernik remeh bagi kita para akhwat. Namun ternyata, semakin ke belakang ini, model maset berkembang cukup pesat, ada manset yang motifnya ber-renda, manset yang pendek sekitar 10 cm, manset yang panajng hingga lengn atas, ataupun bahkan manset tangan yang berfungsi juga berupa baju.
Nah, tanpa kita sadari, mungkin pada bagian tangan, pakaian kita longgar, sehingga walaupun sudah ditutupi manset, ketika tangan antunna diangkat, lengan bawah antunna bisa terlihat walaupun sudah menggunakan manset.
Beberapa waktu yang lalu agtri diingatkan bahwa, ternyata ‘pemandangan’ ini cukup menganggu bagi para ikhwan. Sehingga, akan jauh lebih baik jika bisa kita para akhwat tutup dengan sempurna..

Pernik ketiga adalah mengenai bahan dan model jilbab. Di acara Pelantikan kader muda dan madya G yang lalu, hadir sebagai pembicara ustadz suherman yang membahas tentang etika interaksi ikhwan dan akhwat. Beliau menyampaikan bahwa beliau dan istri beliau berdiskusi mengenai bahan jilbab yang semakin beragam saat ini (istri beliau juga memiliki usaha per-jilbab-an). Beliau menyatakan bahwa ada beberapa bahan jilbab yang sebaiknya dihindari. Kenapa dihindari? ternyata, ada beberapa bahan yang terlalu tipis (mudah melyang ketika ada angin atau transparan ketika kena sinar matahari) untuk dijadikan jilbab ataupun membentuk ketika dipakai.
Jadi, berhati-hatilah ketika memilih bahan ataupun model jilbab yang sekarang kian beragam.
Hindari bahan-bahan yang terlalu ‘jatuh’ ketika dipakai karena akan berpeluang membentuk lekuk tubuh. Sebetulnya hal ini bisa disiasati yaitu dengan menggunakan ‘double-an’. Jadi pakailah dua jilbab dua lapis insyaAllah hal tersebut bisa lebih aman dan menjaga

Nah untuk pernik keempat ini.. khususnya di ITB, sepertinya sudah amat biasa.. tentang tali tas ransel.. Agtri juga pertamanya tidak terlalu ‘aware’ dengan hal ini, tetapi ketika membaca salah satu buku Salim A.Fillah, jadi berpikir ulang ketika harus menggunakan tas punggung.
Ukhty, tanpa kita sadari, teryata ketika kita menggunakan tas punggung, bentuk tubuh bisa terlihat lo..
Coba deh, anti pakai dan lihat dikaca.. hayo, betul tidak?
Agak sulit memang, apalagi untuk di Institut Tangga Banyak ini.. Bukunya se-gede ‘Gaban’ belum lagi bawa laptop, terus ditambah lagi harus membawa bazzoka(tabung gambar) lengkaplah sudah..

Tapi, agtri pribadi sudah coba, menggunakan tas selain tas punggung..
dan agtri enjoy..
Em.. mungkin tidak bisa di generalisir kesemuanya karena agtri tahu tas akhwat2 ITB itu betul-betul berat..
Yang perlu dilalakukan sekarang adalah memperkecil peluang terlalu ‘membentuk’ itu.. Seperti, ada yang pakai tas punggung didalam, jadi bukan disampirkan diluar jilbab. Atau pakai tasnya disampirkan disalah satu lengan saja jangan di pundak secara penuh.
Tapi, memang hal ini snagat terkait dengan kebutuhan masing-masing individu.
Tapi kalau boleh usul, usulan agtri adalah..
jangan semua buku dan barang dibawa ke kampus..
jadi nggak perlu harus pakai ransel.. ^_^
Em, mirip dengan tali tas juga, tentang jaket.. Upayakan agar jaket yang digunakan juga berbahan yang agak kaku seperti bahan jaket Gamais, jaket himpunan..
Hindari jaket seperi yang dari rajut, karena biasanya memang cukup membentuk tubuh ketika dipakai..

Fiuh.. ribet ya jadi akhwat?
Sama sekali enggak sebetulnya…
Tinggal coba dijalankan saja dengan ‘enjoy’

“…serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran…”

15 Comments (+add yours?)

  1. WinaWinaWina
    Dec 19, 2008 @ 23:01:59

    ho oh jadi akhawat emang serba ribet, tapi justru itulah art-nya… huhuhu…

    Reply

  2. wied
    Dec 22, 2008 @ 18:14:29

    teteh..
    bahas juga mengenai kosmetik dan handbody, sebatas apa kita boleh menggunakannya dan alternatif nya..
    hehe…^^

    Reply

  3. saannisa
    Dec 25, 2008 @ 15:46:37

    teh agtri,
    nisa mau konsultasi dong (lho?)
    boleh, boleh? boleh lah ya…terkait penggunaan jaket juga kok.

    ceritanya panjang:
    Waktu SMA, nisa kan ikut suatu organisasi. Di sana ada ta’limat utk akhwat2nya tidak boleh menggunakan tas dan jaket diluar jilbab, kecuali pakai jaket untuk naek motor aja. Ya udah deh, nisa langsung berpegang pada prinsip itu, dengan berpikir juga tentunya.
    Nah, pas masuk ITB, ngeliat kondisinya kan beda. Jadi, nisa mikir lagi deh… Tapi ga tau kenapa&kapan terjadinya, akhirnya sekarang jd ikut2an pake tas dan jaket di luar jilbab. (terpengaruh lingkungan)

    Kenapa waktu itu dikeluarkan ta’limat demikian?
    Jawabannya sama persis seperti yg teteh jelaskan. Terus nisa waktu itu mikir gini, kalau pake jaket diluar jilbab (baik bahan kaku/’jatuh’), bentuk tubuh kita (bahu, tangan, dll) kan keliatan bentuknya (siluetnya sih), terus apa bedanya pemakaian jilbab lebar dengan jilbab yang cuma sebatas leher? (apalagi kalo resleting jaket kita ditutup, lebih-lebih). Padahal hakikat berhijab itu bukan membungkus/melapisi, tapi menutup, iya kan teh?

    Qadarullah, nisa baca postingan teteh ini, terus jd inget lg dengan prinsip yg dulu, terus jadi mikir lagi… Menurut teteh gimana?

    Mohon bimbingannya, eh… mohon tanggapannya…^^
    Afwan teh jd bikin blognya kyk forum konsultasi beneran.

    -Nisa AR’07, mencari kebenaran hakiki

    Reply

    • aisyahkecil
      Dec 26, 2008 @ 15:47:50

      @Nisa

      Iya de’…
      Sepakat dengan yang Nisa sampaikan

      Menurut teteh,
      Kembali ke hakikat dan kegunaan kita menggunakan jaket itu sendiri
      Jaket teh fungsinya untuk apa ya?

      Setahu teteh jaket kita gunakan untuk melindungi diri kalau cuaca sedang dingin
      Atau untuk yang naik motor agar tidak kedinginan kena angin
      Sehingga, pemakaian jaket itu tidak sering karena kebutuhan yang sifatnya temporal saja.

      Gunakan saja sesuai dengan kebutuhan,
      Jadi kemungkinan untuk ‘membentuk’ itu tadi menjadi lebih sedikit

      Dan ketika harus menggunakan jaket,
      upayakan gunakan jaket tidak nge-pas badan
      Jadi, sebetulnya bentuk bahu itu, bukan bentuk bahu kita de’..
      Tapi itu adalah karena bentuk si jaket ‘kegedean’ yang kaku

      Dan ketika ada lawan jenis, upayakan untuk tidak merisleting jaket
      Kalau ketika mabit diruangan dan isi-nya akhwat semua mah mangga..

      Wallahu ‘alam

      Reply

  4. Citra Puspitasari
    Dec 26, 2008 @ 23:50:44

    Agtri, surprise to see and read this blog,,, so akhwatiiii and also usefull… ^^
    kalo Agtri aisyah kecil,, sy brarti humairah saja yaaaa 😀

    subhanallah,,alhamdulillah,,, allahu akbar,,, saya terlahir sebagai seorang perempuan,, ga kebayang kalo jadi laki2,,
    sungguh indah ciptaanNYa,,,

    Terkait masalah jaket yang dipakai dengan cara menindih jilbab,, sama seperti Nisa, saya cukup kaget dengan cara penggunaan jaket yg seperti itu ketika masuk ke dunia kampus,, karena sebelum2nya.. tren nya mmg tidak begitu.
    Entahlah,, yang saya perhatikan,, hal seperti itu mulai dilakukan semenjak booming model jilbab dengan cara dilinting (dicontohkan oleh salah seorang artis yg baru menggunakan jilbab saat itu), kalau tidak salah,, sekitar awal tahun 2000. mmg agak membingungkan,,
    Tapi pada akhirnya, smua balik lagi ke niat dan tujuannya (spakat sama jeng Agtri)
    smg Allah mengampuni kita smua

    oya,, trakhir,, mau minta pendapat tentang tren fashion baju muslim yang dikeluarkan oleh desainer2 skarang,,ada yang tahu mungkin?
    punten ya,, kalo minta pendapatnya di forum ini, boleh kan tri?

    Yg saya perhatikan dan amati, kondisinya memang berbeda dari tuntunan yang diajarkan (teringat dulu bgm guru disekolah menjelaskan apa itu jilbab). Sekarang,,jilbab dilinting sehingga dada terlihat, belum lagi ada jilbab yang diiket ke belakang sehingga membentuk konde (model Rabbani belakangan ini,, maaf sebut merk), slanjutnya mulai menggunakan lengging sebagai bawahan, ada bordiran atau aksesoris di bagian dadanya, dan hal2 lain yang mau nggak mau smakin memperlihatkan keindahan seorang wanita.
    Tapi… justru karena itulah, makin banyak yang mau menggunakan jilbab karena dinilai lebih ‘gaul’ dan ‘gaya’… (kata kebanyakan orang setahu saya…)

    :):)

    maaf ya trii,, nulisnya kebanyakn,,,
    nuhun,,,

    Reply

    • aisyahkecil
      Dec 27, 2008 @ 07:06:22

      hum….
      Iya pus..
      Betul2
      Butuh orang yang paham hal2 “seperti ini” dan merambah ke dunia fashion..
      (jeung Cipus contohnya.. :D)

      Sepakat pus..

      Any comment?

      Reply

  5. Citra Puspitasari
    Dec 27, 2008 @ 22:49:59

    apanya yg btul2 tri?? :-/

    do’akan supaya saya istiqomah yaa (dlm rangka kebaikan tentu saja..)
    godaannya banyak euy,,

    ada yg mo join mungkin?
    hehehe 😀

    yuk ah,,

    Reply

    • aisyahkecil
      Dec 28, 2008 @ 16:22:28

      @cipus
      betul2 => lagi niruin Ipin ceritanya Pus…

      Amin, semoga keistiqomahan senantiasa bisa Allah perkenankan titipkan pada kita..

      Join?
      Hem…
      Mau Pus.. mau..
      Tapi bisanya jadi PU (alias Pembantu Umum)

      Reply

  6. idolla
    Feb 25, 2009 @ 15:48:34

    huft!! hu’um ternyata bener” ribet…

    ukey,,, dicoba yuks..

    makasich infona…,,

    Reply

  7. Cinderella
    Mar 05, 2010 @ 09:59:39

    wah wah menarik ini,,,, 😀 berhubung saya suka desain2 baju akhwat2 hehe

    Reply

  8. Rina
    Mar 05, 2010 @ 15:49:44

    Stelah baca ini sy baru aware klo ternyata memakai tas punggung bs memperlihatkan bentuk tubuh. Padahal saya paling seneng pake tas punggung..cz lebih nyaman. Klo pake selain tas punggung kn beban ditumpu hanya pada salah satu pundak tu..jd gk ergonomis (pegel di salah satu pundak jadinya, apalagi klo bw barang berat )..but, thanks buat infonya 🙂

    Reply

  9. Main Kata
    Mar 17, 2011 @ 10:29:22

    Benar banget… yang peenting kudu enjoy…. aish ternyata postingannya sangat islamik.. aku suka sekali,,, mampir lagi ah kapan2,,, jangan lupa mampir juga….

    enak yah yang baru berenang-renang sambil mancing “keributan” hihihihi

    Reply

  10. Nova
    Apr 05, 2011 @ 22:43:24

    dan saya bahagia menjadi akhwat=)

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: